UMBB Latih Karang Taruna Desa Perlang Gunakan Olahraga sebagai Media Penguatan Karakter Remaja
Asmadi Pandapotan Siregar August 15, 2026 08:41 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung (UMBB) melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) menggelar Pelatihan Sport for Character untuk memperkuat kapasitas Karang Taruna Desa Perlang, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah, Sabtu (15/8/2026).

Program tersebut diarahkan untuk mendukung pembinaan karakter remaja sekaligus memperkuat peran pemuda desa dalam menciptakan lingkungan yang positif melalui aktivitas olahraga.

Ketua tim pengabdian Dedy Putranto mengatakan kegiatan dirancang sebagai upaya memperkuat peran pemuda desa, dalam menciptakan lingkungan pembinaan remaja yang positif melalui aktivitas olahraga.

"Kegiatan tersebut dilatarbelakangi oleh kebutuhan Desa Perlang, terhadap penguatan pembinaan generasi muda. Selain persoalan pendidikan, termasuk masih ditemukannya warga usia sekolah yang putus sekolah, pemerintah desa juga menghadapi tantangan terkait kenakalan remaja dan potensi perilaku berisiko di kalangan generasi muda," ujar Dedy Putranto.

Melalui program ini, Karang Taruna tidak hanya ditempatkan sebagai peserta kegiatan olahraga, tetapi dipersiapkan sebagai fasilitator pembinaan karakter remaja di lingkungan desa.

Dedy Putranto mengatakan olahraga memiliki potensi besar, untuk menjadi media pembentukan karakter apabila dirancang secara terarah.

"Kegiatan ini diikuti, oleh 15 sampai 20 pemuda karang taruna. Olahraga tidak hanya berkaitan dengan kebugaran fisik. Di dalam aktivitas olahraga terdapat pengalaman belajar yang dapat digunakan untuk membangun kerja sama, disiplin, tanggung jawab, kepemimpinan, komunikasi, sportivitas, dan kemampuan mengambil keputusan," jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, konsep Sport for Character dikemas melalui aktivitas olahraga berbasis challenge games.

Peserta diberikan sejumlah tantangan kelompok yang menuntut kerja sama, komunikasi, strategi, kepemimpinan, dan tanggung jawab.

Beberapa aktivitas dirancang dalam bentuk team relay, human bridge, balance and trust, strategy challenge, serta final team mission. 

Pihaknya menekankan setiap aktivitas tidak berhenti pada permainan, tetapi dilanjutkan dengan sesi refleksi. Pada sesi refleksi, peserta diajak mengidentifikasi pengalaman yang mereka alami selama permainan dan menghubungkannya dengan nilai-nilai karakter dalam kehidupan sehari-hari.

"Yang menjadi pembeda bukan sekadar permainan olahraganya, tetapi proses setelah permainan. Peserta diajak bertanya, apa yang terjadi dalam kelompok, bagaimana mereka mengambil keputusan, bagaimana menghadapi kegagalan, dan bagaimana menyelesaikan perbedaan. Dari sana nilai karakter dapat diidentifikasi dan diterapkan dalam kehidupan nyata," tuturnya.

Pendekatan tersebut menggunakan siklus experience reflection character application. Peserta terlebih dahulu memperoleh pengalaman melalui aktivitas olahraga, kemudian melakukan refleksi, mengidentifikasi nilai karakter yang muncul, dan selanjutnya merumuskan penerapannya dalam kehidupan sosial.

"Program ini juga membekali Karang Taruna dengan sport for character kit yang dapat digunakan untuk kegiatan pembinaan remaja secara mandiri. Perangkat tersebut mencakup modul, challenge card, lembar refleksi, serta materi digital yang dapat diakses melalui telepon pintar," ucapnya.

Dengan adanya perangkat tersebut, kegiatan pengabdian tidak berhenti setelah pelatihan selesai. Karang Taruna diharapkan mampu mengembangkan dan melaksanakan kegiatan serupa secara mandiri, sesuai dengan kondisi dan kebutuhan remaja Desa Perlang.

"Pemerintah Desa Perlang menyambut baik kegiatan yang melibatkan pemuda, dalam upaya menciptakan aktivitas positif bagi generasi muda. Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan Karang Taruna diharapkan dapat menjadi salah satu bentuk penguatan lingkungan sosial yang mendukung perkembangan remaja," tuturnya.

Dedy mengatakan program ini juga diarahkan untuk mendukung upaya preventif terhadap perilaku berisiko pada remaja melalui peningkatan keterlibatan mereka dalam aktivitas positif, interaksi sosial yang sehat, dan kegiatan kepemudaan yang produktif.

Melalui kegiatan tersebut, UMBB berharap Karang Taruna Desa Perlang tidak hanya menjadi organisasi kepemudaan, tetapi berkembang menjadi mitra strategis desa dalam pembinaan karakter generasi muda.

“Harapan kami, setelah kegiatan ini Karang Taruna memiliki bekal praktis untuk membuat kegiatan olahraga yang bukan hanya menyenangkan, tetapi juga memiliki tujuan pembinaan karakter. Dengan demikian, olahraga dapat menjadi salah satu ruang positif bagi remaja untuk berkembang,” ucapnya.

Kegiatan ini sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan masyarakat desa melalui pendekatan yang partisipatif, berbasis kebutuhan lokal, dan berorientasi pada keberlanjutan program. (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.