Pentingnya Metode Interaktif dalam Pembelajaran Bahasa Inggris untuk Siswa SD Lampung
Robertus Didik Budiawan Cahyono August 15, 2026 06:19 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Presiden Prabowo sebut Bahasa Inggris, Mandarin, Arab, Jepang, Korea, Spanyol, dan Prancis penting dipelajari sejak dini. Selain itu, Bahasa Inggris ditargetkan jadi mata pelajaran wajib di SD mulai tahun ajaran 2027/2028.

Baca juga: Sejumlah SD di Lampung Sudah Ajarkan Bahasa Inggris, Thomas: Ada Juga yang Ajarkan Mandarin

Kemendikdasmen pada 2026 sedang menjalankan program peningkatan kompetensi guru SD untuk mempersiapkan pembelajaran bahasa asing wajib di sekolah. 

Merespons rencana pemerintah itu, Fitria Tiarani, guru Bahasa Inggris SD Quran Darul Fatah, Bandar Lampung, mengatakan, pembelajaran Bahasa Inggris di tingkat sekolah dasar dinilai perlu dikemas secara aktif, interaktif, dan menyenangkan agar siswa tidak mudah bosan. 

Menurut Fitria, antusiasme siswa dalam mengikuti pembelajaran Bahasa Inggris tergolong sangat tinggi. Karena itu, metode pembelajaran menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga minat belajar mereka.

“Pembelajaran yang aktif dan interaktif,” ujar Fitria ketika ditanya mengenai metode pembelajaran Bahasa Inggris yang diterapkan di kelas Sabtu (15/8/2026).

Ia menjelaskan, beberapa materi Bahasa Inggris relatif mudah diterima siswa SD, salah satunya alfabet. 

Sementara itu, materi grammar atau tata bahasa menjadi salah satu bagian yang lebih sulit untuk diajarkan dan dipahami siswa.

Untuk menghindari kejenuhan, Fitria memilih menggunakan berbagai permainan (games) serta strategi pembelajaran yang disesuaikan dengan karakteristik siswa sekolah dasar.

“Dengan games dan strategi agar siswa tidak bosan belajar bahasa inggris,” katanya.

Didukung Latar Belakang Pendidikan Bahasa Inggris

Fitria sendiri memiliki latar belakang pendidikan yang sesuai dengan bidang yang diajarkannya. 

Ia merupakan lulusan S1 Bahasa Inggris dan juga pernah mengikuti pelatihan khusus untuk menunjang kompetensinya dalam mengajar.

Dengan pengalaman tersebut, Fitria mengaku siap apabila Bahasa Inggris nantinya ditetapkan sebagai mata pelajaran wajib di sekolah dasar.

Meski demikian, menurut Fitria, terdapat sejumlah tantangan yang masih dihadapi guru SD dalam mengajarkan Bahasa Inggris. Salah satu kendala terbesar adalah keterbatasan waktu pembelajaran.

Menurutnya, materi Bahasa Inggris membutuhkan proses pembelajaran yang cukup agar siswa tidak hanya menghafal, tetapi juga mampu memahami dan menggunakan bahasa tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Fokus pada Bahasa Inggris sebagai Bahasa Global

Sementara terkait wacana pengajaran bahasa asing lain yang diajukan Presiden Prabowo, Fitria berpandangan bahwa sekolah dasar sebaiknya terlebih dahulu memperkuat pembelajaran Bahasa Inggris.

Ia menilai Bahasa Inggris memiliki posisi penting karena telah menjadi bahasa yang digunakan secara global.

“Sebaiknya fokus ke Bahasa Inggris saja, karena sudah merupakan bahasa global,” ujarnya.

Pandangan tersebut menunjukkan bahwa penguatan Bahasa Inggris di tingkat sekolah dasar dinilai masih menjadi kebutuhan penting. 

Bagi Fitria, kunci pembelajaran Bahasa Inggris di SD bukan sekadar menyampaikan materi, melainkan menciptakan pengalaman belajar yang membuat siswa aktif, antusias, dan tidak merasa sedang belajar dalam suasana yang membosankan.

(Tribunlampung.co.id/ Bintang Puji Anggraini)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.