Xabi Alonso meraih kemenangan pertamanya di Stamford Bridge sebagai manajer Chelsea, menutup rangkaian persiapan pramusim timnya dengan kemenangan 3-1 yang diraih lewat perjuangan keras atas Real Sociedad. Meski penampilan Chelsea menghadirkan banyak sisi menarik dari sudut pandang taktik, jalannya laga pada sore hari itu sedikit tertutupi oleh reaksi yang terbelah dari pendukung tuan rumah terhadap Enzo Fernandez.
Alonso tetap berpegang pada cetak biru Leverkusen
Alonso tampaknya sudah menetapkan identitas taktiknya untuk musim mendatang dengan kembali memakai formasi 3-4-3 untuk pertandingan ketiga secara beruntun. Skema ini memberinya hasil luar biasa saat menjalani periode bersejarah menjuarai Bundesliga bersama Bayer Leverkusen, dan penerapannya di Chelsea menunjukkan adanya perubahan permanen dari sistem 4-2-3-1 yang sempat terlihat pada awal musim panas ini.
Susunan taktik tersebut juga memberi panggung bagi rekrutan anyar Morgan Rogers dan Maxence Lacroix untuk menjalani debut mereka. Rogers, pemain yang didatangkan dengan nilai £117 juta, langsung memberi pengaruh besar dengan mencetak gol dalam sepuluh menit pertama. Namun, babak pertama Chelsea tidak sepenuhnya mulus. The Blues kesulitan menjaga tekanan yang konsisten, kerap bermain terlalu dalam dan memberi kesempatan kepada tim tamu asal Spanyol untuk mengendalikan tempo permainan — kelengahan yang akhirnya harus dibayar ketika Jon Mikel Aramburu menyamakan kedudukan melalui tendangan voli dari tepi kotak penalti sesaat sebelum turun minum.
Joao Pedro melanjutkan rentetan ketajamannya
Terlepas dari goyangan pada babak pertama, Chelsea tampil kembali di paruh kedua dengan energi dan tujuan yang diperbarui. Joao Pedro, yang sejauh ini menjadi penampil paling menonjol sepanjang musim panas bagi klub London Barat itu, mengembalikan keunggulan hanya dua menit setelah pertandingan dimulai lagi. Penyerang Brasil tersebut melompat paling tinggi untuk menyambut umpan silang akurat dari kapten Reece James, lalu menanduk bola masuk di hadapan kegembiraan para pendukung Stamford Bridge.
Namun, pekerjaan sang striker belum selesai. Ia menambah satu gol lagi pada fase akhir pertandingan untuk membawa total gol pramusimnya menjadi tujuh, sebuah catatan yang mengesankan. Penyelesaian klinisnya pada menit ke-77 secara efektif mengakhiri perlawanan lawan dan memastikan Chelsea memasuki musim baru dengan modal kemenangan.
Sambutan campur aduk untuk Enzo Fernandez
Momen yang paling banyak dibicarakan pada sore itu terjadi pada menit ke-62 ketika Fernandez dimasukkan sebagai pemain pengganti. Gelandang Argentina tersebut disambut dengan gabungan siulan cemooh dan sorakan dukungan, menciptakan suasana yang ganjil setelah spekulasi transfer belakangan ini mengaitkannya dengan kepindahan ke Manchester City.
Konteks internasional juga ikut memengaruhi sambutan dingin tersebut, mengingat keterlibatan Fernandez dalam perayaan kontroversial Argentina setelah Piala Dunia, yang sempat menyentuh sisi sensitif di Inggris. Meski demikian, seiring pertandingan berjalan, penolakan vokal itu mulai mereda dan kemudian digantikan oleh nyanyian yang lebih akrab dengan menyebut nama sang gelandang.
Mengarahkan pandangan ke laga pembuka melawan Fulham
Kemenangan atas Real Sociedad menjadi penutup yang pantas untuk kampanye pramusim Chelsea yang berjalan naik turun. The Blues membuka agenda musim panas mereka dengan kemenangan menghibur 6-4 atas Western Sydney Wanderers, lalu menelan dua kekalahan beruntun dengan skor 2-1 dan 1-0 masing-masing dari Tottenham dan Juventus. Setelah itu, mereka mencatat kemenangan meyakinkan 3-0 atas AC Milan, disusul hasil imbang seru 3-3 melawan Johor Darul Ta'zim, sebelum akhirnya menuntaskan rangkaian tersebut dengan penampilan hari ini di Stamford Bridge.
Fokus Chelsea kini beralih ke pertandingan kompetitif, dengan laga pembuka kampanye Liga Primer mereka yang akan berlangsung di markas Fulham pada 24 Agustus. Di bawah arahan manajer baru Alonso, The Blues tentu ingin langsung tancap gas dan memulai kebangkitan yang kuat, dengan tekad menghapus kekecewaan setelah finis di posisi ke-10 pada musim lalu yang mengecewakan.