Laporan wartawan TribunJatim.com, Anggit Pujie Widodo
TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG - Kecelakaan maut terjadi di Tol Jombang-Mojokerto (Jomo), Sabtu (15/8/2026) dini hari.
Truk bak bermuatan ikan menabrak bagian belakang truk tronton pengangkut pakan ternak di KM 686+800 jalur B, Desa Tampingmojo, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang.
Kecelakaan tersebut menyebabkan sopir truk ikan, Miskuri (51), warga Besuki, Kabupaten Situbondo, meninggal dunia.
Kanit 3 PJR Polda Jatim AKP Sudirman mengatakan kecelakaan terjadi sekitar pukul 04.45 WIB. Dua kendaraan yang terlibat yakni truk bak bernopol P 8804 UF dan truk tronton bernopol E 9609 VB.
Baca juga: Kecelakaan Maut Truk Vs Pikap di Bojonegoro, Satu Orang Tewas Akibat Benturan Keras
Saat kejadian, truk tronton yang membawa muatan pakan ternak melaju dari arah Mojokerto menuju Jawa Tengah. Kendaraan tersebut dikemudikan Arif Noviyanto (31), warga Majenang, Kabupaten Cilacap, dengan kernet Rizal Hermawan (22), warga Wanareja, Kabupaten Cilacap.
Truk tronton melaju dengan kecepatan sedang di lajur lambat. Ketika sampai di KM 686+800, truk bak bermuatan ikan yang dikemudikan Miskuri melaju dari belakang.
Menurut Sudirman, pengemudi truk ikan diduga mengantuk sehingga kendaraannya kehilangan kendali dan oleng ke kanan.
"Diduga pengemudi mengantuk, kemudian oleng ke kanan. Truk kemudian menabrak bagian belakang tronton sebelum menghantam wire rope di median tengah tol," ucap AKP Sudirman kepada Tribunjatim.com Sabtu (15/8/2026) siang.
Benturan menyebabkan bagian depan truk bermuatan ikan mengalami kerusakan berat. Kendaraan tersebut berhenti di dekat wire rope dalam posisi melintang.
Sedangkan truk tronton berhenti dalam posisi normal menghadap searah jalur. Pengemudi dan kernet tronton, Arif dan Rizal, selamat tanpa mengalami luka.
Miskuri dinyatakan meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut. Petugas kemudian melakukan penanganan dan evakuasi terhadap kendaraan yang terlibat.
Kerugian akibat kerusakan kendaraan diperkirakan mencapai Rp20 juta. Adapun kerusakan sarana tol masih dalam proses penghitungan.
Sudirman mengimbau pengemudi yang melakukan perjalanan jarak jauh agar memperhatikan kondisi fisik sebelum berkendara. Pengemudi diminta segera beristirahat apabila merasa lelah atau mengantuk.
"Kalau sudah mengantuk, sebaiknya segera beristirahat dan jangan memaksakan diri," pungkasnya.
Informasi lengkap dan menarik lainnya baca di TribunJatim.com