Jenazah Pria Ditemukan di Tengah Hutan Ngubalan Tulungagung, Polisi Selidiki Identitas Korban
Samsul Arifin August 16, 2026 12:14 AM

 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, David Yohanes 

TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Suasana Hutan Ngubalan, area petak 12D Desa Sukorejo Etan, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung, mendadak geger setelah seorang pencari rumput menemukan sesosok jenazah pria di kawasan tersebut.

Jenazah pertama kali ditemukan pada Jumat (14/8/2026) sekitar pukul 16.30 WIB. Kondisi tubuh korban saat ditemukan sudah mengenaskan dan mulai mengalami kerusakan.

Penemuan itu bermula ketika Beri (30), warga Desa Maron, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, mencium bau tidak sedap saat hendak pulang setelah mencari rumput di kawasan hutan.

Beri kemudian meminta bantuan temannya untuk mencari sumber bau menyengat tersebut. Setelah dilakukan pencarian, keduanya mendapati tubuh seorang laki-laki tergeletak di tengah hutan.

"Saksi ini kemudian menyampaikan ke kerabatnya, warga desa setempat. Kemudian dilaporkan ke perangkat desa, diteruskan ke Polsek Rejotangan," kata Kapolsek Rejotangan AKP Kasianto, Sabtu (15/8/2026).

Baca juga: Geger Penemuan Jasad Pria Tergeletak di Joglo Kota Batu, Polisi Amankan Bekas Cilok dan Botol Miras

Jenazah Baru Dievakuasi Sehari Setelah Ditemukan

Karena jenazah ditemukan menjelang sore, proses evakuasi tidak dapat langsung dilakukan pada hari yang sama.

Petugas kepolisian bersama personel Instalasi Kedokteran Forensik (IKF) RSUD dr Iskak Tulungagung kemudian melakukan evakuasi pada Sabtu (15/8/2026).

"Karena penemuan pertama sudah sore sehingga tidak bisa dievakuasi hari itu. Proses evakuasi dilakukan hari ini," jelas Kasianto.

Saat ditemukan, posisi korban dalam keadaan telentang. Ia mengenakan kaus lengan panjang berwarna hitam kombinasi merah dan celana training hitam, dengan celana kolor di bagian dalam.

Lokasi penemuan jenazah berada cukup jauh dari permukiman warga, yakni sekitar 3 kilometer.

Ada Sepeda Ditemukan 500 Meter dari Lokasi

Petugas juga menemukan petunjuk lain yang diduga berkaitan dengan keberadaan korban di kawasan hutan tersebut.

Menurut perangkat desa setempat, pada 7 Agustus 2026 ditemukan sebuah sepeda berwarna biru di kawasan Hutan Ngubalan.

Sepeda tersebut diduga milik korban yang ditinggalkan sebelum masuk lebih jauh ke kawasan hutan. Jarak antara lokasi ditemukannya sepeda dengan lokasi jenazah sekitar 500 meter.

"Jarak penemuan sepeda ini sekitar 500 meter dari lokasi penemuan jenazah," ungkap Kasianto.

Informasi dari warga juga menyebutkan, sebelumnya ada seorang laki-laki yang terlihat mengendarai sepeda jengki menuju kawasan hutan.

Saat itu, warga tidak terlalu memperhatikan keberadaan pria tersebut karena menduga dia merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

Polisi Masih Identifikasi Korban

Kasianto menyebut korban diduga telah berada di kawasan hutan selama beberapa hari tanpa mendapatkan makanan. Dugaan sementara, korban meninggal dunia karena kelaparan.

"Korban diduga sudah berhari-hari di hutan tanpa makanan," ucapnya.

Meski demikian, identitas korban hingga kini belum diketahui. Polisi juga tidak menemukan kartu identitas pada tubuh korban saat ditemukan.

Untuk mengungkap identitas serta memastikan penyebab kematian, Unit INAFIS Satreskrim Polres Tulungagung melakukan proses identifikasi terhadap jenazah di IKF RSUD dr Iskak Tulungagung.

Hasil identifikasi nantinya diharapkan dapat mengungkap siapa korban sekaligus memberikan kepastian kepada keluarga apabila korban diketahui memiliki pihak yang sedang mencari keberadaannya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.