TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Belasan warga dilaporkan tewas di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), akibat gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, Sabtu (15/8/2026) pagi.
Terhitung ada 17 orang yang meninggal dunia akibat bencana alam tersebut.
Kasat Reskrim Polres Manggarai Timur Iptu Ahmad Zacky Shodri mengatakan, 17 korban tersebut berasal dari Kecamatan Borong, Lamba Leda Utara, Lamba Leda, dan Sambi Rampas.
Menurut Zacky, jumlah korban tewas tersebut masih merupakan data sementara.
Polisi masih melakukan pendataan dan identifikasi terhadap sejumlah korban.
"Pendataan masih berlangsung. Beberapa korban juga masih diidenfikasi identitasnya," kata Zacky kepada Kompas.com, Sabtu.
Selain korban meninggal, gempa juga menyebabkan sejumlah warga mengalami luka-luka.
Baca juga: Identitas 1 Korban Tewas Saat Gempa Magnitudo 7,7 Guncang NTT, Korban Hendak Naik Kapal
Polisi bersama instansi terkait masih mendata jumlah korban serta dampak kerusakan akibat gempa.
Sejumlah fasilitas umum dan infrastruktur dilaporkan mengalami kerusakan, termasuk tempat ibadah, kantor pemerintahan, dan perbankan.
"Fasilitas yang rusak di antaranya tempat ibadah, kantor pemerintahan, dan bank. Ada juga rumah warga yang rusak dan menyebabkan kerugian mencapai ratusan juta rupiah," terangnya.
Saat ini, posko penanganan bencana Kabupaten Manggarai Timur dipusatkan di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Manggarai Timur.
Polisi bersama BPBD dan instansi terkait masih melakukan pendataan untuk memastikan jumlah korban serta tingkat kerusakan akibat gempa.
Sebelumnya, sebanyak lima orang dilaporkan tewas akibat gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pagi.
Gubernur NTT Melki Laka Lena mengatakan, berdasarkan laporan sementara, dua korban tewas berasal dari Kabupaten Sikka dan tiga lainnya dari Kabupaten Manggarai.
Sumber: Kompas.com