Siswa SMAN 1 Berastagi Keracunan, Lauk Bau Busuk, Trauma Ogah Santap MBG Lagi, Gatal & Sakit Perut
ninda iswara August 16, 2026 08:38 AM

TRIBUNTRENDS.COM - Pengalaman keracunan yang dialami siswa SMAN 1 Berastagi membuat Aldi Prayoga masih menyimpan trauma hingga kini. Aldi merupakan salah satu pelajar yang harus mendapat perawatan setelah diduga mengalami keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG).

Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (13/8/2026) dan dialami ratusan pelajar tingkat SMA di Berastagi, Kabupaten Karo. Para siswa dari SMAN 1 Berastagi dan Perguruan Swasta Bersama diduga mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap makanan MBG. Kondisi Aldi bahkan sempat memburuk hingga dirinya harus menjalani perawatan di RSUD Kabanjahe.

Saat ditemui pada Jumat (14/8/2026), Aldi mengungkapkan bahwa kejadian tersebut masih membekas dalam ingatannya.

"Trauma bang," ujar Aldi, Jumat (14/8/2026).

Rasa trauma itu membuat Aldi berpikir ulang untuk kembali mengonsumsi menu MBG setelah kondisinya pulih. Ia mengaku tidak ingin lagi menyantap makanan yang disediakan melalui program tersebut ketika sudah kembali bersekolah. Sebagai gantinya, Aldi berencana membawa bekal sendiri dari rumah untuk makan siang selama mengikuti kegiatan belajar.

Pilihan lainnya, ia akan membeli makanan yang tersedia di lingkungan sekolah untuk memenuhi kebutuhan energi hingga jam pelajaran berakhir. Aldi mengatakan cara tersebut dipilih agar dirinya tetap bisa makan siang tanpa harus mengonsumsi menu MBG. Apalagi, kegiatan belajar di sekolah berlangsung hingga sore sehingga ia tetap membutuhkan asupan makanan yang cukup.

Baca juga: Cerita Kepala SPPG Karanganyar Rela Keracunan Demi Cegah Petaka Makanan MBG: Yang Penting Siswa Aman

"Enggak mau lagi (makan MBG), bontot aja nanti paling," ungkapnya.

Sementara itu, peristiwa keracunan massal tersebut menjadi perhatian setelah sejumlah pelajar harus mendapat penanganan medis pascamengonsumsi menu MBG.

Dari kejadian kemarin, diketahui sekitar 250 siswa SMAN 1 Berastagi menjadi korban keracunan yang diduga dari menu MBG. Khusus untuk kelas Aldi, diketahui dari 36 orang siswa sebanyak 12 orang menjadi korban keracunan ini. 

Dijelaskan Aldi, saat di sekolah ia awalnya mengalami gatal di bagian dalam leher, selanjutnya menjalar hingga merasakan mual dan pusing. Tak sampai di situ, dirinya mengaku juga mengalami sakit di bagian perut namun saat di sekolah masih bisa tertahankan.

Bahkan, ia masih sempat membantu mengevakuasi temannya yang mengalami kondisi lebih parah. 

"Pas di sekolah itu masih bisa tertahan, tapi sudah di rumah sekitar beberapa jam sakit lagi perut kaya ditekan. Karena enggak tahan, makanya dibawa langsung ke rumah sakit," pungkasnya.

Lauk Bau Busuk

Aldy Prayoga, mengaku menemukan kejanggalan pada menu Makan Bergizi Gratis (MBG) sebelum dirinya dan ratusan pelajar mengalami keracunan.

Aldy mengatakan aroma tidak sedap langsung tercium ketika ia membuka wadah makanan yang diterimanya saat jam makan siang pada Kamis (13/8/2026).

Selain mencium bau seperti busuk dari ikan, ia juga merasakan rasa asam di bagian sambal dan daging ketika lauk mulai disantap.

Pengalaman tersebut kemudian berlanjut dengan munculnya keluhan pada tubuh Aldy hingga akhirnya ia harus mendapat perawatan di RSUD Kabanjahe.

DRAMA MAKAN BERGIZI - (Ilustrasi) Siswa di SMAN 1 Berastagi keracunan MBG
DRAMA MAKAN BERGIZI - (Ilustrasi) Siswa di SMAN 1 Berastagi keracunan MBG (Generated by AI/Joni Irwan Setiawan)

Ratusan Siswa SMAN 1 Berastagi Masih Dirawat

Pasca peristiwa keracunan massal yang dialami ratusan pelajar di Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, kini semua pelajar yang terdampak masih menjalani perawatan.

Untuk diketahui, dari kejadian ini dialami ratusan pelajar dari dua sekolah yakni SMAN 1 Berastagi dan Perguruan Swasta Bersama Berastagi. 

Khusus untuk pelajar dari SMAN 1 Berastagi, diketahui hingga saat ini pihak sekolah mencatat jumlah siswa yang terpapar keracunan mencapai 250 orang.

Hal ini, diungkapkan oleh Kepala Sekolah SMAN 1 Berastagi, Normawati Martiana br Ginting, Jumat (14/8/2026). 

"Sampai hari ini total siswa kita yang dirawat 247 orang, tapi tadi ada tiga orang yang berangkat karena sedikit agak lemas badannya," ujar Normawati. 

Ketika ditanya langkah lebih lanjut yang dilak dilakukan oleh pihak sekolah terhadap pada siswanya ini, Normawati mengungkapkan jika pihaknya telah menempatkan guru ke seluruh rumah sakit tempat siswa dirawat.

Diketahui, seluruh pelajar yang terdampak keracunan sedang menjalani perawatan di RS Amanda Berastagi, RS Efarina Berastagi, RSU Kabanjahe, dan RS Mina Kabanjahe. 

"Untuk sementara, saya sudah menugaskan semua guru-guru dibagi ke semua rumah sakit untuk mendampingi siswa kita," katanya. 

Dikatakan Normawati, pendampingan yang dilakukan oleh seluruh guru dikatakannya sudah dilakukan sejak kemarin hingga kondisi seluruh pelajar membaik. 

Amatan www.tribun-medan.com, di sekolah yang terletak di Jalan Jamin Ginting Berastagi ini tampak tak terlihat adanya aktivitas yang berarti.

Dimana, aktivitas belajar mengajar hari ini ditiadakan sementara sembari dilakukan pemulihan siswa. 

Tak hanya itu, tampak beberapa orang guru dan juga pelajar terlihat berada di sekolah untuk membereskan sisa kepanikan yang terjadi kemarin.

Seperti menyusun ompreng yang masih berserakan, serta mengamankan barang siswa yang tertinggal di sekolah akibat terpaksa dievakuasi ke rumah sakit.

(TribunTrends/TribunMedan)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.