TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengungkapkan sejumlah infrastruktur mengalami kerusakan pascagempa magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Ia memerinci, sejumlah jalan tertutup longsor dan puluhan rumah mengalami kerusakan.
"Ada beberapa jalan yang longsor tertutup. Datanya nanti akan disampaikan secara perinci dan detail dari Kementerian PU. Ada beberapa rumah masyarakat, ini tentu saja didata terus ya, berkembang terus," kata Suharyanto, dalam konferensi pers secara daring, Sabtu (15/8/2026).
Tak hanya itu, sejumlah puskesmas mengalami kerusakan.
Berdasarkan laporan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, hanya satu rumah sakit yang mengalami hal serupa.
Rumah sakit itu terletak di Maumere.
"Kemudian untuk bandara ya. Dari Kementerian Perhubungan ada 5 bandara yang terdampak, ya. Tetapi bukan runway yang terdampak rusak. Apakah nanti masuk rusak ringan, rusak sedang atau rusak berat, itu di gedung terminal, ada 5," tutur dia.
Di sisi lain, dua pelabuhan turut terdampak, yakni Pelabuhan Reo dan Pelabuhan Maumere.
"Banyak lagi yang lain-lain ya, rumah masyarakat. Tetapi, tentu saja ini adalah hari pertama terjadinya bencana, datanya akan berkembang terus dan nanti akan diberikan informasi kepada rekan-rekan media secara day to day," ujar dia.
Pusat gempa ada pada koordinat 8.41 Lintang Selatan - 121.39 Bujur Timur.
Kedalaman pusat gempa adalah 15 km alias gempa dangkal.
Lokasi persis pusat gempa ada di laut, 30 km arah timur Mbay Nagekeo, NTT.
"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini berpotensi tsunami,” tulis BMKG.
Sementara data per pukul 15.00 WIB mencatat, sebanyak 38 orang meninggal dunia akibat gempa bumi.
Kemudian, 2 jiwa luka berat dan 11 luka ringan. Ada pula 2.000 jiwa yang mengungsi secara mandiri.
Sumber: Kompas.com