TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal, mendorong perluasan pemasangan kamera pengawas atau CCTV di seluruh wilayah hukum Polresta Bandung untuk mencegah aksi kriminalitas, termasuk begal dan perampasan kendaraan yang meresahkan masyarakat.
Dorongan tersebut disampaikan Cucun saat meresmikan Command Center CCTV “Mata Digital” Polsek Solokanjeruk Polresta Bandung Soljer Cekas di Mapolsek Solokanjeruk, Sabtu (15/8/2026).
Menurut Cucun, keberadaan CCTV yang terintegrasi dengan command center dapat memperkuat pengawasan sekaligus mempercepat respons aparat terhadap berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Ia berharap seluruh Polsek yang berada di wilayah hukum Polresta Bandung memiliki CCTV maupun command center untuk memantau situasi di lapangan.
“Saya berharap di Kabupaten Bandung betul-betul zero kriminal. Tidak satupun orang berani melakukan tindak kriminalitas di wilayah hukum Polresta Bandung karena semua terpantau oleh CCTV. Dengan adanya pemasangan CCTV, apabila orang melakukan kriminalitas bisa terpantau,” kata Cucun.
Cucun menilai masyarakat membutuhkan jaminan keamanan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Salah satu kekhawatiran yang harus ditekan, kata dia, adalah aksi begal maupun perampasan kendaraan yang dapat terjadi ketika warga berangkat bekerja maupun beraktivitas.
Ia menyebut harapan masyarakat yang terbesar adalah tidak takut menjadi korban begal ataupun kehilangan kendaraan saat pergi bekerja.
“CCTV Soljer Cekas ini bukan semata-mata program Pak Kapolsek Soljer dan Pak Camat saja, tapi ini betul-betul hadir untuk mewujudkan rasa aman bagi masyarakat, terutama anak-anak kita saat berangkat sekolah. Selain itu memastikan masyarakat berjalan di malam hari lebih aman. Termasuk bisa menjaga kampung kita dari hal-hal yang tidak diinginkan bisa diantisipasi,” ucapnya.
Cucun menegaskan pemasangan CCTV merupakan bagian dari transformasi teknologi dalam menciptakan keamanan dan ketertiban.
Baca juga: Tak Hanya Begal dan Warung Miras, KDM Ditantang Bikin Sayembara Tangkap Koruptor
Menurut dia, sistem pengawasan berbasis teknologi juga dapat memberikan kepastian hukum bagi masyarakat maupun pelaku usaha.
“Ini merupakan langkah strategis pemanfaatan teknologi informasi untuk meningkatkan pengawasan di lapangan. Memberikan rasa aman dan kepastian hukum kepada masyarakat maupun para pelaku usaha menjadi skala prioritas. Supaya investor-investor mau datang dan membuka usaha di Kabupaten Bandung, apabila kepastian hukumnya ada,” ujarnya.
Ia juga mendorong adanya sinergi antara pemerintah daerah, kepolisian, pelaku usaha dan masyarakat dalam memperluas jaringan CCTV. Menurutnya, pengawasan berbasis teknologi dapat membantu aparat merespons kejadian secara lebih cepat dan meminimalisir tindak kriminalitas.
“Makanya teknologi informasi ini bisa melakukan pengawasan, respons cepat. Kita ingin teruwjud sinergitas antara pelaku usaha dengan pemerintah setempat, khususnya dalam pemasangan CCTV untuk respons cepat dan meminimalisir tindak kriminalitas yang terjadi di masyarakat,” ujarnya.
Cucun bahkan menyatakan kesiapannya mengawal agar setiap Polsek di wilayah hukum Polresta Bandung memiliki “mata digital”.
Ia juga menyatakan dukungan dari sisi legislasi maupun anggaran agar kepolisian memiliki sarana dan prasarana yang memadai.
“Saya masih di Komisi III, fungsi pengawasan saya akan terus berjalan melihat kinerja bapak-bapak di wilayah hukum Polresta Bandung untuk menciptakan keamanan dan ketertiban di wilayah hukum yang bapak-bapak bina,” ujarnya.
“Keamanan dan ketertiban adalah suatu keniscayaan yang harus diwujudkan. Bagaimana rasa aman, rasa tenang, rasa nyaman di negara kita yang besar ini, masing-masing memiliki andil baik anggota Polri maupun TNI,” imbuhnya.
Command Center CCTV “Soljer Cekas” sendiri memiliki kepanjangan Cepat, Akurat dan Siap. Sistem tersebut didukung pemasangan CCTV di 17 titik yang tersebar di tujuh desa di wilayah hukum Polsek Solokanjeruk.
Sementara itu, Kapolresta Bandung Kombes Pol Aldi Subartono melalui Kapolsek Solokanjeruk Iptu Fathan mengatakan pemasangan CCTV tersebut berawal dari keresahan masyarakat serta sejumlah kejadian yang berkaitan dengan kriminalitas dan lalu lintas yang dinilai mengganggu ketertiban umum dan kenyamanan warga.
“Kami Forkopimcam mencoba mencari solusinya, di antaranya ada anggaran pemasangan CCTV untuk lingkungan aman. Kami komunikasikan lagi dengan Ketua APDESI dan kepala desa se-Kecamatan Solokanjeruk untuk mencari solusi terkait pemasangan CCTV,” tuturnya.
Fathan mengatakan keterbatasan personel membuat aparat tidak mungkin melakukan pengawasan selama 24 jam di seluruh wilayah. Karena itu, CCTV menjadi salah satu solusi untuk membantu memantau situasi dan kondisi masyarakat.
“Kita bersama-sama memasang CCTV,” katanya.
Ia menjelaskan, unsur “Cepat” dalam Soljer Cekas berarti cepat dalam mengambil keputusan dan melakukan penanganan. Sementara “Akurat” berkaitan dengan penyediaan informasi dan bukti apabila terjadi tindak pidana maupun kejadian lalu lintas.
Adapun unsur “Siap” dimaknai sebagai kesiapan memberikan manfaat bagi masyarakat melalui sistem pengawasan yang telah dibangun.
“Siap, apa yang kita kerjakan hari ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat. Semua warga bisa memberikan kemanfaatan bagi masyarakat kita,” harapnya.
Fathan juga mengajak pelaku usaha dan tokoh masyarakat yang memiliki atau hendak memasang CCTV agar sistem tersebut dapat diintegrasikan dengan Command Center CCTV Polsek Solokanjeruk.
(*)