TRIBUNJABAR.ID, GIANYAR – Debut manis diukir Mariano Peralta saat dipercaya masuk dalam sebelas pemain pertama Persib Bandung. Penyerang anyar tersebut membuka keunggulan Maung Bandung kala membekuk Sabah FC tiga gol tanpa balas dalam ajang Dewata Challenge Series di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Sabtu (15/8/2026).
Meski Sabah FC menggebrak sejak awal dengan permainan berintensitas tinggi, benteng pertahanan Persib tetap tak tergoyahkan. Peralta yang diplot sebagai juru gedor utama terus merepotkan barisan belakang wakil Malaysia tersebut melalui aksinya.
Petaka bagi Sabah FC hadir pada menit ke-27 setelah pelanggaran Enrique Lopez terhadap Peralta di kotak terlarang membuat wasit menunjuk titik putih.
Peralta yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan sangat dingin. Sepakan terukurnya sukses mengelabui kiper Sabah FC, Juan Flere, sekaligus mengubah papan skor menjadi 1-0.
Kehadiran Peralta memberikan dimensi baru bagi skema penyerangan Persib. Tiga menit pasca-golnya, ia mengirimkan umpan matang kepada Balsa Sekulic, meski sundulan Sekulic masih sanggup dipatahkan Juan Flere.
Tersengat oleh gol pembuka, Sabah FC mencoba keluar menekan. Namun, kedisiplinan Patricio Matricardi bersama rekan-rekannya di barisan pertahanan Persib berhasil mematahkan setiap gempuran musuh. Keunggulan satu gol bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, skuat Sabah FC kembali meningkatkan intensitas serangan demi mengejar ketinggalan.
Alih-alih menyamakan kedudukan, gawang mereka justru kembali bobol pada menit ke-78. Berawal dari umpan terobosan akurat Gakuto Notsuda yang membelah pertahanan lawan, Luka Menalo yang lolos dari kawalan melepaskan pergerakan kecerdikan sebelum menaklukkan Juan Flere untuk mengubah skor menjadi 2-0.
Kemenangan Pangeran Biru ditegaskan oleh Beckham Putra Nugraha pada menit ke-89. Memanfaatkan umpan matang Marc Klok, pemain yang masuk menggantikan Luka Menalo pada menit ke-85 tersebut melepas tembakan terarah ke sudut terpencil yang gagal dijangkau kiper lawan.
Skor 3-0 bertahan hingga laga usai. Tambahan tiga poin ini mengantarkan Persib menggeser Sabah FC dari puncak klasemen sementara Dewata Challenge Series.
Pelatih Persib Bandung, Igor Tolić, mengapresiasi kerja keras anak asuhnya di tengah kondisi fisik yang belum sepenuhnya segar akibat porsi latihan fisik berintensitas tinggi beberapa hari terakhir.
"Banyak sprint, jadi anda bisa lihat kaki kami tidak begitu segar. Namun bahkan meski seperti ini, kami berhasil melakukan beberapa serangan balik yang bagus," ujar Igor seusai pertandingan.
Ia menyoroti aspek taktik yang sudah berjalan meski masih ada ruang evaluasi.
"Apa yang kurang dari kami, apa yang masih kurang adalah kemampuan untuk keluar dari low block, untuk menekan ke depan. Tapi hal tersebut pada hari ini sudah diperkirakan. Jadi saya senang lini depan mencetak gol," tuturnya.
Igor juga memberikan catatan khusus terkait eksekusi penalti Peralta yang sebenarnya merupakan tugas Sekulic.
"Jadi saya tentu senang mereka (mencetak gol). Sebenarnya tadi Balsa yang seharusnya menembak, tapi mereka tadi bicara agar Peralta yang mencetak gol. Sangat bagus ketika mereka saling bekerja sama demi kepentingan tim," kata Igor.
Di pihak lawan, pelatih Sabah FC, Juan Torres, mengaku faktor kelelahan usai menang 2-1 atas Bali United menjadi kendala timnya.
"Jadi ide kami untuk tetap kompak dan mencapai minit terakhir untuk memenangkan permainan. Saya pikir kita berhasil melakukannya," kata Torres.
Namun, ia mengakui kualitas skuat Persib yang tampil menekan.
"Setelah kami bertahan dengan baik, mereka membuka skor. Saya pikir kami memiliki kesempatan untuk menyeimbangkan situasi yang sama," pungkas Torres.