TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Aktivitas belajar mengajar di seluruh sekolah jenjang SD dan SMP di Kota Pontianak akan kembali dilaksanakan secara luring atau tatap muka mulai Selasa, 18 Agustus 2026.
Keputusan tersebut diambil seiring kondisi cuaca dan kualitas udara di Kota Pontianak yang dinilai mulai membaik.
Hujan yang turun dalam beberapa waktu terakhir turut membantu mengurangi kabut asap yang sebelumnya menyelimuti wilayah Kota Pontianak.
Anggota DPRD Kota Pontianak, Husin, menyambut baik kembali diberlakukannya pembelajaran tatap muka di sekolah.
Menurut Husin, kondisi cuaca saat ini sudah cukup kondusif sehingga kegiatan belajar mengajar secara langsung dapat kembali dilaksanakan.
"Menurut saya cuaca sudah kondusif karena sudah turun hujan dan kabut juga mulai kurang, memungkinkan untuk sekolah-sekolah mengadakan kegiatan belajar mengajar secara offline," ujar Husin saat dikonfirmasi Tribun Pontianak, Sabtu 15 Agustus 2026.
Baca juga: BREAKING NEWS - Mes Karyawan di Gang Sejahtera Parit Tokaya Pontianak Ludes
Meski pembelajaran tatap muka kembali diberlakukan, Husin mengingatkan agar kesehatan siswa dan guru tetap menjadi perhatian.
Ia mengatakan, DPRD Kota Pontianak sebelumnya telah melakukan rapat bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Dinas Kesehatan untuk membahas langkah perlindungan kesehatan masyarakat di tengah kondisi kualitas udara.
Salah satu persiapan yang dibahas adalah penyediaan masker yang dapat dibagikan kepada masyarakat maupun digunakan oleh siswa dan guru di sekolah.
"Kita juga ketika rapat dengan Diknas dan Dinas Kesehatan untuk persiapan masker dan bisa dibagikan ke warga atau sekolah-sekolah untuk anak-anak dan guru," katanya.
• Usai Kabut Asap Mereda, SD dan SMP di Pontianak Kembali Belajar Tatap Muka
Husin juga mengimbau para orang tua untuk tetap memperhatikan kondisi kesehatan anak, terutama karena kondisi cuaca dan kualitas udara masih dapat berubah.
Ia menyarankan orang tua menjaga daya tahan tubuh anak, salah satunya dengan memberikan vitamin sesuai kebutuhan.
Sementara itu, pihak sekolah diharapkan tetap menyiapkan masker sebagai langkah antisipasi apabila kualitas udara kembali menurun.
"Kepada orang tua menjaga kesehatan anak dengan memberikan vitamin. Untuk sekolah perlu siapkan masker," pungkasnya.
Dengan kembali dilaksanakannya pembelajaran tatap muka mulai 18 Agustus 2026, kesiapan sekolah dalam menjaga kesehatan siswa dan guru menjadi hal penting, terutama jika kondisi kabut asap kembali muncul.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca Kalimantan Barat untuk 16-17 Agustus 2026.
Prakiraan cuaca tersebut menjadi perhatian masyarakat, terutama karena 17 Agustus bertepatan dengan pelaksanaan berbagai kegiatan dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Pada Minggu, 16 Agustus 2026, sejumlah wilayah Kalimantan Barat diprakirakan mengalami udara kabur. Namun, hujan ringan masih berpotensi terjadi di beberapa daerah.
Berikut wilayah yang perlu diperhatikan:
Mempawah berpotensi mengalami hujan ringan.
Sanggau berpotensi mengalami hujan ringan.
Landak berpotensi mengalami hujan ringan.
Sekadau berpotensi mengalami hujan ringan.
Kota Pontianak berpotensi mengalami hujan ringan.
Kota Singkawang berpotensi mengalami hujan ringan.
Sejumlah wilayah lainnya diprakirakan mengalami udara kabur.
Prakiraan Cuaca Kalbar 17 Agustus 2026
Pada Senin, 17 Agustus 2026, kondisi cuaca Kalimantan Barat masih berpotensi berubah-ubah.
Beberapa wilayah diprakirakan mengalami udara kabur, sedangkan hujan ringan berpotensi terjadi di sejumlah daerah.
Wilayah yang perlu diperhatikan antara lain:
Kubu Raya berpotensi mengalami hujan ringan.
Kota Pontianak berpotensi mengalami hujan ringan.
Kota Singkawang berpotensi mengalami hujan ringan.
Sejumlah wilayah lainnya diprakirakan mengalami udara kabur.
Potensi hujan perlu menjadi perhatian masyarakat yang akan mengikuti upacara bendera maupun kegiatan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di luar ruangan.
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi prakiraan cuaca terbaru karena kondisi cuaca dapat berubah sewaktu-waktu.
Selain potensi hujan, kondisi udara kabur di sejumlah wilayah Kalimantan Barat juga perlu diwaspadai. Kondisi kemarau dapat meningkatkan risiko kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan pada 16-17 Agustus 2026 disarankan mempersiapkan antisipasi terhadap perubahan cuaca dan mengikuti informasi resmi BMKG.(*)