Caitlin Halderman Sebut Denny Sumargo Sosok Perfeksionis Saat Garap Proyek Film Baby Udon
Muhamad Syarif Abdussalam August 16, 2026 08:11 AM

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG -  Denny Sumargo mengungkap alasan di balik keterlibatannya dalam film Baby Udon. Pria yang akrab disapa Densu ini menjadi pemeran utama sekaligus produser.

Densu mengungkapkan film yang diangkat dari kisah nyata Fanny Kondoh dan mendiang suaminya, Hajime Kondoh, tersebut tidak dibuat semata-mata untuk mengejar keuntungan.

Sejak awal terlibat dalam produksi, Densu mengaku sudah menentukan tujuan yang ingin dicapai. Ia ingin menghidupkan rasa dari kisah Fanny dan Hajime sehingga emosi serta pesan yang terkandung di dalamnya dapat dirasakan oleh penonton.

“Awal ketika saya bikin film ini, saya sudah bilang sama diri saya, saya mau bikin film untuk kejar apa? Apa yang ingin saya capai? Jawabannya, saya ingin mencapai rasanya,” ujar Densu di XXI Festival Citilink, Sabtu (15/8/2026).

Menurut Densu, cerita Fanny memiliki nilai yang jauh lebih besar daripada sekadar potensi keuntungan secara komersial. Ia ingin memastikan perjuangan yang telah dilalui Fanny dan Hajime tidak kehilangan makna ketika diadaptasi menjadi sebuah film.

Meski demikian, Densu tidak menampik bahwa keuntungan tetap menjadi bagian dari industri perfilman. Namun, ia memilih untuk menyerahkan persoalan tersebut dan fokus pada kualitas cerita yang ingin disampaikan.

“Untung tetap perlu, tapi itu kan ada di ranah Tuhan. Jadi saya harus fokus untuk mengeluarkan semua rasa dari cerita dia karena ini terinspirasi dari cerita dia,” tuturnya.

Bagi Denny, Baby Udon tidak seharusnya berhenti sebagai film komersial yang hanya menghibur penonton selama berada di dalam bioskop.

“Supaya film ini tidak hanya menjadi satu film komersial, tapi ada sebuah cerita yang bisa dibawa pulang untuk menjadi harapan,” ujar Densu.

Pesan tersebut menjadi salah satu inti yang ingin dibawa Baby Udon. Film ini mengangkat perjalanan pasangan suami istri yang menghadapi proses panjang untuk mendapatkan buah hati melalui program bayi tabung atau In Vitro Fertilization (IVF).

Perjalanan tersebut tidak hanya berbicara mengenai keinginan memiliki anak, tetapi juga tentang kesetiaan, dukungan pasangan, keteguhan hati, serta kemampuan untuk tetap bertahan ketika harapan dan kenyataan tidak selalu berjalan beriringan.

Sementara itu, Caitlin Halderman yang memerankan karakter Fanny mengaku proses syuting Baby Udon sangat menguras tenaga dan emosi.

Produksi yang berlangsung selama 18 hari terasa jauh lebih panjang bagi Caitlin karena banyak adegan yang membutuhkan energi emosional besar.

“Syutingnya 18 hari tapi aku berasa syuting tiga bulan. Aku merasa sangat drained,” ujar Caitlin.

Ia bahkan membandingkan pengalaman syutingnya dengan perjalanan hidup Fanny yang harus menghadapi berbagai cobaan selama bertahun-tahun.

“Aku tuh ngebayangin, ya ampun, aku syuting 18 hari aja tuh capek banget gimana Ka Fanny yang menjalani hidup ini lebih dari sembilan tahun dengan semua cobaan yang didaptkan,” tuturnya.

Caitlin juga menyebut Densu sebagai sosok yang sangat perfeksionis dan detail dalam proses produksi. Menurutnya, Densu telah memiliki gambaran visual yang jelas mengenai bagaimana setiap adegan seharusnya ditampilkan.

“Tantangan terberatnya sih menurut aku gimana aku bisa menyampaikan rasa apa yang Kak Fanny pengen penonton rasain,” ujarnya.

Sebelum menjalani syuting, Caitlin bahkan berdiskusi langsung dengan Fanny untuk mengetahui emosi apa yang ingin disampaikan melalui film.

Baby Udon disutradarai Fajar Bustomi dan menjadi salah satu proyek yang diproduksi oleh Sumargo Films bersama LYTO Pictures.

Film ini dibintangi Caitlin Halderman dan Denny Sumargo, serta didukung sejumlah pemain lain, di antaranya Vonny Anggraini, Naufal Samudra, Ayya Renita, Alexandra Vallerie, Putri Ayudya, Alfie Alfandy, Royhan Hidayat, dan Hiroaki Kato.

Baby Udon dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 3 September 2026.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.