Hansi Flick mengidentifikasi lima opsi untuk mengatasi ketiadaan penyerang Barcelona
Hendra Wijaya August 16, 2026 01:44 AM

Barcelona menghadapi situasi yang tidak biasa menjelang musim baru.

Setelah kepergian Robert Lewandowski dan Ferran Torres, Hansi Flick kini tidak memiliki penyerang tengah senior murni di skuad tim utama.

Penyerang asal Polandia itu pergi pada akhir musim lalu setelah kontraknya habis, sementara Ferran meminta hengkang begitu Paris Saint-Germain datang mengajukan minat.

Pemain Spanyol itu diperkenalkan sebagai pemain baru Paris Saint-Germain lebih awal hari ini, yang secara resmi membuat Barça tanpa penyerang di dalam skuad menjelang musim baru.

Menurut Mundo Deportivo, penyerang Atletico Madrid, Julian Alvarez, masih menjadi target utama Barcelona di bursa transfer.

Namun, sampai operasi tersebut terwujud, jika memang terjadi, Flick memiliki beberapa opsi internal yang bisa diandalkan.

Satu-satunya penyerang alami yang ada di skuad saat ini.

Hamza Abdelkarim untuk saat ini adalah satu-satunya penyerang yang diakui yang bekerja di sekitar tim utama.

Pemain berusia 18 tahun itu mendapatkan kesempatan pramusim setelah perkembangannya bersama Juvenil A dan keterlibatannya di Piala Dunia. Ia kemudian memperkuat peluangnya dengan mencetak dua gol dalam laga persahabatan melawan Birmingham City.

Bagaimana Barcelona menyelesaikan pembentukan skuad mereka kemungkinan akan menentukan apakah Hamza tetap berada di sekitar tim Flick atau melanjutkan perkembangannya di tempat lain dalam klub.

Di luar pemain muda tersebut, Barça harus beralih ke solusi yang kurang konvensional.

Dani Olmo sebelumnya pernah dimainkan sebagai false nine, sementara Lamine Yamal semakin sering diuji di area sentral.

Flick mengungkapkan selama pramusim bahwa pemain 19 tahun itu mampu beradaptasi di posisi tersebut, dan Lamine kemudian juga dimainkan sebagai false nine dalam laga-laga latihan.

Ebrima Tunkara dan Shane Kluivert juga pernah digunakan sebagai opsi false nine, tetapi nama terakhir kini sudah kembali ke Barça Atletic.

Sementara itu, pemain berusia 16 tahun tersebut masih bertahan di tim utama dan bisa sesekali dicoba sebagai false nine.

Rekrutan baru Anthony Gordon dan Karim Adeyemi memberi Flick dua kemungkinan tambahan.

Karim Adeyemi bisa bermain di tengah.

Pelatih Barcelona itu secara terbuka menyoroti fleksibilitas kedua pemain yang datang pada musim panas ini, dengan menjelaskan bahwa mereka bisa bermain di kedua sayap maupun di tengah.

Gordon sudah memiliki pengalaman bermain sentral sejak masa-masanya di Newcastle. Kecepatannya bisa memberi Barça tipe ancaman yang benar-benar berbeda di posisi No. 9, terutama ketika Flick ingin timnya menyerang ruang alih-alih bermain dengan titik referensi tradisional.

Adeyemi juga sama nyamannya bergerak di sepanjang lini depan dan sebelumnya pernah bermain di posisi itu, meski itu bukan peran alaminya.

Fleksibilitas Flick berarti Barcelona tidak sepenuhnya tanpa daya sambil menunggu datangnya No. 9 baru.

Lamine, Olmo, Gordon, dan Adeyemi semuanya bisa berfungsi di area sentral bergantung pada lawan dan jenis pertandingan.

Faktanya, bermain tanpa penyerang tetap kadang-kadang justru bisa membuat serangan Blaugrana yang sudah cair menjadi semakin sulit untuk dipertahankan.

Namun, ini hanyalah alternatif, dan klub perlu memahami arti label tersebut. Mereka bisa menjalankan tugas di sana, tetapi tak satu pun dari para pemain ini bisa disalahartikan sebagai solusi.

Pengaruh terbesar Lamine saat ini datang dari kebebasannya untuk mencipta, bukan dari memikul tanggung jawab memimpin lini depan setiap pekan.

Gordon dan Adeyemi juga memberi nilai lebih besar dari area yang lebih lebar. Itulah sebabnya upaya mengejar Alvarez tetap penting.

Barcelona perlu merekrut No. 9 baru antara sekarang hingga akhir musim panas. Apakah itu Alvarez atau orang lain akan bergantung pada sikap Atletico Madrid dalam beberapa pekan ke depan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.