Gempa Susulan Masih Melanda NTT Dini Hari, BMKG Catat Tiga Guncangan di Manggarai
Dwi Setiawan August 16, 2026 03:38 AM

 

TRIBUNNEWS.COM - Aktivitas gempa susulan masih berlangsung di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Minggu (16/8/2026) dini hari.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui akun X @infoBMKG mencatat sejumlah gempa dalam rentang waktu hanya beberapa menit.

Tiga gempa terdeteksi berdekatan di wilayah sekitar Ruteng, Kabupaten Manggarai.

Gempa pertama terjadi pada pukul 01.09.46 WIB dengan magnitudo 2,8.

Episenter gempa berada pada koordinat 8,14 derajat Lintang Selatan dan 120,52 derajat Bujur Timur.

Lokasi tersebut berada sekitar 52 kilometer timur laut Ruteng, Manggarai, NTT, dengan kedalaman 9 kilometer.

Dua menit kemudian, tepatnya pukul 01.11.44 WIB, gempa kembali tercatat dengan magnitudo 3,5.

Gempa ini berlokasi pada koordinat 7,89 derajat Lintang Selatan dan 120,55 derajat Bujur Timur, sekitar 80 kilometer timur laut Ruteng.

Kedalamannya mencapai 15 kilometer.

Selang satu menit, pada pukul 01.12.44 WIB, BMKG kembali mencatat gempa berkekuatan magnitudo 3,9.

Baca juga: Ingatkan Pemerintah Fokus Korban Luka dan Kelompok Rentan, Daryono: Prioritas Pengungsian Gempa NTT

Pusat gempa berada pada koordinat 7,90 derajat Lintang Selatan dan 120,59 derajat Bujur Timur, sekitar 80 kilometer timur laut Ruteng, dengan kedalaman 21 kilometer.

Dengan demikian, dalam waktu sekitar empat menit, BMKG mencatat tiga aktivitas gempa di kawasan sekitar Manggarai.

Gempa Juga Terdeteksi di Maluku Utara

Pada menit berikutnya, aktivitas gempa juga tercatat di wilayah Maluku Utara.

BMKG mendeteksi gempa bermagnitudo 2,6 pada pukul 01.13.08 WIB.

Episenternya berada di koordinat 1,27 derajat Lintang Utara dan 126,31 derajat Bujur Timur, sekitar 129 kilometer barat laut Ternate, Maluku Utara.

Gempa tersebut memiliki kedalaman 41 kilometer.

BMKG memberikan catatan bahwa informasi gempa yang dirilis pada fase awal mengutamakan kecepatan sehingga hasil pengolahan data masih dapat berubah seiring kelengkapan data.

Rangkaian gempa dini hari tersebut terjadi ketika NTT masih berada dalam periode penanganan pascagempa utama berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah utara Flores pada Sabtu (15/8/2026) pagi.

BMKG sebelumnya mencatat gempa utama terjadi pukul 04.58 WIB dengan episenter di laut pada koordinat 8,41 derajat LS dan 121,39 derajat BT atau sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo, NTT, dengan kedalaman 15 kilometer. Gempa tersebut dipicu aktivitas Flores Back-Arc Thrust.

Setelah gempa utama, aktivitas susulan terus terjadi.

BMKG mencatat sedikitnya 235 aktivitas gempa susulan hingga pukul 14.00 WIB pada Sabtu. Gempa susulan tersebut tersebar di sebelah utara Pulau Flores dengan magnitudo antara 2,5 hingga 6,2.

Grafik pemantauan BMKG saat itu menunjukkan tren aktivitas gempa susulan belum mengalami peluruhan yang signifikan.

Korban Gempa NTT Capai 47 Orang

Di tengah aktivitas gempa susulan, dampak gempa utama di NTT juga terus dalam penanganan.

Data BNPB hingga Sabtu pukul 18.48 WIB mencatat jumlah korban meninggal dunia mencapai 47 orang.

Sebaran korban tercatat di Kabupaten Manggarai sebanyak 24 orang, Manggarai Timur 17 orang, Sikka tiga orang, Ngada satu orang, dan Ende satu orang.

Kerusakan bangunan juga cukup luas.

BNPB mencatat 157 rumah rusak berat, 41 rumah rusak sedang, dan 148 rumah rusak ringan.

Kerusakan juga dilaporkan pada 87 fasilitas pendidikan, 18 fasilitas kesehatan, lima tempat ibadah, serta enam kantor.

Guncangan gempa utama bahkan dirasakan hingga Kabupaten dan Kota Bima di Nusa Tenggara Barat serta Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.

Di Kepulauan Selayar, BPBD setempat mendirikan tiga lokasi pengungsian, masing-masing di Kecamatan Pasimarannu, Pasilambena, dan Takabonerate.

BMKG sebelumnya juga mencatat guncangan gempa utama mencapai intensitas V MMI di Kota Ende, Kota Borong, dan Kota Ruteng. Intensitas VI MMI tercatat di Wolowae, Kabupaten Nagekeo, serta Kota Bajawa.

Peringatan dini tsunami pascagempa utama telah diakhiri BMKG pada pukul 07.30 WIB pada Sabtu. Meski demikian, BMKG mengingatkan masyarakat tetap waspada terhadap gempa susulan dan memeriksa kondisi bangunan yang mengalami retakan atau kerusakan struktur.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.