Pascagempa Flores, Pemerintah Akan Pulihkan Jalur Transportasi, Siagakan Armada Evakuasi & Logistik
Nuryanti August 15, 2026 07:38 PM

TRIBUNNEWS.COM - Penanganan pascagempa bumi yang melanda wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus dimaksimalkan oleh pemerintah pusat dan daerah. 

Pascagempa magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, NTT pada Sabtu (15/8/2026), pemerintah pun bergerak untuk melakukan pemulihan akses transportasi, perbaikan jaringan komunikasi, hingga percepatan evakuasi dan penyaluran logistik bagi masyarakat terdampak.

Guna memastikan mobilitas warga dan tim evakuasi berjalan lancar, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah menurunkan alat berat untuk membersihkan material longsor yang menutup akses jalan.

Dalam keterangan resminya, Kepala BNPB Suharyanto menegaskan bahwa pembukaan jalur transportasi dan pemulihan jaringan juga menjadi prioritas utama.

"Jalur-jalur transportasi, jalur komunikasi ini yang berikutnya akan dipulihkan. Dari Kementerian PU juga sudah mengerahkan personel dan alat peralatannya, segera akan bekerja membuka jalur transportasi yang mungkin terganggu akibat gempa ini. Memang dilaporkan ada beberapa jalan yang tertutup longsor," kata Suharyanto dalam konferensi persnya secara virtual, Sabtu (15/8/2026).

Terkait kemungkinan kendala sinyal, pemerintah juga menyiagakan perangkat komunikasi darurat agar jalur komunikasi bisa lancar pascagempa.

"Kemudian jalur komunikasi sampai sekarang memang belum dapat laporan apakah sinyal HP, telepon apakah ini terganggu, tetapi tentu saja kami juga menyiapkan alat komunikasi cadangan yang saat ini operasionalnya mudah seperti starlink, tentu saja ini akan segera kita siapkan," tambahnya.

Kerahan Armada Udara untuk Evakuasi dan Logistik

PENANGANAN GEMPA - Petugas SAR melakukan evakuasi di antara puing-puing bangunan yang hancur akibat gempa 7,7 yang mengguncang Flores NTT, Sabtu (15/8/2026).
PENANGANAN GEMPA - Petugas SAR melakukan evakuasi di antara puing-puing bangunan yang hancur akibat gempa 7,7 yang mengguncang Flores NTT, Sabtu (15/8/2026). (HO/IST/BNPB)

Proses pendorongan bantuan dan evakuasi didukung oleh armada udara dari berbagai instansi, mulai dari Kementerian Perhubungan, TNI-Polri, Basarnas, hingga BNPB.

"Kemudian untuk memudahkan pelaksanaan evakuasi, pendorongan logistik, dari Kementerian Perhubungan juga menyiagakan beberapa pesawat, termasuk dari BNPB kita juga sudah menyiapkan dua helikopter dan satu caravan. TNI-Polri juga menyiapkan, termasuk Basarnas apabila dibutuhkan," ungkap Suharyanto.

Meski armada telah disiagakan, kepastian jumlah unit alutsista yang diterjunkan akan disesuaikan dengan hasil asesmen langsung di lapangan.

"Berapa jumlahnya, berapa unit yang dikerahkan, tentunya ini setelah kami datang di lapangan, melihat situasi yang sebenarnya, melakukan asesmen, mengumpulkan keterangan, baru kita bisa menginformasikan secara jelas dan rinci, kepada masyarakat dan rekan media, berapa alutsista yang dibutuhkan," jelasnya.

Baca juga: Anggota DPR Dipo Nusantara Ingatkan Pemerintah Jangan Telat Bantu Korban Gempa NTT

Penyaluran Logistik Dasar dan Bantuan Presiden

Untuk memenuhi kebutuhan dasar warga seperti makanan, air bersih, tenda, hingga generator set (genset), pemerintah akan menggeser cadangan logistik dari kabupaten terdekat yang tidak terdampak parah, seperti Flores Timur.

"Logistik awal ya bagi masyarakat terdampak logistik dasar makan minum air bersih, tenda, tempat berlindung genset dan lain sebagainya tentu saja kondisi di lapangan masih kurang ini terus akan didorong dari Kementerian Sosial ini juga untuk satu dua hari ini akan menggeser logistik dan kebutuhan dasar masyarakat terdampak ini dari kabupaten-kabupaten sebelahnya yang terdampak ringan atau tidak terdampak."

"Contoh misalnya di Flores Timur baik Kementerian Sosial maupun BNPB masih punya di gudang logistik yang dibutuhkan untuk masyarakat terdampak. Ini memang cadangan untuk masyarakat yang terdampak Letusan Gunung Lewotobi Laki-laki yang lalu. Ini di gudang masih banyak barang-barang. Ini pun untuk sementara kita akan geser ke daerah terdampak bencana gempa bumi ini," sambungnya.

Selain itu, bantuan tambahan sebanyak 50.000 paket sembako dari Presiden melalui Kementerian Sekretariat Negara juga siap disalurkan dalam waktu singkat.

"Kemudian dari Bapak Presiden lewat Kementerian Sekretariat Negara juga sudah akan mengirimkan di SAT satu dua hari ini 50.000 paket sembako ini segera kami akan kirimkan untuk membantu kebutuhan logistik awal di daerah bencana itu," jelas Suharyanto.

Baca juga: Korban Jiwa Gempa NTT Bertambah Jadi 38, Dua Ribu Orang Mengungsi

Korban Jiwa Gempa NTT Bertambah Jadi 38

Korban jiwa akibat bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus bertambah.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat korban jiwa sebanyak 38 orang, hingga Sabtu (15/8/2026) pukul 15.00 WIB.

Adapun sebanyak dua jiwa mengalami luka berat dan 11 jiwa luka ringan.

"Korban jiwa sampai dengan pukul 15.00 sore ini, terdata ada 38 jiwa yang meninggal dunia. Kemudian 2 jiwa luka berat, 11 luka ringan kemudian kurang lebih ada 2.000 jiwa yang melaksanakan mengungsi secara mandiri," ucap Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto.

Ia juga menyampaikan, beberapa infrastruktur terdampak, antara lain beberapa jalan tertutup akibat longsor, puluhan rumah masyarakat yang rusak.

"Tadi Bapak Menteri Kesehatan juga menginformasikan bahwa banyak Puskesmas yang rusak. Hanya satu rumah sakit yang rusak yaitu di Maumere," kata Suharyanto.

"Kemudian untuk bandara bandara dari Kementerian Perhubungan (mencatat) ada 5 bandara yang terdampak tetapi bukan runway yang terdampak rusak, apakah nanti masuk rusak ringan, rusak sedang atau berat itu di gedung terminal ada 5. Kemudian untuk pelabuhannya yang terdampak ada 2 yaitu Pelabuhan Reo dan Pelabuhan Maumere," tambah dia.

Baca juga: DPR RI Sampaikan Duka Gempa NTT, Dorong Koordinasi Bantuan dan Evakuasi Korban

Polri Kerahkan SAR Brimob, DVI hingga K9

Di wilayah NTT, Polda NTT mengerahkan jajaran untuk melakukan evakuasi dan memberikan pertolongan kepada masyarakat di sejumlah wilayah terdampak.

Pendataan korban dan kerusakan masih terus dilakukan.

Namun dalam proses tersebut menghadapi kendala komunikasi karena jaringan di sejumlah wilayah daratan Flores mengalami gangguan.

“Yang paling utama saat ini adalah keselamatan masyarakat untuk data korban dan kerusakan masih terus dihimpun dan diverifikasi karena kondisi di lapangan masih dinamis, termasuk adanya kendala komunikasi di sejumlah wilayah,” ucap Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir, Sabtu (15/8/2026). 

Di tingkat Mabes Polri, penanganan telah dilakukan dengan mengkoordinasikan dukungan operasional dan logistik untuk memperkuat Polda NTT. 

Polri menyiapkan pasukan SAR Brimob untuk diberangkatkan ke NTT. 

Selain itu, dukungan SAR dari Polda NTB dan Polda Bali yang merupakan wilayah terdekat juga dipersiapkan untuk membantu Polda NTT.

Kapal tipe A terdekat pun disiapkan untuk mendukung mobilisasi bantuan menuju wilayah terdampak.

Baca juga: Gempa di NTT: 15 Warga Manggarai Meninggal

Sebagai langkah penanganan tahap awal, Sabtu (15/8/2026) Polri akan diberangkatkan satu Satuan Setingkat Kompi (SSK) pasukan SAR Brimob dari Pasukan Pelopor, disertai enam personel kesehatan dan dokter. 

Personel membawa dukungan dan peralatan SAR untuk membantu proses pencarian serta pertolongan korban.

Tim kesehatan dan DVI disiapkan untuk membantu proses identifikasi korban maupun pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak.

Polri juga mempersiapkan tim K9 untuk mendukung pencarian korban, khususnya di lokasi bangunan yang mengalami keruntuhan. 

Pengiriman K9 direncanakan dilakukan pada tahap berikutnya setelah pendataan jumlah personel dan kebutuhan alat angkut selesai.

“Seluruh kekuatan kita siapkan secara bertahap sesuai kebutuhan di lapangan termasuk pasukan SAR Brimob, tim kesehatan dan DVI, K9, maupun dukungan dari Polda-Polda terdekat, kita siapkan untuk mempercepat proses pencarian, pertolongan dan penanganan masyarakat terdampak,” kata Johnny.

Dukungan logistik juga telah disiapkan untuk tahap pertama. Bantuan tersebut berupa 10 set tenda pleton, 10 unit Wifi Portable Wontech dan 240 dus bahan makanan cepat saji. 

Logistik tersebut akan diberangkatkan dari Pondok Cabe menggunakan pesawat CN-295 Polri.

(Tribunnews.com/Faryyanida Putwiliani/Reynas Abdila)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.