Liputan6.com, Jakarta - PT Garuda Yamato Steel (GYS) memastikan kesiapan kapasitas produksi dan stok baja profil untuk memenuhi kebutuhan proyek konstruksi berskala besar di Indonesia. Langkah ini dilakukan seiring meningkatnya permintaan material baja untuk pembangunan gedung, jembatan, pelabuhan, gudang, hingga fasilitas industri.
Sebagai produsen baja lokal yang berfokus pada produk hot rolled section, Garuda Yamato Steel memproduksi berbagai profil struktural, seperti H-Beam, WF, UNP, dan baja siku.
Presiden Direktur PT Garuda Yamato Steel Tony Taniwan mengatakan ketersediaan stok menjadi bagian penting untuk membantu kontraktor menjaga jadwal pengerjaan proyek.
"Kami memahami bahwa ketepatan pengiriman material menjadi salah satu faktor penting dalam kelancaran proyek. Oleh sebab itu, kami terus memastikan ketersediaan stock baja profil. Hasilnya, kontraktor memperoleh kepastian informasi mengenai spesifikasi, jumlah, dan jadwal pasokan," ujar Tony, dikutip Sabtu (15/8/2026).
Untuk proyek dengan kebutuhan volume besar, Garuda Yamato Steel juga menyediakan material dengan panjang khusus (custom length) di luar ukuran standar 12 meter. Layanan ini dapat membantu mengurangi sisa potongan material sekaligus meningkatkan efisiensi penggunaan baja.

Selain memastikan ketersediaan pasokan, GYS menekankan pentingnya kualitas dan spesifikasi baja untuk memenuhi kebutuhan struktur bangunan.
Dalam proses produksinya, GYS menggunakan teknologi Electric Arc Furnace (EAF) yang mampu menghasilkan berbagai grade baja, mulai dari mild steel hingga high tensile steel.
GYS juga memasarkan produk hot rolled section grade high tensile melalui produk Tahan Gempa Plus. Produk seperti H-Beam, IWF, Channel, dan Equal Angle digunakan untuk berbagai kebutuhan struktur, termasuk balok, kolom, rangka, dan pengaku.
Tony mengatakan pengawasan mutu dilakukan sebelum produk masuk tahap distribusi.
"Produk baja profil GYS yang dihasilkan dengan teknologi EAF telah menjalani proses pemeriksaan sebelum masuk ke tahap distribusi. Pengendalian ini dilakukan untuk menjaga kesesuaian produk dengan standar SNI serta permintaan pelanggan," tambah Tony.
Untuk proyek di wilayah rawan gempa, penggunaan baja berkekuatan tinggi dapat menjadi salah satu pertimbangan. Namun, ketahanan bangunan tetap bergantung pada desain struktur, sambungan, sistem pengaku, daktilitas, serta kualitas fabrikasi dan pengerjaan di lapangan.
Kesiapan logistik menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran pasokan baja ke lokasi proyek. Pengiriman material perlu mempertimbangkan berat dan panjang profil, kapasitas kendaraan, akses menuju lokasi, serta area pembongkaran.
GYS menyatakan terus menjaga ketersediaan stok untuk memenuhi kebutuhan sektor konstruksi dan industri di pasar domestik. Kepastian pasokan diharapkan membantu kontraktor mengatur tahapan pekerjaan secara lebih terukur.
Selain spesifikasi produk, kontraktor dapat menggunakan Mill Test Certificate (MTC) sebagai salah satu referensi dalam memastikan kesesuaian material. Dokumen tersebut memuat informasi mengenai mechanical properties dan chemical composition produk.