TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pemkot Denpasar akan melakukan kajian terkait kecelakaan yang terjadi di Jalan Gatot Subroto (Gatsu) Timur tepatnya di depan Mall Living World, Bali.
Pasalnya kecelakaan yang ramai di media sosial tersebut terjadi dua kali dalam selang waktu 30 menit pada Kamis 13 Agustus 2026.
Di mana dalam kecelakaan itu, mobil menabrak road barrier atau pembatas jalan.
Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, meminta penyebab kecelakaan beruntun yang terjadi di dikaji lebih dalam.
Baca juga: Dua Kecelakaan dalam 30 Menit di Depan Living World Denpasar Bali, Dishub Evaluasi Road Barrier
Hasil kajian tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan.
Arya Wibawa mengatakan, lokasi kejadian berada di Jalan Nasional yang merupakan kewenangan Pemerintah Pusat dalam hal ini kementerian Perhubungan Satker Balai Jalan Nasional.
Menurutnya, pembatas jalan yang terpasang di kawasan tersebut juga telah mendapat izin dari pihak terkait.
Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Perhubungan memasang pembatas jalan setelah sebelumnya muncul keluhan mengenai kemacetan di kawasan tersebut tepatnya di sekitar Mall Living World.
Pemasangan dilakukan atas seizin Balai Jalan Nasional.
"Apapun yang kita lakukan di areal atau kewenangan Balai Jalan, itu harus seizin dari Kementerian Perhubungan melalui Balai Jalan," ujarnya.
Terkait kecelakaan yang terjadi beruntun tersebut, pihaknya telah menugaskan Dinas Perhubungan untuk mempelajari penyebab sebenarnya.
Kajian dilakukan untuk mengetahui apakah kecelakaan berkaitan dengan keberadaan median jalan maupun faktor lainnya.
"Kami sedang tugaskan Dinas Perhubungan kami untuk mempelajari apa sebenarnya penyebab sejatinya. Apakah karena ada median, tidak isi penerang itu atau bagaimana," katanya.
Ia menyebut, berdasarkan pengecekan di lapangan, median jalan tersebut telah dilengkapi penerangan.
Ia juga mengatakan median sudah cukup lama terpasang dan lampu penerangannya dinilai cukup baik saat kejadian.
Selain itu, pihaknya menerima informasi bahwa salah satu kecelakaan diduga terjadi karena pengendara berupaya menghindari kerumunan.
Sementara pada kejadian lainnya, terdapat informasi mengenai sepeda motor yang diduga melakukan manuver menghindar.
Meski demikian, ia menegaskan penyebab kecelakaan masih dikoordinasikan dengan pihak kepolisian.
Hal tersebut untuk memastikan apakah kecelakaan disebabkan kondisi median jalan atau faktor kelalaian pengendara.
"Kami berkoordinasi dengan kepolisian, apakah kalau memang penyebabnya adalah benar-benar murni median jalan, seyogianya kejadian pasti sering terjadi," ujarnya. (*)