Laporan Wartawan Serambi Indonesia Masrizal | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH — Organisasi paguyuban Ikatan Masyarakat Kabupaten Aceh Barat Daya (Ikamabdya) menggelar Rapat Kerja (Raker) di Gunongan Kopi, Banda Aceh, Sabtu (15/8/2026).
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Safaruddin.
Acara yang dipandu Jusma Eri itu turut dihadiri sejumlah tokoh masyarakat Abdya yang bermukim di Banda Aceh, di antaranya Nasrullah Jakfar, Anasbidin Nyak Syech, Nasruddin Hasan, dan Azhar Notaris.
Raker tersebut difokuskan pada penyusunan serta penguatan sinergi program kerja paguyuban dengan arah kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Abdya ke depan.
Ketua Umum Ikamabdya, Zalsufran, menegaskan komitmen organisasi untuk menyelaraskan setiap program dengan visi pembangunan daerah.
Baca juga: Ikamabdya Apresiasi Pemkab Abdya Karena Bahas Cepat Program Kerja 2027
“Kami meminta arahan langsung dari Pak Bupati agar setiap program kerja Ikamabdya ke depan dapat berjalan beriringan dan bersinergi dengan Pemkab Abdya,” ujar Zalsufran.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Abdya Safaruddin menyambut baik inisiatif kemitraan yang dibangun Ikamabdya.
Dalam kesempatan itu, ia turut memaparkan sejumlah program pembangunan Abdya ke depan.
Baca juga: VIDEO Safaruddin Lantik Pengurus Ikamabdya dan Hipelmabdya Banda Aceh
Safaruddin juga menyinggung keberadaan rumah singgah Abdya di Banda Aceh yang selama ini telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Abdya, terutama warga yang sedang menjalani pengobatan di Banda Aceh.
“Rumah singgah ini merupakan kebutuhan nyata masyarakat. Sudah lebih dari satu tahun manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Safaruddin.
Saat ini, rumah singgah Abdya memiliki 12 kamar, bertambah dari sebelumnya yang hanya 10 kamar.
Safaruddin mengatakan, jika kondisi anggaran memungkinkan, fasilitas tersebut akan dipermanenkan pada 2028.
“Jika anggaran 2028 mencukupi, fasilitas rumah singgah ini akan kita permanenkan,” ungkapnya.
Selain rumah singgah, Bupati juga menyoroti kondisi asrama mahasiswa Abdya yang berada di Lamgapang, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh Besar.
Menurutnya, kondisi asrama tersebut saat ini cukup memprihatinkan akibat kurangnya perhatian pada masa lalu.
Ia juga menyebut adanya indikasi pemanfaatan sejumlah fasilitas asrama oleh pihak luar yang tidak bertanggung jawab.
Safaruddin menegaskan komitmen Pemkab Abdya untuk melakukan pembenahan secara menyeluruh.
Bahkan, pemerintah daerah telah menyusun peta jalan pembenahan fisik asrama yang akan dilakukan secara bertahap.
Tidak hanya pembenahan fasilitas, Safaruddin juga menekankan pentingnya menciptakan lingkungan asrama mahasiswa yang bebas dari penyalahgunaan narkoba.
Untuk memastikan kondisi tersebut, ia menyatakan siap melakukan tes urine secara berkala terhadap para penghuni asrama.
Langkah itu dinilai penting sebagai upaya melindungi mahasiswa dan generasi muda Abdya dari bahaya penyalahgunaan narkoba. (*)