Drama Penalti Antar TEO Surabaya Juara, Kini Bersiap Hadapi Persaingan U-16 Asia Tenggara
TRIBUNNNEWS.COM, JAKARTA – Turnamen sepak bola kelompok usia U-16 Haier Cup Indonesia 2026 berakhir di Stadion ASIOP, Jakarta, Sabtu (15/8/2026).
Tandang Enggal Oetomo (TEO) Surabaya keluar sebagai juara setelah mengalahkan Adhyaksa FC Banten melalui drama adu penalti pada partai final.
Gelar tersebut sekaligus membawa TEO Surabaya menjadi wakil Indonesia pada Haier Cup Southeast Asia 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Thailand pada September mendatang.
Kompetisi ini diikuti 32 klub U-16 dari berbagai daerah.
Rangkaian pertandingan berlangsung sejak akhir Juli dan digelar di dua kota, Surabaya dan Jakarta, sebelum berakhir pada partai final di ibu kota.
Kemenangan di final menjadi pencapaian penting bagi TEO Surabaya.
Sebagai juara, mereka akan mendapat kesempatan menguji kemampuan menghadapi tim-tim kelompok usia sebaya dari negara lain di Asia Tenggara.
Pada turnamen regional di Thailand, TEO Surabaya dijadwalkan berhadapan dengan wakil dari sejumlah negara, termasuk Malaysia, Thailand, dan Vietnam.
Marketing Manager PT Haier Sales Indonesia, Yazid, mengatakan pertandingan final berlangsung kompetitif hingga harus ditentukan melalui adu penalti.
"Pertandingan berjalan dengan lancar dan sangat seru, bahkan sampai ada dua penalti. Kami sangat senang acara ini bisa berjalan dengan baik bersama Atria sebagai partner kami di Indonesia," ujar Yazid.
Menurut dia, TEO Surabaya menjadi tim yang akan membawa nama Indonesia dalam kompetisi regional tersebut.
"Satu tim. Kebetulan yang menjadi juara hari ini adalah tim TEO dari Surabaya, sehingga satu tim TEO Surabaya akan berangkat ke Thailand," katanya.
Ajang di Thailand nantinya akan menjadi kesempatan bagi para pemain muda Indonesia untuk mendapatkan pengalaman menghadapi gaya bermain dan karakter tim dari negara lain.
Yazid juga menyebut terdapat kemungkinan kompetisi tersebut berkembang ke level yang lebih luas pada akhir tahun.
"Kami masih berdiskusi. Kemungkinan nantinya akan dibawa ke tingkat global pada akhir tahun. Mudah-mudahan Indonesia bisa menang dan mewakili Haier Southeast Asia," ujarnya.
Dari sisi olahraga, Haier Cup Indonesia 2026 memberikan ruang kompetisi bagi pemain muda untuk mendapatkan pengalaman bertanding secara lebih terstruktur.
Sebanyak 32 klub mengikuti turnamen ini dengan rangkaian pertandingan yang berlangsung di Surabaya dan Jakarta. Format tersebut mempertemukan talenta-talenta U-16 dari sejumlah daerah sebelum persaingan mengerucut hingga partai final.
Bagi pemain usia muda, kompetisi semacam ini tidak hanya berorientasi pada hasil akhir, tetapi juga menjadi bagian dari proses pengembangan kemampuan teknis, pemahaman taktik, mental bertanding, serta pengalaman menghadapi tekanan dalam pertandingan penting.
Penyelenggara menyatakan turnamen akan kembali digelar tahun depan. Evaluasi terhadap edisi perdana akan menjadi dasar untuk menentukan pengembangan kompetisi berikutnya, termasuk kemungkinan melibatkan lebih banyak kota dan mitra lokal.
"Ya, kami akan mengadakannya kembali tahun depan. Mudah-mudahan kegiatan ini bisa terus mendukung perkembangan sepak bola di Indonesia, khususnya untuk kelompok usia 16 tahun, sehingga bisa kami kembangkan bersama-sama," kata Yazid.
Ia mengatakan cakupan turnamen juga berpotensi diperluas.
"Kemungkinan akan kami kembangkan lagi ke kota-kota lainnya tahun depan. Tahun ini merupakan penyelenggaraan pertama dan kami mengadakannya di dua kota," ujarnya.
Dengan berakhirnya Haier Cup Indonesia 2026, perhatian berikutnya tertuju pada kiprah TEO Surabaya di Thailand.
Pertandingan di level Asia Tenggara akan menjadi ujian lanjutan bagi para pemain U-16 tersebut sekaligus kesempatan mengukur perkembangan sepak bola usia muda Indonesia dalam persaingan regional.