TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah terus melakukan pendataan kerusakan dan kebutuhan masyarakat terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) dini hari.
Data tersebut menjadi dasar pemerintah dalam menyesuaikan bantuan dengan perkembangan kondisi di lapangan.
Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko mengatakan asesmen terhadap kondisi warga masih dilakukan di seluruh wilayah terdampak.
Kementerian, lembaga dan pemerintah daerah mengidentifikasi kebutuhan paling mendesak, mulai dari makanan, air bersih, tenda, layanan kesehatan, hingga tempat aman bagi pengungsi.
"Pendataan kerusakan dan kebutuhan warga masih terus berlangsung di semua wilayah terdampak, dan kami akan menyesuaikan bantuan dengan perkembangan kondisi di lapangan," ujar Budiman dalam keterangannya, Minggu (16/8/2026).
Baca juga: PM Jepang Takaichi Sampaikan Belasungkawa atas Korban Gempa NTT
Budiman menyampaikan duka cita kepada keluarga korban.
Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan kementerian, lembaga, TNI, dan Polri untuk bergerak cepat dan serentak menangani dampak bencana.
"Pemerintah tidak tinggal diam. Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan seluruh jajaran kementerian, lembaga, TNI, dan Polri untuk bergerak cepat dan serentak," katanya.
Penanganan di lapangan melibatkan Tim SAR Gabungan yang terdiri atas 281 personel dari TNI, Polri, BPBD, PMI, dan potensi SAR lainnya.
Tim tersebut telah mengevakuasi 79 orang terdampak dan masih melakukan pencarian terhadap satu orang yang dilaporkan tertimbun.
Kementerian Sosial juga telah memobilisasi bantuan logistik senilai sekitar Rp 4,5 miliar.
Bantuan tersebut meliputi makanan siap saji, tenda, selimut, kasur, perlengkapan keluarga, serta peralatan dapur umum.
Selain itu, Presiden Prabowo menginstruksikan pengiriman 50.000 paket sembako bagi masyarakat terdampak.
Posko darurat didirikan di Kantor BPBD NTT sebagai pusat koordinasi penanganan bencana.
Sejumlah titik pengungsian sementara juga disiapkan di Lapangan Umum Mbay, Maumere, Borong, dan Ruteng.
Budiman menegaskan penanganan pemerintah tidak hanya berfokus pada fase tanggap darurat.
Pemerintah juga memastikan kebutuhan warga tetap dipantau agar masyarakat terdampak tidak mengalami penderitaan berkepanjangan.
"Rasa duka dan kehadiran negara adalah satu hal. Tetapi tugas kami adalah memastikan bahwa saudara-saudara kita di NTT tidak menderita berkepanjangan," katanya.
BP Taskin bersama Kementerian Sosial, BNPB, dan pemerintah daerah terus melakukan asesmen.
Hasil pendataan akan digunakan untuk menentukan prioritas dan menyesuaikan distribusi bantuan berdasarkan kebutuhan aktual di lapangan.
Budiman juga meminta masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.
BMKG mengingatkan aktivitas gempa susulan masih mungkin terjadi dalam beberapa minggu ke depan.
"Kami mengimbau masyarakat untuk terus mengikuti arahan resmi dari BMKG dan petugas di lapangan," ujarnya.
Budiman memastikan pemerintah akan terus mengawal proses penanganan hingga kebutuhan masyarakat terdampak terpenuhi.
"Negara hadir. Pemerintah bergerak. Kami tidak akan membiarkan saudara-saudara kami di NTT sendirian. Kami akan memastikan penanganan darurat, evakuasi, pendataan, dan penyaluran bantuan dilakukan dengan cepat dan terkoordinasi," katanya.
Gempa terjadi sekitar pukul 04.58 WIB dengan pusat gempa sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, pada kedalaman 15 kilometer.
Ratusan rumah warga serta sejumlah fasilitas umum, puskesmas, dan rumah sakit di Mbay dan Maumere dilaporkan mengalami kerusakan.
Sekitar 2.000 warga juga mengungsi secara mandiri.
Gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) menewaskan 47 korban hingga Sabtu (15/8/2026) malam.
Berdasarkan data sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sabtu (15/8/2026) hingga pukul 18.48 WIB, jumlah korban paling banyak adalah di wilayah Kabupaten Manggarai, dengan 24 korban jiwa.
Berikut rincian jumlah korban meninggal berdasarkan wilayah:
Sementara korban luka-luka telah dilakukan evakuasi dan perawatan medis.
Berikut jumlah kerusakan berdasarkan data BNPB hingga pukul 17.00 WIB, Sabtu (15/8/2028):
Kerusakan juga terjadi pada fasilitas umum, seperti: