Pakar Tegaskan Usia Galon Bukan Pemicu Utama Bahaya BPA, Cara Simpan dan Perlakuan Lebih Menentukan
Ngurah Adi Kusuma August 15, 2026 05:03 PM

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR — Kekhawatiran masyarakat mengenai menurunnya keamanan air minum akibat bertambahnya usia galon guna ulang dinilai tidak tepat oleh para ahli. 

Kualitas serta keamanan Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) pada dasarnya sangat bergantung pada ketatnya pengawasan mutu di tingkat produsen serta cara konsumen menyimpan wadah tersebut.

Guru Besar Bidang Rekayasa Pengemasan Pangan IPB, Prof. Nugraha Edhi Suyatma, menjelaskan bahwa regulasi yang berlaku saat ini memang tidak menetapkan batasan spesifik terkait masa pakai galon guna ulang. 

Pihak produsen AMDK telah mengoperasikan sistem kontrol kualitas internal untuk memantau keamanan kemasan.

Baca juga: Peringati Ulang Tahun ke-68 Bali, DPRD dan Pemprov Perkuat Kolaborasi Demi Kesejahteraan Rakyat

"Mereka sudah punya standar internal terkait mutu fisik, kimia dan keamanan pangannya. Jadi, insyaallah aman," kata Nugraha, Sabtu 15 Agustus 2026.

Berdasarkan penelitian bersama antara Seafast IPB dan BPOM, kemasan galon yang telah melalui pengujian hingga 50 kali pemakaian dalam kondisi ekstrem terbukti tetap berada di bawah ambang batas aman migrasi Bisphenol A (BPA) yang ditetapkan BPOM. 

Nugraha menekankan bahwa ketahanan fisik galon lebih dipengaruhi oleh faktor penanganan harian.

"Jadi, perlakuan para konsumen lebih mempengaruhi usia atau ketahanan daripada galon itu menjadi cepat rusak atau tidak," katanya.

Pandangan senada disampaikan oleh Guru Besar Departemen Teknologi Industri Pertanian (TIN) IPB, Prof. Suprihatin. 

Ia menegaskan belum ada bukti akademis yang mengaitkan masalah kesehatan semata-mata dengan umur pakai galon.

Baca juga: Panitia Akui Ada Celah Aturan di Lomba Gerak Jalan 45 Km di Buleleng, Sebut Juara Tetap Sah

"Selama ini tidak ada laporan ilmiah yang menunjukkan galon guna ulang menimbulkan dampak kesehatan hanya karena faktor usia pemakaian," bebernya.

Suprihatin menambahkan bahwa industri AMDK skala besar selalu menerapkan kriteria seleksi ketat terhadap aspek kebersihan serta sanitasi sebelum proses pengisian ulang dilakukan.

"Perusahaan AMDK yang sudah punya nama umumnya memperhatikan hal tersebut dan jarang menggunakan galon yang lanjut usia," paparnya.

Mengenai potensi pelepasan zat BPA, Suprihatin meluruskan bahwa kondisi ekstrem seperti paparan suhu tinggi, tingkat keasaman, atau durasi kontak media adalah pendorong utamanya, bukan frekuensi pemakaian galon.

"Migrasi BPA hanya terjadi dalam kondisi ekstrim tertentu. Secara teoritis, laju migrasi BPA dari galon ke AMDK tidak dipengaruhi oleh frekuensi pemakaian galon," imbuhnya.

Dari kacamata teknis, Pakar Teknik Kimia Steven Soen menekankan pentingnya manajemen penyimpanan yang benar di tingkat konsumen, seperti menghindarkan galon dari paparan sinar matahari langsung.

"Cara penyimpanan dan penggunaan galon jauh lebih berpengaruh (memicu migrasi) dibanding sekadar lamanya usia pakai," terangnya.

Steven mengajak publik untuk lebih cermat dalam merawat dan menyimpan kemasan pangan di rumah tangga.

Baca juga: Momen Istimewa Jelang HUT ke-81 RI, Bandara Ngurah Rai Kembali Terhubung dengan Bandung

"Itu manajemen penyimpanan saja. Kalau memang buat minum, simpan baik-baik di dalam rumah,”

“Jadi balik lagi ke kita manusianya, bukan plastiknya, bukan BPA-nya, tapi ke kita,”

“Gimana kita dengan bijak menyimpan produk itu. Gimana kita juga dengan bijak mengolah sampahnya," jelasnya.

Menanggapi isu galon tua yang terus beredar tanpa henti, Steven memastikan pabrik memiliki mekanisme penarikan (recall) otomatis untuk mendaur ulang galon yang sudah tidak memenuhi kriteria mutu.

"Apakah memang semua orang galon pemberian kakek ini terus dipakai? Enggak juga. Pabrik juga pasti punya kebijakan,”

“Dia juga cuci-cuci pasti ada batasnya, enggak mungkin dari zaman ratusan tahun itu terus dipakai,”

“Pasti dia bikin lagi. Jadi enggak mungkin galon itu dipakai bertahun-tahun terus tanpa ada penggantian,”

“Pasti pada akhirnya kembali di-recycle dan pabrik mengeluarkan yang baru," pungkasnya.(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.