TRIBUNJABAR.ID, GIANYAR – Pelatih Persib Bandung, Igor Tolic, mengapresiasi penampilan anak asuhnya yang mampu mengamankan kemenangan telak 3-0 atas Sabah FC pada laga Dewata Challenge Series di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Sabtu (15/8/2026).
Ia menilai hasil positif tersebut diraih meski stamina para pemain belum sepenuhnya ideal.
Igor mengungkapkan bahwa skuat Maung Bandung sempat mengalami kelelahan akibat mendapat porsi latihan fisik berintensitas tinggi sebelum laga digelar.
"Banyak sprint, jadi anda bisa lihat kaki kami tidak begitu segar. Namun bahkan meski seperti ini, kami berhasil melakukan beberapa serangan balik yang bagus," ujar Igor seusai pertandingan.
Meski berhasil memenangkan pertandingan, Igor memberikan sejumlah catatan evaluasi terkait performa taktis timnya di lapangan.
"Apa yang kurang dari kami, apa yang masih kurang adalah kemampuan untuk keluar dari low block, untuk menekan ke depan. Tapi hal tersebut pada hari ini sudah diperkirakan. Jadi saya senang lini depan mencetak gol," tuturnya.
Ia juga menyambut positif keberhasilan para juru gedor Persib yang tampil produktif dalam mencetak gol.
"Jadi gol-gol yang luar biasa hari ini, kami bisa saja mencetak beberapa gol lagi, dan pada dasarnya itu saja. Kami bersiap untuk pertandingan berikutnya, dalam tiga hari ke depan," kata Igor.
Terkait aksi penyerang anyar Mariano Peralta yang memecah kebuntuan lewat titik putih, Igor menilai momen tersebut sangat penting untuk meningkatkan kepercayaan diri sang pemain.
"Jadi saya tentu senang mereka (mencetak gol). Sebenarnya tadi Balsa yang seharusnya menembak, tapi mereka tadi bicara agar Peralta yang mencetak gol," katanya.
Igor memuji sikap saling mendukung di antara para pemain depan yang lebih mengedepankan kepentingan kolektif tim dibanding ego pribadi.
"Jadi, sangat bagus ketika mereka saling bekerja sama demi kepentingan tim, sehingga semua orang, setiap saat ada orang lain yang mencetak gol, yang mana itu sangat bagus untuk tim," pungkasnya.
Chemistry para pemain persib tampaknya mulai terbentuk dalam laga ini. Perkembangan skill para pemain pun mulai tampak.
Meski Sabah FC menggebrak sejak awal dengan permainan berintensitas tinggi, benteng pertahanan Persib tetap tak tergoyahkan.
Hal ini tampak saat peralta yang diplot sebagai juru gedor utama terus merepotkan barisan belakang wakil Malaysia tersebut melalui aksinya.
Peralta yang maju sebagai eksekutor penalti menjalankan tugasnya dengan sangat dingin. Sepakan terukurnya sukses mengelabui kiper Sabah FC, Juan Flere, sekaligus mengubah papan skor menjadi 1-0.
Kehadiran Peralta memberikan dimensi baru bagi skema penyerangan Persib. Tiga menit pasca-golnya, ia mengirimkan umpan matang kepada Balsa Sekulic, meski sundulan Sekulic masih sanggup dipatahkan Juan Flere.
Tersengat oleh gol pembuka, Sabah FC mencoba keluar menekan. Namun, kedisiplinan Patricio Matricardi bersama rekan-rekannya di barisan pertahanan Persib berhasil mematahkan setiap gempuran musuh. Keunggulan satu gol bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, skuat Sabah FC kembali meningkatkan intensitas serangan demi mengejar ketinggalan. Alih-alih menyamakan kedudukan, gawang mereka justru kembali bobol pada menit ke-78.
Berawal dari umpan terobosan akurat Gakuto Notsuda yang membelah pertahanan lawan, Luka Menalo yang lolos dari kawalan melepaskan pergerakan kecerdikan sebelum menaklukkan Juan Flere untuk mengubah skor menjadi 2-0.
Kemenangan Pangeran Biru ditegaskan oleh Beckham Putra Nugraha pada menit ke-89. Memanfaatkan umpan matang Marc Klok, pemain yang masuk menggantikan Luka Menalo pada menit ke-85 tersebut melepas tembakan terarah ke sudut terpencil yang gagal dijangkau kiper lawan.
Skor 3-0 bertahan hingga laga usai. Tambahan tiga poin ini mengantarkan Persib menggeser Sabah FC dari puncak klasemen sementara Dewata Challenge Series.