TRIBUNJATENG.COM — Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Tlobong, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, mulai didorong untuk memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana memperkenalkan usaha kepada masyarakat.
Ketika sebuah UMKM memiliki titik lokasi yang jelas, calon konsumen tidak hanya dapat mengetahui nama dan jenis usaha, tetapi juga memperoleh informasi mengenai lokasi dan cara menuju tempat tersebut.
Baca juga: Keluhan Desil 10 Bermunculan, DEN: Bisa Jadi Kondisi Ekonominya Sudah Berubah
Baca juga: Aktif Mengabdi dan Berprestasi, Anggota Racana UIN Saizu Raih Lencana Teladan
Upaya digitalisasi tersebut dilakukan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) melalui kegiatan edukasi dan pendataan UMKM yang digelar di Aula Kantor Desa Tlobong, Sabtu (15/8/2026).
“UMKM perlu mulai memiliki identitas digital yang mudah ditemukan masyarakat.
Informasi usaha yang sebelumnya hanya diketahui oleh warga sekitar dapat diperkenalkan kepada masyarakat dari luar desa yang sedang mencari produk atau jasa tertentu.
“Selama ini mungkin ada usaha yang sudah berjalan lama, tetapi belum banyak diketahui masyarakat di luar lingkungan sekitar.
Selain mengarahkan pelaku UMKM membuat titik lokasi usaha, mahasiswa KKN juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya memiliki informasi usaha yang terdokumentasi secara digital.
Informasi tersebut dapat digunakan untuk mendukung promosi sekaligus menjadi sumber informasi bagi masyarakat yang ingin mengenal produk dan usaha yang tersedia di Desa Tlobong.
“Digitalisasi informasi UMKM ini bukan hanya soal mempromosikan produk melalui media digital. Yang tidak kalah penting adalah bagaimana informasi mengenai usaha masyarakat dapat terdokumentasi dengan baik dan mudah diakses,” ujar Laura.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pendataan UMKM yang tersebar di setiap RW di Desa Tlobong.
Data yang dihimpun meliputi nama usaha, jenis atau produk yang ditawarkan, deskripsi usaha, kontak pelaku usaha, hingga informasi lokasi usaha.
Pendataan tersebut dilakukan untuk membangun basis data UMKM Desa Tlobong yang lebih terstruktur.
Data tersebut nantinya dapat digunakan Pemerintah Desa sebagai bahan pemetaan potensi UMKM sekaligus mendukung penyusunan program pemberdayaan dan pengembangan usaha masyarakat.
“Pendataan ini menjadi langkah awal supaya Pemerintah Desa memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai UMKM yang ada di setiap RW. Jadi bukan hanya mengetahui jumlahnya, tetapi juga mengetahui jenis usaha, produk, kontak, dan lokasi masing-masing,” kata Laura.
Data UMKM yang telah dihimpun selanjutnya akan disusun menjadi informasi yang lebih terstruktur. Seluruh hasil pendataan tersebut akan diserahkan kepada Pemerintah Desa Tlobong untuk dimanfaatkan sebagai bahan penyusunan katalog digital UMKM Desa Tlobong.
Informasi tersebut kemudian direncanakan untuk dimasukkan ke dalam website Desa Tlobong. Dengan demikian, informasi UMKM tidak hanya tersimpan sebagai arsip desa, tetapi dapat menjadi bagian dari sistem informasi desa yang bisa diakses masyarakat secara lebih luas.
Bagi pelaku UMKM, digitalisasi tersebut diharapkan dapat membuka peluang promosi yang lebih luas. Sementara bagi Pemerintah Desa, data UMKM dapat menjadi arsip sekaligus dasar dalam menentukan kebijakan maupun program pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Program tersebut juga memiliki keterkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) Desa, khususnya SDGs Desa Nomor 8 tentang Pertumbuhan Ekonomi Desa Merata.
Digitalisasi UMKM dapat membantu memperluas akses promosi, informasi usaha, dan peluang pemasaran bagi pelaku usaha.
Selain itu, kegiatan tersebut mendukung SDGs Desa Nomor 9 tentang Infrastruktur dan Inovasi Desa melalui pemanfaatan teknologi dan informasi digital untuk menunjang aktivitas ekonomi masyarakat.
“Yang kami harapkan bukan hanya kegiatan hari ini selesai kemudian datanya berhenti. Data ini bisa terus diperbarui dan dikembangkan Pemerintah Desa sehingga menjadi bagian dari sistem informasi desa,” tutur Laura.
Digitalisasi tersebut menjadi langkah awal untuk meningkatkan visibilitas usaha masyarakat sekaligus membantu Pemerintah Desa mengenali potensi ekonomi lokal. Ke depan, keberlanjutan pemutakhiran data dan pengelolaan informasi digital diharapkan dapat semakin memperkuat promosi serta pemberdayaan UMKM Desa Tlobong. (*)