Gempa M7,7 Guncang NTT, Korban Meninggal Dunia Capai 43 Orang, Manggarai Timur Masih Gelap Gulita
Eri Ariyanto August 16, 2026 09:44 AM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat.

Hingga Sabtu (15/8/2026) malam, BNPB mencatat sedikitnya 43 orang meninggal dunia akibat bencana tersebut.

Korban jiwa tersebar di sejumlah wilayah, dengan Kabupaten Manggarai menjadi daerah yang mencatat jumlah korban terbanyak.

Di Kabupaten Manggarai Timur, situasi pascagempa masih belum sepenuhnya pulih dan masyarakat tetap berada dalam kondisi siaga.

Sejumlah warga memilih mengungsi karena masih merasakan getaran susulan dan khawatir bangunan rumah belum aman untuk ditempati.

Kondisi semakin sulit setelah listrik padam di sejumlah lokasi sehingga permukiman terdampak berubah gelap gulita pada malam hari.

Jaringan internet juga terputus, membuat komunikasi dan penyampaian informasi dari sejumlah wilayah terdampak menjadi terkendala.

Kerusakan dilaporkan terjadi pada sejumlah fasilitas publik, termasuk puskesmas yang terdampak guncangan gempa.

Akses jalan di beberapa titik juga masih terganggu akibat material longsor yang menutup jalur transportasi masyarakat.

Bahkan, hingga sekitar pukul 20.30 WITA, getaran gempa masih dirasakan di sejumlah wilayah Flores.

Situasi yang belum stabil membuat pemerintah daerah menunda sejumlah kegiatan, termasuk upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Sementara proses pencarian, pendataan kerusakan, dan penanganan korban masih terus dilakukan di sejumlah daerah terdampak.

Baca juga: Curhat Awkarin, Ikut Rasakan Gempa NTT M 7,7, Kaget Lihat Reaksi WNA yang Santai: Gue Panik!

Dampak gempa juga memengaruhi kegiatan masyarakat dan pemerintahan di Kabupaten Manggarai Timur.

Pemerintah kabupaten mengeluarkan edaran terkait pembatalan sementara misa kenegaraan dan penundaan kegiatan upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan yang masih belum stabil.

Selain itu, sejumlah akses jalan masih dalam proses pembersihan karena tertutup material longsor.

GEMPA NTT - Kerusakan imbas gempa NTT magnitudo 7,7. (Dok./MUHAMMADIYAH)

Seberapa luas kerusakan akibat gempa?

Selain korban jiwa, gempa juga menyebabkan kerusakan pada berbagai infrastruktur di Pulau Flores.

BNPB mencatat sejumlah ruas jalan tertutup longsor dan puluhan rumah warga mengalami kerusakan.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan pendataan kerusakan masih terus dilakukan karena kondisi di lapangan berkembang dan informasi dari setiap daerah terus masuk.

“Ada beberapa jalan yang longsor tertutup. Datanya nanti akan disampaikan secara perinci dan detail dari Kementerian PU. Ada beberapa rumah masyarakat, ini tentu saja didata terus ya, berkembang terus,” kata Suharyanto, dalam konferensi pers secara daring, Sabtu (15/8/2026).

Korban meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) terus bertambah.

Hingga Sabtu (15/8/2026) malam,Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 43 orang meninggal dunia.

Berdasarkan data yang disampaikan Suharyanto, korban meninggal dunia tersebar sebagai berikut:

Kabupaten Manggarai: 21 orang

Kabupaten Manggarai Timur: 17 orang

Kabupaten Sikka: 3 orang

Kabupaten Manggarai Barat: 1 orang

Kabupaten Ngada: 1 orang

Jumlah tersebut masih berpotensi berubah karena proses pencarian, pendataan, dan verifikasi korban masih berlangsung di sejumlah lokasi terdampak.

(TribunNewsmaker.com/TribunBogor)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.