Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yuan Lulan
POS-KUPANG.COM, KUPANG – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bersama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) memastikan keselamatan wisatawan serta melakukan koordinasi penanganan darurat pascagempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang kawasan Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pagi.
Gempa terjadi pada pukul 04.58 WIB atau 05.58 WITA dengan pusat gempa berada pada kedalaman 15 kilometer dan berjarak sekitar 30 kilometer dari Mbay, Nagekeo.
Gempa utama tersebut kemudian diikuti sejumlah gempa susulan yang turut dirasakan hingga Labuan Bajo dan sekitarnya, yakni Magnitudo 6,2 pada pukul 06.13 WITA, M 4,5 pada pukul 06.22 WITA, dan M 5,6 pada pukul 06.37 WITA.
Kemenpar menegaskan keselamatan wisatawan menjadi prioritas utama, khususnya di kawasan destinasi super prioritas Floratama yang meliputi Flores, Alor, Lembata, dan Bima.
Sebanyak 986 wisatawan yang sempat tertahan di Pulau Padar akibat penutupan sementara pelayaran telah berhasil dipulangkan ke Labuan Bajo dalam kondisi selamat setelah Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Labuan Bajo menerbitkan maklumat pembukaan kembali pelayaran.
Sementara itu, seluruh tamu hotel di kawasan Labuan Bajo telah dievakuasi menuju titik aman di luar gedung, di antaranya kawasan Natas Parapuar dan Lapangan RSUD Komodo.
Wisatawan yang sebelumnya dievakuasi ke Puncak Waringin dari Meurorah Hotel juga telah kembali ke akomodasi masing-masing.
Operasional penerbangan di Bandara Komodo masih berjalan dengan pembatasan atau with restriction setelah dilakukan pemeriksaan kelaikan teknis. Aktivitas pelayaran laut juga telah dibuka kembali secara bertahap.
Demi mengutamakan keamanan dan keselamatan, seluruh rangkaian penutupan Festival Golo Koe di Manggarai Barat, termasuk misa, konser, dan pameran UMKM, resmi dihentikan.
Sejumlah Hotel Mengalami Kerusakan
Berdasarkan pemantauan sementara BPOLBF terhadap infrastruktur dan fasilitas pariwisata hingga pukul 13.45 WITA, sejumlah fasilitas pariwisata dilaporkan mengalami kerusakan.
Hotel Jayakarta di Manggarai Barat mengalami kerusakan struktur pada beberapa bagian bangunan hingga roboh. Seluruh tamu dan karyawan dipastikan aman dan telah direlokasi ke hotel terdekat yang dinilai aman.
Sementara di Nagekeo, Hotel Papita Mbay dilaporkan mengalami kerusakan parah. Koordinasi lanjutan masih dilakukan untuk memastikan kondisi fasilitas dan kebutuhan penanganannya.
Adapun Hotel Ayana, Ta'aktana Marriott, Crown, Menjaga Bay, Luwansa, Sudamala, dan Meurorah secara umum berada dalam kondisi aman, meskipun ditemukan sejumlah retakan ringan.
Jaringan listrik dan internet di sebagian besar akomodasi juga telah kembali beroperasi normal.
Di sektor restoran, La Moringga dan Escape Bajo di Manggarai Barat dilaporkan hanya mengalami kerusakan ringan. Aktivitas di kedua restoran berlangsung kondusif dengan seluruh staf dan pengunjung dalam kondisi aman.
Selain itu, tembok papan nama kawasan Loh Liang di Pulau Komodo dilaporkan ambruk. Pemantauan terhadap berbagai fasilitas pendukung daya tarik wisata masih terus dilakukan.
Akses Jalan dan Fasilitas Publik Terdampak
Gempa juga berdampak terhadap fasilitas umum dan aksesibilitas di sejumlah kabupaten di Flores.
Tanah longsor dan tiang listrik roboh dilaporkan terjadi di beberapa jalur utama, yakni jalur Lintas Labuan Bajo–Ruteng, Bajawa–Ende, Ruteng–Borong, serta Ende–Moni.
Pelabuhan Maumere di Kabupaten Sikka juga mengalami kerusakan fisik.
Sejumlah fasilitas publik turut dilaporkan mengalami kerusakan sedang, antara lain Unika St. Paulus Ruteng, Gereja Paroki Karot, Gereja Borong, Kantor Camat Kuwus, serta fasilitas rawat jalan dan UGD RSUD Ruteng.
Pendataan sementara juga mencatat empat orang meninggal dunia, masing-masing satu orang di Terang, Manggarai Barat, dua orang di Reo, Manggarai, dan satu orang di Maumere, Sikka.
Selain itu, dua orang dilaporkan mengalami luka-luka di Maumere.
BMKG telah mencabut Peringatan Dini Tsunami pada pukul 07.30 WIB atau 08.30 WITA. Meski demikian, masyarakat dan wisatawan tetap diimbau waspada karena potensi gempa susulan masih dapat terjadi dalam 24 jam setelah gempa utama.
BPOLBF terus mengaktifkan posko koordinasi dan melakukan pemantauan langsung bersama BMKG, KSOP, Basarnas, BPBD, serta pemerintah daerah, khususnya untuk memantau kondisi industri pariwisata dan memfasilitasi kebutuhan evakuasi wisatawan.
Kemenpar juga mengimbau pelaku usaha pariwisata, wisatawan lokal dan mancanegara, serta masyarakat di wilayah Flores agar tetap tenang dan tidak panik.
Masyarakat diminta terus memperbarui informasi melalui saluran resmi BMKG, BPOLBF, dan instansi berwenang.
Kemenpar menegaskan data mengenai dampak gempa dan kondisi sektor pariwisata tersebut masih bersifat sementara. Pembaruan informasi akan dilakukan secara berkala berdasarkan perkembangan di lapangan serta laporan resmi BMKG, BPBD, Basarnas, pemerintah daerah, BPOLBF, dan instansi terkait lainnya. (uan)