Laporan Wartawan TribunGayo.com Bustami| Bener Meriah
TRIBUNGAYO.COM, REDELONG - Meski wilayah Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh, belum memasuki masa panen raya, harga jual biji kopi Arabika Gayo (petik merah/cherry) di tingkat petani terpantau tetap berada di level yang cukup tinggi.
Berdasarkan pantauan langsung di lapangan pada Sabtu (15/8/2026), kondisi tanaman kopi di mayoritas perkebunan warga masih dalam fase pematangan atau didominasi buah hijau.
Panen besar atau panen raya diperkirakan baru akan berlangsung secara bertahap mulai bulan September 2026 mendatang.
Walaupun jumlah pasokan buah petik merah saat ini masih terbatas, harga jual lokal cenderung bertahan tinggi dan stabil.
Baca juga: Harga Kopi Arabika Gayo di Aceh Tengah Stabil, Petani Mulai Bersiap Hadapi Panen Raya
Di wilayah Kecamatan Wih Pesam dan Kecamatan Bukit, harga kopi basah kualitas petik merah berada di kisaran Rp22.000 hingga Rp22.500 per bambu.
Salah satu petani kopi di Kecamatan Wih Pesam, Maksal, mengonfirmasi bahwa harga jual buah merah di tingkat petani bertahan memuaskan meski aktivitas pemetikan belum ramai.
"Harga jual saat ini tergolong tinggi untuk ukuran luar musim panen. Rata-rata kita jual di kisaran Rp 22.000 hingga Rp 22.500 per bambu, tergantung tingkat kebersihan dan kualitas petik," ujar Maksal kepada TribunGayo.com, Sabtu (15/8/2026).
Maksal memprediksi, jika tren permintaan pasar terus bertahan stabil, harga biji kopi berpotensi terus merangkak naik saat memasuki awal musim panen raya nanti.
Senada dengan Maksal, petani asal Kecamatan Bukit, Antoni, menyampaikan bahwa buah kopi di dahan saat ini membutuhkan perawatan ekstra agar tidak rontok sebelum memasuki puncak panen.
"Saat ini buahnya masih dominan hijau. Jadi petani fokus memberi pupuk dan perawatan agar buahnya kuat di dahan sampai matang sempurna di bulan September 2026 nanti. Alhamdulillah, menjelang panen raya ini harga gelondong bertahan di Rp 22.500 per bambu," pungkas Antoni. (*)
(Catatan: Harga tersebut dapat bervariasi di setiap kecamatan, tergantung pada kondisi dan kualitas kopi yang dihasilkan).