200 BTS Seluler Terdampak Gempa M 7,7 di Flores NTT, Jaringan Masih Terus Dipulihkan
Rahma August 16, 2026 01:19 AM

 

POS-KUPANG.COM - Gempa bumi magnitudo (M) 7,7 di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026), menyebabkan terganggunya layanan telekomunikasi di sejumlah wilayah.

Berdasarkan laporan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) hingga pukul 07.00 WIB, sebanyak 200 site atau BTS mengalami gangguan yang tersebar di 10 kabupaten dan kota di NTT.

Data gangguan berasal dari pemantauan operator telekomunikasi melalui dashboard monitoring Komdigi.

Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Kementerian Komdigi, Wayan Toni Supriyanto, mengatakan pihaknya terus memantau kondisi jaringan dan berkoordinasi dengan operator seluler agar gangguan dapat segera ditangani.

Pihaknya juga menegaskan bahwa keselamatan petugas menjadi salah satu pertimbangan utama dalam proses pemeriksaan dan pemulihan jaringan di lapangan.

Di sisi lain, akses masyarakat terhadap layanan telekomunikasi juga menjadi perhatian pemerintah selama masa penanganan bencana.

Baca juga: Kepala BNPB: Aktifkan Posko Bencana hingga Penyelamatan Korban Terjebak

Tiga Operator Terdampak Gempa

Dari hasil pemantauan sementara, tiga operator seluler, yaitu Telkomsel, XLsmart, dan Indosat, terkonfirmasi mengalami dampak pada jaringan di sejumlah wilayah.

Pada jaringan Telkomsel, gangguan BTS antara lain dipengaruhi oleh terganggunya pasokan listrik di sejumlah wilayah yang terdampak gempa.

Sementara itu, XLsmart melaporkan gangguan layanan, terutama pada wilayah yang berada di sekitar pusat gempa.

Adapun Indosat masih melakukan pemantauan secara intensif melalui tim teknisnya.

Selain persoalan pasokan listrik, koordinasi Komdigi dengan para operator juga menemukan adanya gangguan pada jaringan transmisi yang juga dipengaruhi oleh gempa bumi.

Daftar Site atau BTS yang mengalami Gangguan

Berikut rincian sementara site atau BTS yang mengalami gangguan akibat gempa NTT:

Kabupaten Sikka: 51 site/BTS dari 192 BTS eksisting atau 26,56 persen.

Kabupaten Ende: 31 site/BTS dari 118 BTS eksisting atau 26,27 persen.

Kabupaten Flores Timur: 26 site/BTS dari 161 BTS eksisting atau 16,15 persen.

Kabupaten Manggarai: 22 site/BTS dari 150 BTS eksisting atau 14,67 persen.

Kabupaten Manggarai Barat: 17 site/BTS dari 141 BTS eksisting atau 12,06 persen.

Kabupaten Manggarai Timur: 16 site/BTS dari 80 BTS eksisting atau 20 persen.

Kabupaten Ngada: 13 site/BTS dari 101 BTS eksisting atau 12,87 persen.

Kabupaten Nagekeo: 11 site/BTS dari 73 BTS eksisting atau 15,07 persen.

Kabupaten Lembata: 10 site/BTS dari 73 BTS eksisting atau 13,70 persen.

Kabupaten Timor Tengah Utara: 3 site/BTS dari 134 BTS eksisting atau 2,24 persen.

Baca juga: TERBARU 38 Tewas 13 Luka-Luka Akibat Gempa Flores, Tersebar di Sikka, Nagekeo dan Manggarai

Dari data tersebut, Kabupaten Sikka menjadi wilayah dengan jumlah BTS terdampak terbanyak, yakni mencapai 51 site.

Selanjutnya Kabupaten Ende dengan 31 site dan Kabupaten Flores Timur dengan 26 site.

Hingga pukul 07.00 WIB, seluruh 200 site yang terdampak tersebut masih dalam proses pemulihan.

Saat ini, Komdigi melalui Tim Pemantauan Telekomunikasi (PMT) terus memperbarui kondisi jaringan melalui dashboard monitoring.

Pemantauan juga dilakukan bersama Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio (Balmon SFR), pemerintah daerah, serta penyelenggara telekomunikasi.

Penanganan teknis terhadap BTS yang mengalami gangguan akan dilakukan setelah kondisi di lapangan memungkinkan dan faktor keselamatan petugas dapat dipastikan.

Komdigi juga mengimbau masyarakat di wilayah terdampak gempa untuk tetap mengutamakan keselamatan. Masyarakat diminta mengikuti informasi dan arahan resmi dari BMKG, pemerintah daerah, serta lembaga penanganan bencana.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.