Bondowoso Peringati Hari Jadi ke-207, Keluarga Ki Ronggo Dorong Pakaian Adat Jadi Seragam Resmi
Samsul Arifin August 15, 2026 11:14 PM

 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sinca Ari Pangestu

TRIBUNJATIM.COM, BONDOWOSO - Peringatan Hari Jadi Bondowoso (Harjabo) ke-207 tidak hanya menjadi penanda bertambahnya usia daerah, tetapi juga momentum untuk kembali mengingat sejarah dan perjuangan para perintis Bondowoso.

Pemerintah Kabupaten Bondowoso memperingati Harjabo ke-207 tahun 2026 dengan menggelar istighosah dan tasyakuran di Kompleks Makam Raden Bagus Asra atau Ki Ronggo, Kelurahan Sekarputih, Kecamatan Tegalampel, Sabtu (15/8/2026).

Kegiatan tersebut diisi dengan doa bersama untuk para pendiri dan perintis daerah. Pemilihan Kompleks Makam Ki Ronggo juga menjadi simbol penghormatan terhadap sosok yang memiliki peran penting dalam sejarah awal berdirinya Bondowoso.

Perwakilan keluarga besar Ki Ronggo, Didik Sugiono, mengapresiasi konsistensi Pemkab Bondowoso dalam menggelar agenda tahunan tersebut.

Menurutnya, Harjabo tidak semestinya dipandang sekadar sebagai kegiatan seremonial, melainkan kesempatan untuk memahami kembali nilai perjuangan yang diwariskan para pendahulu.

"Beliau tidak hanya meletakkan batu pertama bangunan fisik daerah ini, tetapi juga menanamkan pondasi karakter masyarakat Bondowoso yang tangguh, santun, bergotong royong, dan religius," ujar Didik pada Sabtu (15/8/2026).

Baca juga: Hendak Beli Iphone 13 untuk Hadiah Istri, Pria di Bondowoso Malah Kena Sial dan Tertipu

Mengenang Perjuangan Ki Ronggo

Didik menegaskan keluarga besar Ki Ronggo berkomitmen untuk terus merawat warisan sejarah yang ditinggalkan Raden Bagus Asra.

Warisan tersebut tidak hanya berkaitan dengan sejarah terbentuknya Bondowoso, tetapi juga nilai-nilai yang diharapkan tetap menjadi bagian dari karakter masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, keluarga Ki Ronggo juga menyampaikan aspirasi kepada Pemkab Bondowoso agar segera meresmikan pakaian adat Bondowoso sebagai seragam dinas harian maupun pakaian dalam acara seremonial kenegaraan.

Menurut Didik, penggunaan pakaian adat dalam kegiatan resmi dapat menjadi salah satu cara menjaga keberadaan budaya lokal sekaligus memperkuat identitas masyarakat Bondowoso.

"Penggunaan pakaian adat dalam kegiatan resmi penting untuk melestarikan budaya lokal sekaligus menumbuhkan rasa bangga masyarakat terhadap identitas daerahnya," tegasnya.

Harjabo Jadi Pengingat Sejarah Bondowoso

Sementara itu, Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid mengatakan Harjabo ke-207 menjadi penanda penting perjalanan panjang wilayah Bondowoso yang berdiri sejak 1819.

Sejarah tersebut bermula dari proses pembukaan wilayah atau buka alas hingga terbentuknya struktur pemerintahan pertama.

"Sejarah besar tersebut tidak lepas dari sosok perintis utama, Ki Ronggo (Raden Bagus Asra), beserta keluarga dan para pengikutnya," kata Bupati.

Karena itu, peringatan Harjabo diharapkan tidak hanya menjadi rutinitas tahunan. Momentum tersebut juga dapat menjadi ruang refleksi bagi masyarakat untuk memahami perjalanan daerah sekaligus mengambil nilai perjuangan dari para pendahulu.

Satukan Niat untuk Kemajuan Bondowoso

Bupati Abdul Hamid Wahid mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan istighosah dan tasyakuran Harjabo sebagai momentum untuk menyatukan niat dalam membangun Bondowoso.

Menurutnya, semangat perjuangan para pendahulu perlu diteruskan melalui upaya bersama untuk menciptakan daerah yang damai, sejahtera dan semakin maju.

"Mari kita memohon pertolongan Allah SWT agar Bondowoso senantiasa dinaungi kedamaian, kesejahteraan, dan kemajuan," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.