POS-KUPANG.COM, MAUMERE – Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8/2026), menyebabkan sejumlah rumah warga di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, mengalami kerusakan.
Berdasarkan informasi sementara dari Andrian Masryano Jhon Tandi, perangkat Desa Nitung Lea, sedikitnya 20 rumah dilaporkan roboh akibat guncangan gempa.
Sebanyak 19 rumah berada di Dusun Cua sedangkan satu rumah lainnya berada di Dusun Nitung.
Selain kerusakan bangunan, seorang warga di wilayah itu dilaporkan mengalami luka berat akibat gempa.
Andrian mengatakan, proses pendataan dampak gempa masih dilakukan di wilayah Pulau Palue. Namun, proses tersebut menghadapi kendala karena jaringan komunikasi di Pulau Palue sulit, sehingga informasi dari sejumlah wilayah belum dapat diterima secara maksimal.
Baca juga: Dampak Gempa Flores M 7,7 Puluhan Rumah di Nampar Sepang, Manggarai Timur Ambruk, Warga Mengungsi
Kondisi tersebut juga membuat perkembangan jumlah kerusakan maupun korban belum dapat dipastikan secara menyeluruh.
"Data ini masih sementara karena jaringan sulit. Kami masih berusaha mendapatkan informasi dari wilayah-wilayah yang terdampak," kata Andrian.
Gempa kuat yang mengguncang NTT pada Sabtu pagi dirasakan di sejumlah wilayah di Pulau Flores, termasuk Kabupaten Sikka. Guncangan juga dilaporkan menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan di beberapa daerah.
Hingga Sabtu malam, proses pendataan kerusakan dan korban terdampak di Pulau Palue masih berlangsung. Jumlah rumah rusak dan korban berpotensi bertambah setelah informasi dari wilayah yang sulit dijangkau komunikasi berhasil dihimpun.
Baca juga: TERBARU 38 Tewas 13 Luka-Luka Akibat Gempa Flores, Tersebar di Sikka, Nagekeo dan Manggarai
TribunFlores.com terus memantau perkembangan dampak gempa di Pulau Palue dan wilayah lain di Kabupaten Sikka. (Cristin Adal)