Sambut HUT ke-81 RI, BKKBN Kepri Ajak Mitra Bersama Entaskan Stunting
Dewi Haryati August 15, 2026 07:27 PM

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Memanfaatkan momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengajak seluruh mitra untuk memperkuat kolaborasi dalam pengentasan kemiskinan dan stunting.

Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan yang digelar di Kantor BKKBN Kepri, Kecamatan Sekupang, Kota Batam, Jumat (14/8/2026).

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.00 WIB itu diisi dengan berbagai kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat. 

Di antaranya pemeriksaan kesehatan gratis, pelayanan Keluarga Berencana (KB) gratis, pemberian nutrisi kepada Keluarga Berisiko Stunting (KRS), hingga pameran produk UPPKA mitra binaan BKKBN Kepri.

Dan yang tidak kalah pentingnya BKKBN Kepri juga memperkenalkan senam jantung sehat dan Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) serta adanya pembagian doorprize kepada peserta dari 12 mitra kerja BKKBN Kepri.

Kepala BKKBN Kepri, dr Victor Palimbong, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bentuk rasa terima kasih kepada para mitra yang selama ini telah membantu program Bangga Kencana, tetapi juga menjadi momentum untuk membangun semangat bersama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Dalam rangka menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI, momentum ini kami gunakan untuk menyosialisasikan program sekaligus berterima kasih kepada mitra kerja yang telah banyak berkontribusi dalam program Bangga Kencana," kata Victor.

Ia mengatakan, penanganan stunting tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah, tetapi dibutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari perusahaan, BUMN, swasta, organisasi maupun kelompok masyarakat.

BKKBN Kepri sendiri terus mendorong gerakan orang tua asuh dalam penanganan stunting yang dikenal dengan program Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting).

Intervensi dalam program tersebut dilakukan melalui berbagai pendekatan, baik secara spesifik maupun sensitif. Intervensi spesifik di antaranya pemberian bantuan nutrisi kepada keluarga yang berisiko mengalami stunting.

Sementara intervensi sensitif menyasar berbagai faktor yang turut memengaruhi risiko stunting, seperti kondisi rumah, akses air minum dan kebutuhan dasar lainnya.

"Data keluarga berisiko stunting berasal dari hasil Pendataan Keluarga (PK). Dari sana kami mengidentifikasi keluarga yang membutuhkan intervensi, kemudian menggandeng para mitra untuk membantu," ujarnya.

Victor menegaskan, dalam pelaksanaan program tersebut BKKBN tidak menerima maupun mengelola langsung bantuan berupa uang dari para mitra. 

Bantuan dapat disalurkan melalui lembaga atau yayasan yang menjadi mitra, sementara BKKBN berperan dalam komunikasi, informasi, edukasi (KIE) serta advokasi agar bantuan tepat sasaran.

"Kami melakukan KIE dan advokasi, bagaimana menggugah hati para mitra, baik swasta maupun BUMN, supaya tergerak membantu masyarakat di Provinsi Kepri," katanya.

Selain penanganan stunting, kolaborasi dengan mitra juga dilakukan dalam membantu meningkatkan kualitas kehidupan keluarga melalui pembangunan Rumah Layak Huni (RLH).

Victor menyebutkan, program intervensi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) telah menyasar lebih dari 30 rumah di Kepri dan jumlah tersebut masih akan bertambah.

"Sudah lebih dari 30 rumah dan akan bertambah lagi. Tadi kami mendapat informasi ada sekitar 10 rumah lagi yang akan diintervensi," ujarnya.

Di sisi lain, BKKBN Kepri juga terus mendorong penguatan ekonomi keluarga melalui kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA).

Saat ini terdapat lebih dari 200 kelompok UPPKA yang tersebar di berbagai wilayah Kepri, termasuk pulau-pulau kecil.

Victor menjelaskan, keberadaan kelompok tersebut merupakan bagian dari upaya membangun kemandirian ekonomi keluarga. 

Melalui UPPKA, keluarga didorong memiliki usaha sehingga mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan.

"Spirit UPPKA itu adalah pembangunan ekonomi keluarga. Keluarga memiliki usaha dan bisa meningkatkan pendapatannya," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Victor menjelaskan terkait perkembangan stunting di Kepri.

Berdasarkan angka terakhir yang dirilis, prevalensi stunting di Kepri mengalami penurunan dari sekitar 15 persen menjadi 14 persen.

Namun, ia mengingatkan masih terdapat daerah yang membutuhkan perhatian lebih serius, salah satunya Kabupaten Karimun yang angka stuntingnya masih berada di atas 20 persen.

Victor mengatakan kondisi tersebut menjadi Pekerjaan Rumah (PR) bersama, terutama dalam memperkuat koordinasi lintas sektor dan memperhatikan berbagai faktor yang memengaruhi kondisi keluarga di daerah tersebut.

"Masih ada salah satu kabupaten yang angkanya di atas 20 persen, yaitu Karimun. Ini menjadi tugas kita bersama, terutama pemerintah daerah, untuk lebih memperhatikan berbagai faktor yang memengaruhi kondisi masyarakat," kata Victor.

Ia berharap momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI tidak sekadar menjadi perayaan, tetapi juga menjadi pengingat bahwa pembangunan kesejahteraan masyarakat membutuhkan keterlibatan seluruh pihak.

BKKBN Kepri pun mengajak para mitra untuk terus memperkuat kolaborasi sehingga upaya pengentasan kemiskinan, peningkatan ekonomi keluarga dan percepatan penurunan stunting dapat dilakukan secara berkelanjutan.

"Kami ingin momentum ini menjadi spirit bersama. Bukan hanya pemerintah, tetapi seluruh mitra ikut bergerak membantu masyarakat Kepri," kata Victor.

Berikut daftar penerima penghargaan dari BKKBN Kepri dalam ramgka HUT ke-81 Kemerdekaan RI tahun 2026 :

  1. APINDO Kepri sebagai Mitra Swasta - Genting, predikat bronze
  2. PT Thiess Engineering Indonesia sebagai Mitra swasta - Genting, predikat silver
  3. BAZNAS Kepri sebagai Mitra LSM/Komunitas - Genting
  4. Polda Kepri atas Komitmen dan dukungan program Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya)
  5. RUMAH ZAKAT Kepri atas Fasilitasi Program gerakan orangtua Asuh Cegah Stunting (Genting)
  6. HABITAT FOR HUMANITY INDONESIA CABANGBATAM atas Fasilitasi Program gerakan orangtua Asuh Cegah Stunting (Genting)
  7. BANK SYARIAH INDONESIA (BSI) ВАТАМ KCP GRAND NIAGA MAS atas Fasilitasi Program gerakan orangtua Asuh Cegah Stunting (Genting)
  8. PT PERTAMINA PATRA NIAGA RETAIL REGIONAL SUMBAGUT atas Fasilitasi Program gerakan orangtua Asuh Cegah Stunting (Genting). (*)
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.