Laporan Yusmandin Idris | Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Bupati Bireuen, Ir H Mukhlis ST, bersama sejumlah pejabat terkait mengunjungi tiga kecamatan di wilayah barat Kabupaten Bireuen, Sabtu (15/8/2026).
Tiga kecamatan yang dikunjungi yakni Peulimbang, Jeunieb, dan Samalanga. Dalam kunjungan tersebut, Bupati secara simbolis melakukan peletakan batu pertama pembangunan rumah layak huni bagi masyarakat kurang mampu di tiga lokasi.
Peletakan batu pertama pertama dilakukan untuk pembangunan rumah bantuan bagi Nazaruddin di Gampong Matang Kulee, Kecamatan Peulimbang.
Selanjutnya, Bupati melanjutkan kegiatan serupa untuk rumah bantuan bagi Nurmawati di Gampong Lhok Kulam, Kecamatan Jeunieb. Menjelang siang, Mukhlis melakukan peletakan batu pertama pembangunan rumah bantuan bagi M Azhar di Gampong Pineung Siribee, Kecamatan Samalanga.
Baca juga: IRI Gandeng Baitul Mal Kota Lhokseumawe Serahkan 20 Unit Rumah Layak Huni untuk Yatim dan Duafa
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Bireuen, Ir Fadli Abdullah ST M.Si, Bagian Administrasi Pembangunan Setdakab Bireuen, para camat, keuchik, serta perangkat gampong setempat.
Dalam kesempatan itu, Bupati Mukhlis menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bireuen untuk terus memperluas jangkauan bantuan hunian bagi masyarakat kurang mampu.
Ia menjelaskan, pada tahap awal melalui alokasi APBK Murni Tahun Anggaran 2026, Pemkab Bireuen menargetkan pembangunan 34 unit rumah yang tersebar di 17 kecamatan.
Selain itu, pemerintah daerah juga telah menyiapkan alokasi tambahan melalui APBK Perubahan Tahun Anggaran 2026 untuk pembangunan 34 unit rumah lainnya.
"Selain alokasi awal ini, kita juga akan membangun 34 unit rumah bantuan tambahan yang dibiayai melalui APBK Perubahan Tahun 2026," ujar Mukhlis di sela-sela kegiatan.
Mukhlis berharap seluruh proses pembangunan dapat berjalan lancar dan selesai tepat waktu. Ia juga berpesan kepada para penerima manfaat agar menjaga serta merawat rumah bantuan tersebut dengan sebaik-baiknya.
Menurutnya, meskipun jumlah bantuan rumah terus ditingkatkan setiap tahun, tim di lapangan masih menemukan warga yang tinggal dalam kondisi memprihatinkan.
Masih ditemukan rumah berdinding seng yang terasa sangat panas, dinding papan yang lapuk dan berlubang akibat dimakan rayap, hingga rumah dengan lantai tanah.
“Sudah sepatutnya kondisi seperti ini tidak lagi ada di Kabupaten Bireuen. Upaya menghadirkan rumah layak huni akan tetap menjadi salah satu prioritas utama yang terus kami perjuangkan,” tegasnya.
Selain sektor perumahan, Pemkab Bireuen juga terus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur di tingkat gampong. Pembangunan tersebut antara lain meliputi perbaikan drainase lingkungan, jalan lingkungan, jalan rabat beton, hingga pengaspalan jalan.
Mukhlis mengatakan, peningkatan infrastruktur permukiman dan kawasan perkotaan merupakan bagian penting dalam mewujudkan Kabupaten Bireuen yang semakin nyaman, tertata, dan layak huni bagi seluruh masyarakat. (*)