Bupati Ngada Imbau Warga Tetap Tenang dan Jauhi Bangunan Rawan Pasca Gempa M 7,7 Guncang Flores
Cristin Adal August 16, 2026 04:43 AM

 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Charles Abar

TRIBUNFLORES.COM, BAJAWA – Bupati Ngada Raymundus Bena mengimbau masyarakat Kabupaten Ngada tetap tenang dan tidak panik menyusul gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Sabtu (15/8/2026).

Imbauan tersebut disampaikan melalui surat yang diterbitkan Pemerintah Kabupaten Ngada setelah gempa terjadi pada pukul 05.58 WITA.

Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang tercantum dalam surat imbauan tersebut, gempa berpusat di koordinat 8,33 Lintang Selatan dan 121,32 Bujur Timur.

Episentrum gempa berada sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman 10 kilometer. Lokasi tersebut berjarak sekitar 58 kilometer dari wilayah Kabupaten Ngada.

"Masyarakat diharapkan tetap tenang dan jangan panik dengan situasi saat ini," demikian salah satu poin imbauan Bupati Ngada.

Baca juga: Gempa Rusak Rumah Warga hingga Fasilitas Publik di Manggarai NTT, Bupati Tetapkan Status Bencana

Bupati juga meminta warga untuk sementara waktu menjauhi bangunan yang berpotensi membahayakan, terutama bangunan yang mengalami kerusakan atau berada dalam kondisi tidak stabil setelah gempa.

Bagi masyarakat yang berada di wilayah pesisir, pemerintah mengimbau untuk sementara menjauh dari pantai dan menuju jalur evakuasi yang telah ditentukan.

Warga juga diminta mengikuti seluruh arahan resmi pemerintah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Satpol PP dan Damkar, TNI/Polri, pemerintah kecamatan, desa maupun kelurahan.

Selain itu, masyarakat diminta tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi oleh pihak berwenang.

Pemerintah juga mengingatkan warga agar menyiapkan kebutuhan darurat, seperti makanan dan minuman, alat penerangan serta kebutuhan penting lainnya.

Baca juga: BMKG Ungkap Sumber Gempa M7,7 NTT, Berasal dari Flores Back-Arc Thrust

Kerusakan Masih Didata

Hingga Sabtu, Pemerintah Kabupaten Ngada masih melakukan pendataan terhadap kemungkinan kerusakan akibat gempa di sejumlah wilayah.

Pendataan dilakukan oleh BPBD bersama organisasi perangkat daerah terkait, pemerintah kecamatan, desa dan kelurahan, dengan melibatkan unsur TNI/Polri serta relawan.

"Untuk sementara masih dilakukan pendataan oleh pihak BPBD Kabupaten Ngada bersama dinas terkait lainnya. Melalui para kepala desa, lurah dan camat saat ini sedang dilakukan pendataan terkait kerusakan di masing-masing tempat," demikian keterangan pemerintah.

Masyarakat yang menemukan kerusakan pada rumah, fasilitas umum maupun fasilitas lainnya yang belum terdata diminta segera melaporkannya kepada kepala desa atau lurah.

Laporan tersebut selanjutnya akan diteruskan kepada camat dan Pemerintah Kabupaten Ngada untuk ditindaklanjuti.

Pemerintah daerah saat ini juga terus melakukan pemantauan kondisi di seluruh wilayah Kabupaten Ngada untuk memastikan situasi pascagempa tetap terkendali.

Bupati Raymundus Bena mengajak masyarakat saling membantu, meningkatkan kewaspadaan dan tidak mudah terpancing informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

"Mari kita sama-sama berdoa semoga kita semua senantiasa diberikan perlindungan, kesehatan dan keselamatan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa," demikian imbauan tersebut.

Pemerintah Kabupaten Ngada memastikan koordinasi dengan berbagai pihak terus dilakukan sembari menunggu hasil pendataan kerusakan di masing-masing wilayah.

Masyarakat diminta tetap mengikuti perkembangan informasi melalui saluran resmi pemerintah dan pihak berwenang.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.