SRT 2 Banjarbaru Masih Buka Anak Keluarga Tak Mampu yang Ingin Lanjutkan Sekolah
Irfani Rahman August 16, 2026 09:52 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Meski sudah memulai masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS), Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 Banjarbaru, Kalimantan Selatan masih kekurangan siswa baru.

Kepala Sentra Budi Luhur Banjarbaru,  Radna, mengatakan untuk jenjang sekolah dasar (SD), SRT 2 Banjarbaru, kouta siswa barunya telah terpenuhi yaitu sebanyak 60 orang.

Namun, untuk jenjang sekolah menengah pertama (SMP), kouta siswa baru masih kekurangan sebanyak 18 orang dari kouta yang disediakan 120 orang.

Sama halanya dengan jenjang sekolah menengah atas (SMA), juga terdapat kekurangan 18 siswa baru dari kouta yang disediakan sebanyak 102 orang.

“Kalau untuk jenjang SMP, itu ada 120, tapi saat ini masih 102 posisinya, sehingga masih kurang 18. Kemudian yang untuk jenjang SMA, itu 90 kuotanya, yang tercapai sudah 72, masih kurang 18,” kata Radna.​

Baca juga: Mesin Waktu di Banjarbaru! Puluhan MTB Jadul Mejeng di Vintage MTB Day 2026

Baca juga: Polisi Amankan Pria di Jalan A Yani KM 3 Banjarmasin, Diduga Mabuk dan Pukuli Warga yang Melintas

Meskipun MPLS telah mulai dilaksanakan, SRT 2 Banjarbaru menurutnya masih menerima jika ada calon siswa keluarga tidak mampu yang ingin melanjutkan pendidikan lewat Sekolah Rakyat.

“Ini kita terus lakukan pendataannya, kita masih memprioritaskan karena ini adalah Sekolah Rakyat khusus untuk warga masyarakat Kota Banjarbaru,” katanya.

Ia menyebut Sekolah Rakyat ini diperuntukkan khusus bagi warga dengan fokus menjangkau anak-anak kategori miskin ekstrem desil 1 dan desil 2 yang belum terjangkau layanan pendidikan.

“Kita juga bersama-sama melakukan proses penjemputan, karena kita masih yakin bahwa masih ada anak-anak di sudut kota atau di pelosok-pelosok yang kita mungkin belum sempat berakses, yang belum sempat terjangkau oleh layanan apapun,” katanya.

Di sisi lain, pembangunan gedung SRT 2 Banjarbaru belum semuanya rampung. Masih ada beberapa gedung belajar yang masih dalam proses pembangunan.

Namun, untuk siswa baru yang melaksanakan MPLS sejak tanggal 15 Agustus hingga dua pekan kedepan, dipastikan telah dapat menempati asrama maupun kelas dan fasilitas yang tersedia di SRT 2.

“Untuk sarana prasarana sendiri untuk pelaksanaan Sekolah Rakyat di awal ini ya, MPLS, karena memang ini juga masih berprogres. Pembangunan ini kemarin diprioritaskan yang di kompleks pendidikan Sekolah Dasar dulu. Di kompleks tersebut nanti ini kan gedung pendidikan, nanti diakses oleh tiga jenjang tadi, SD, SMP, dan SMA, semua akan terintegrasi di sini,” jelasnya.

Di sisi lain, merespons kekurangan siswa baru ini, Wali Kota Banjarbaru, Hj Erna Lisa Halaby meminta agar camat maupun lurah untuk aktif melakukan sosialisasi Sekolah Rakyat di Banjarbaru ini kepada masyarakat di wilayahnya.

“Tentunya ini kita untuk agar supaya masyarakat mengetahui secara langsung, lurah camat tentunya nanti akan membantu mensosialisasikannya,” ujarnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Rizki Fadillah)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.