Dari Bakiak Hingga Sorodot Gaplok, Disbudpar Bandung Dorong Lomba Tradisional Pada HUT ke-81 RI
Muhamad Syarif Abdussalam August 16, 2026 08:11 AM

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nappisah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tak harus selalu diisi dengan lomba-lomba yang kekinian. 

Warga Kota Bandung juga diajak kembali memainkan permainan tradisional yang menjadi bagian dari kebudayaan daerah.

Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, Nuzrul Irwan Irawan, mengatakan momentum 17 Agustus dapat dimanfaatkan warga untuk mengenalkan sekaligus melestarikan permainan rakyat kepada anak-anak.

“Kami dari Dinas Kebudayaan Kota Bandung mengimbau untuk melestarikan kebudayaan yang ada di Kota Bandung. Minimal dengan menyelenggarakan permainan-permainan rakyat,” kata Irwan, kepada Tribun Jabar, Sabtu (15/8/2026). 

Menurutnya, lomba-lomba bernuansa kekinian tetap dapat digelar dalam perayaan HUT RI. Namun, permainan tradisional juga perlu mendapat tempat agar tidak semakin ditinggalkan.

“Banyak yang kalau saya lihat di media-media ada yang kekinian, boleh. Tapi kalau bisa kita juga punya permainan tradisional. Itu adalah salah satu bukti juga bahwa kita melestarikan seni tradisi yang ada di Kota Bandung,” ujarnya.

Irwan mengatakan kegiatan tersebut tidak harus dikemas secara kaku. Permainan tradisional bisa dibuat lebih menarik dan disesuaikan dengan suasana perayaan kemerdekaan.  

“Pengemasannya sebetulnya enggak kaku. Bisa dikemas dengan sedemikian rupa. Boleh yang terbarukan, tapi juga jangan melupakan seni tradisi yang kita miliki,” katanya.

Sejumlah permainan rakyat yang bisa dimainkan antara lain galah, bakiak, boy-boyan hingga sorodot gaplok.

Menurut Irwan, melibatkan anak-anak dalam permainan tersebut juga menjadi cara sederhana untuk mengenalkan kebudayaan lokal sejak dini. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.