Layanan Kesehatan Gratis di Sam Poo Kong Semarang Jadi Simbol Keberagaman
rival al manaf August 15, 2026 11:11 PM

TRIBUNJATENG.COM - Layanan kesehatan gratis yang digelar dalam rangkaian kegiatan Bakti Indonesia: Gerakan Derma Sosial dalam Keberagaman Indonesia di Klenteng Agung Sam Poo Kong, Semarang, Jawa Tengah, tidak hanya menjadi bentuk kepedulian sosial, tetapi juga membawa pesan tentang keberagaman dan kerukunan masyarakat.

Kegiatan yang diselenggarakan Yayasan Bakti Keberagaman Indonesia (YBKI) pada 6–8 Agustus 2026 tersebut membuka akses berbagai layanan kesehatan bagi masyarakat tanpa dipungut biaya.

Layanan yang tersedia meliputi pemeriksaan kesehatan umum, pemeriksaan gigi, pemeriksaan mata, pemeriksaan jantung, hingga deteksi dini kanker payudara.

Pemilihan Klenteng Agung Sam Poo Kong sebagai lokasi kegiatan juga memiliki makna tersendiri.

Tempat tersebut dikenal sebagai salah satu simbol akulturasi budaya sekaligus menjadi bagian dari sejarah kehidupan masyarakat Semarang yang menunjukkan nilai toleransi dan kerukunan dalam keberagaman.

Baca juga: Pesona Wisata Semarang di Tahun Baru 2026, Mulai Dari Lawang Sewu hingga Sam Poo Kong

Baca juga: Langkah Tertatih Jiantoro Menembus Pagi, Menjaga Jejak Cheng Ho di Sam Poo Kong

PT Phapros Tbk, anak usaha PT Kimia Farma Tbk yang merupakan bagian dari Danantara Indonesia, turut mendukung kegiatan tersebut melalui penyediaan obat-obatan dan multivitamin untuk layanan pengobatan gratis bagi masyarakat.

Direktur Utama PT Phapros Tbk Intan Abdams Katoppo mengatakan kegiatan tersebut sejalan dengan komitmen perusahaan dalam menjalankan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), khususnya pada bidang kesehatan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Kegiatan ini sejalan dengan pilar sosial kebijakan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Phapros, yaitu untuk meningkatkan kesehatan dan kualitas SDM sekitar.

Oleh sebab itu, kami turut mendukung kegiatan YBKI ini dalam memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Intan, dalam keterangan tertulis Sabtu (15/8/2026).

Menurut Intan, kegiatan pelayanan kesehatan di Sam Poo Kong menjadi momentum untuk menggabungkan kepedulian terhadap kesehatan masyarakat dengan semangat keberagaman.

Masyarakat dari berbagai latar belakang dapat memperoleh layanan kesehatan secara gratis dalam satu ruang yang memiliki nilai sejarah dan budaya.

“Klenteng Agung Sam Poo Kong merupakan simbol akulturasi budaya dan wujud nyata toleransi dan kerukunan antarumat beragama yang selama ini menjadi bagian dari sejarah panjang kehidupan masyarakat Indonesia,” kata Intan.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya memberikan manfaat secara langsung melalui pelayanan kesehatan, tetapi juga memperkuat persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat.

“Harapannya kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus memperkuat persaudaraan dalam keberagaman,” ujarnya.

Dukungan Phapros dalam kegiatan tersebut diwujudkan melalui penyediaan obat-obatan dan multivitamin yang digunakan dalam layanan pengobatan gratis.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya perusahaan memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan sekaligus memberikan manfaat nyata melalui program TJSL.

Selain layanan kesehatan, rangkaian Bakti Indonesia juga diisi diskusi publik dan health talk dengan menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan praktisi kesehatan, budayawan, tokoh masyarakat, hingga figur publik.

Sejumlah tokoh seperti Sujiwo Tejo dan Inayah Wahid turut berbagi pandangan mengenai kebangsaan, toleransi, dan keberagaman.

Sementara dari bidang kesehatan dan psikologi, YBKI menghadirkan Dr. Riamiyati dan psikolog Peter Nelwan untuk memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental.

Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pesan keberagaman tidak hanya disampaikan melalui diskusi, tetapi juga diwujudkan melalui kegiatan sosial yang dapat dirasakan langsung masyarakat.

Di sisi lain, dukungan terhadap kegiatan Bakti Indonesia menjadi bagian dari implementasi TJSL Phapros yang dijalankan melalui empat pilar utama, yakni sosial, ekonomi, lingkungan, serta hukum dan tata kelola.

Pada pilar sosial, Phapros memfokuskan program pada peningkatan kesehatan dan kualitas sumber daya manusia di sekitar perusahaan. Sementara pada pilar ekonomi, perusahaan menjalankan program pemberdayaan UMKM lokal melalui pendekatan ekonomi sirkular.

Salah satu programnya berupa pelatihan eco enzyme yang mengajarkan pengolahan limbah kulit buah dan sayuran menjadi produk bernilai ekonomi. Program tersebut telah diberikan kepada lima kelompok UMKM dengan produk yang dihasilkan berupa pembersih lantai alami, pupuk cair atau POC, serta sabun antibakteri. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.