Pasca Gempa Flores, Uskup Ruteng Serukan Solidaritas dan Minta Misa Digelar di Tempat Aman
Cristin Adal August 16, 2026 04:43 AM

 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Robert Ropo

TRIBUNFLORES.COM, RUTENG - Uskup Ruteng Mgr Siprianus Hormat mengeluarkan empat imbauan kepada para imam, biarawan dan biarawati, serta seluruh umat Allah Keuskupan Ruteng setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,0 mengguncang Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026).

Salah satu imbauan tersebut berkaitan dengan perayaan Ekaristi pada Minggu (16/8/2026). Para pastor paroki diminta tidak menggelar Misa maupun Ibadat Sabda di dalam gereja atau kapela yang dinilai rentan terhadap gempa susulan.

Perayaan ibadah, kata Mgr Siprianus, hendaknya dilaksanakan di tempat terbuka atau lokasi lain yang dipandang aman.

Imbauan tersebut disampaikan Mgr Siprianus melalui surat yang ditujukan kepada para imam, biarawan dan biarawati, serta seluruh umat Allah Keuskupan Ruteng.

Dalam imbauan itu, Uskup Ruteng juga mengajak seluruh umat untuk menunjukkan solidaritas dan memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak gempa.

Baca juga: BMKG Ungkap Sumber Gempa M7,7 NTT, Berasal dari Flores Back-Arc Thrust

Pertama, Mgr Siprianus menyampaikan rasa duka mendalam, solidaritas, dan kasih kepada seluruh umat yang terdampak bencana.

Ia mengajak umat untuk mendoakan mereka yang meninggal dunia serta memberikan perhatian dan pertolongan nyata kepada korban dan keluarga yang sedang menghadapi situasi sulit.

"Kami berdoa bagi mereka yang telah meninggal dunia agar diterima dalam damai dan kebahagiaan abadi di sisi Bapa, serta bagi seluruh korban dan keluarga yang sedang menghadapi situasi sulit agar diteguhkan oleh kasih dan penyertaan Tuhan," ujar Mgr Siprianus.

"Dalam situasi seperti ini, marilah kita hadir dan berjalan bersama mereka melalui doa, perhatian, dan pertolongan nyata," lanjutnya.

Kedua, seluruh paroki, lembaga, biara, dan komunitas diminta bersatu mengerahkan kemampuan masing-masing untuk membantu korban dan masyarakat yang terdampak bencana di sekitarnya.

Baca juga: Gempa Flores, Penumpang KM Siguntang Tertimpa Reruntuhan saat Check-in di Pelabuhan Maumere

Mgr Siprianus menekankan agar bantuan diberikan dengan semangat solidaritas, ketulusan, dan koordinasi yang baik sehingga sesuai dengan kebutuhan masyarakat terdampak.

"Hendaknya segala bentuk bantuan diupayakan dengan semangat solidaritas, ketulusan, dan koordinasi yang baik, sehingga sungguh menjawab kebutuhan mereka yang sedang mengalami penderitaan," ujarnya.

Ketiga, terkait perayaan Ekaristi Minggu (16/8/2026), para pastor paroki diminta memperhatikan kondisi bangunan gereja dan kapela.

Gereja atau kapela yang dinilai rentan terhadap gempa susulan tidak digunakan untuk perayaan Misa maupun Ibadat Sabda.

"Perayaan hendaknya dilaksanakan di tempat terbuka atau tempat lain yang dipandang aman, dengan tetap memperhatikan ketentuan liturgi dan terutama keselamatan seluruh umat," demikian imbauan Mgr Siprianus.

Keempat, Uskup Ruteng mengajak seluruh umat untuk terus berdoa, saling menolong, dan merawat harapan di tengah situasi sulit akibat bencana.

"Marilah kita terus berdoa, saling menolong, dan bersama-sama merawat harapan, seraya percaya bahwa kasih setia Allah tidak pernah meninggalkan umat-Nya," ujarnya.

Pada Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, Mgr Siprianus juga mengajak umat menyerahkan seluruh umat dan tanah Manggarai ke dalam perlindungan Bunda Maria.

"Semoga melalui doa dan pendampingannya, kita semua diteguhkan untuk menghadapi masa sulit ini dengan iman, solidaritas, dan pengharapan," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.