TRIBUNJOGJA.COM - Kalau mendengar turnamen esports, mungkin yang langsung terbayang adalah satu game dengan puluhan tim yang bertanding untuk memperebutkan gelar juara.
Namun, Esports World Cup atau EWC punya konsep yang sedikit berbeda.
Ajang ini mempertemukan berbagai game sekaligus dalam satu kompetisi besar.
Ada game sepak bola, MOBA, fps, battle royale, fighting game, hingga sim racing yang dimainkan oleh pemain dan tim dari berbagai negara.
Tidak heran jika EWC disebut sebagai salah satu ajang esports terbesar di dunia.
Berawal dari Ambisi Arab Saudi
Esports World Cup pertama kali diumumkan pada 2023 sebagai bagian dari ambisi Arab Saudi untuk menjadikan negaranya sebagai salah satu pusat industri gaming dan esports dunia.
Turnamen ini kemudian digelar untuk pertama kalinya pada 2024 di Riyadh.
Di balik penyelenggaraannya ada Esports World Cup Foundation atau EWCF, organisasi nirlaba yang dibentuk untuk mengembangkan ekosistem esports dan mendukung keberlanjutan klub-klub esports.
Pemerintah Arab Saudi juga menjadikan industri gaming sebagai salah satu bagian dari strategi diversifikasi ekonominya.
Sejak awal, EWC memang dirancang dengan skala yang besar.
Edisi pertamanya pada 2024 menghadirkan 1.500 atlet, 200 klub dari 100 negara, serta 22 turnamen dari 21 game dengan total hadiah lebih dari 60 juta dolar AS.
Hadiahnya Mencapai Rp1,3 Triliun
Besarnya EWC paling mudah terlihat dari jumlah hadiah yang disediakan.
Pada 2024, total hadiahnya sudah menembus 60 juta dolar AS.
Angka tersebut kemudian naik menjadi lebih dari 70 juta dolar AS pada 2025.
Untuk edisi 2026, total hadiah kembali dinaikkan menjadi 75 juta dolar AS, atau sekitar Rp1,3 triliun jika menggunakan kurs Rp17.800 per dolar AS.
Jumlah tersebut dibagikan ke berbagai pertandingan dan kategori, termasuk hadiah untuk juara masing-masing game serta kompetisi antarklub secara keseluruhan.
Besarnya hadiah inilah yang membuat EWC sejak awal langsung mencatatkan namanya sebagai salah satu turnamen esports dengan prize pool terbesar yang pernah digelar.
Bukan Satu Game, Tapi Puluhan Game
Salah satu hal yang membuat EWC berbeda adalah formatnya.
Turnamen esports pada umumnya hanya berfokus pada satu game.
Misalnya, satu kompetisi khusus League of Legends atau satu kejuaraan khusus Dota 2.
EWC justru mengumpulkan banyak game dalam satu rangkaian acara.
Pada 2026, terdapat 25 turnamen yang mempertandingkan 24 judul game.
Lebih dari 2.000 pemain dan 200 klub dari lebih dari 100 negara ikut ambil bagian.
Pertandingannya juga berlangsung selama tujuh minggu, mulai 6 Juli hingga 23 Agustus 2026.
Game yang dipertandingkan berasal dari berbagai genre sehingga satu klub bisa mengirimkan pemain berbeda untuk beberapa cabang sekaligus.
Ada Gelar Juara untuk Klub Secara Keseluruhan
Di sinilah bagian yang paling menarik dari EWC.
Setiap game memang memiliki juara masing-masing.
Namun, EWC juga memberikan penghargaan yang disebut Club Championship.
Klub mengumpulkan poin berdasarkan hasil para pemainnya di berbagai pertandingan.
Semakin tinggi posisi yang diraih, semakin banyak poin yang diperoleh.
Artinya, sebuah klub tidak cukup hanya memiliki satu pemain yang hebat.
Mereka harus punya beberapa skuad yang mampu tampil konsisten di berbagai game agar bisa bersaing dalam perebutan gelar klub terbaik.
Format ini membuat EWC terasa seperti gabungan beberapa cabang olahraga dalam satu kejuaraan.
Klub esports bisa bertanding di banyak permainan dan membawa seluruh hasil tersebut ke dalam satu klasemen.
Konsep tersebut memang sudah menjadi bagian dari rancangan EWC sejak awal.
Penyelenggara menyebut format lintas game ini dibuat untuk mendorong klub membangun organisasi yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Team Falcons Jadi Juara Umum Pertama
Pada edisi perdana 2024, Team Falcons dari Arab Saudi berhasil menjadi klub pertama yang memenangkan Club Championship.
Mereka mengumpulkan poin dari berbagai cabang yang diikuti sepanjang turnamen dan akhirnya keluar sebagai juara umum.
Keberhasilan tersebut juga menunjukkan bahwa EWC tidak hanya mencari pemain terbaik dalam satu game, tetapi klub yang mampu membangun kekuatan di berbagai cabang esports.
EWC 2026 Punya Perbedaan Besar
Ada perubahan besar pada penyelenggaraan tahun ini.
Setelah dua edisi pertama digelar di Riyadh, EWC 2026 untuk pertama kalinya berlangsung di luar Arab Saudi, tepatnya di Paris, Prancis.
Meski lokasi berubah, format lintas game dan kompetisi Club Championship tetap menjadi bagian utama turnamen.
Perubahan lokasi ini juga menunjukkan bahwa EWC mulai diposisikan sebagai ajang esports global, bukan sekadar kompetisi yang berlangsung di satu negara.
Dengan puluhan game, ribuan pemain, ratusan klub, serta hadiah yang mencapai puluhan juta dolar, Esports World Cup kini sudah berkembang jauh dari sekadar turnamen game.
Ajang ini menjadi salah satu contoh bagaimana esports mulai diperlakukan seperti industri olahraga profesional, lengkap dengan klub, pemain, sponsor, penonton, hingga kompetisi lintas cabang.
(MG Farhatiy Rijal)