Dini Hari Masih Menghantui! Gempa Susulan Terus Melanda NTT, BMKG Catat 3 Guncangan di Ruteng
Laksmi Anindita August 16, 2026 09:44 AM

TRIBUNWOW.COM - Aktivitas gempa susulan masih terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Minggu (16/8/2026) dini hari.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sejumlah gempa dalam rentang waktu beberapa menit. Tiga di antaranya terjadi di sekitar Ruteng, Kabupaten Manggarai.

Gempa pertama tercatat pada pukul 01.09.46 WIB dengan magnitudo 2,8. Episenternya berada di 8,14 derajat LS dan 120,52 derajat BT, sekitar 52 kilometer timur laut Ruteng, dengan kedalaman 9 kilometer.

Dua menit kemudian, pada pukul 01.11.44 WIB, gempa kembali terjadi dengan magnitudo 3,5. Episenternya berada di 7,89 derajat LS dan 120,55 derajat BT, sekitar 80 kilometer timur laut Ruteng. Gempa tersebut memiliki kedalaman 15 kilometer.

Selanjutnya, pada pukul 01.12.44 WIB, BMKG mencatat gempa bermagnitudo 3,9. Pusat gempa berada di 7,90 derajat LS dan 120,59 derajat BT, sekitar 80 kilometer timur laut Ruteng, dengan kedalaman 21 kilometer.

Dengan demikian, tiga gempa tercatat di kawasan sekitar Manggarai dalam waktu sekitar empat menit.

Gempa juga terjadi di Maluku Utara

Pada pukul 01.13.08 WIB, BMKG mencatat gempa bermagnitudo 2,6 di wilayah Maluku Utara.

Episenter gempa berada di 1,27 derajat LU dan 126,31 derajat BT, sekitar 129 kilometer barat laut Ternate. Gempa tersebut memiliki kedalaman 41 kilometer.

BMKG mengingatkan bahwa informasi gempa pada tahap awal mengutamakan kecepatan. Karena itu, parameter gempa masih dapat berubah setelah data selesai diolah.

Rangkaian gempa tersebut terjadi setelah gempa utama berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, NTT, pada Sabtu (15/8/2026) pukul 04.58 WIB. BMKG menyebut gempa utama berpusat di laut dan berkaitan dengan aktivitas Flores Back-Arc Thrust.

Pasca gempa utama, aktivitas susulan terus terpantau. Hingga pukul 14.00 WIB pada Sabtu, BMKG mencatat 235 aktivitas gempa susulan dengan magnitudo antara 2,5 hingga 6,2. Tren aktivitas saat itu juga belum menunjukkan peluruhan yang signifikan.

Korban meninggal mencapai 47 orang

Gempa utama tersebut menimbulkan dampak besar di sejumlah wilayah NTT.

Berdasarkan data BNPB hingga Sabtu (15/8/2026) pukul 18.48 WIB, jumlah korban meninggal dunia mencapai 47 orang.

Korban tercatat di Kabupaten Manggarai sebanyak 24 orang, Manggarai Timur 17 orang, Sikka tiga orang, Ngada satu orang, dan Ende satu orang.

Selain korban jiwa, gempa juga menyebabkan kerusakan bangunan. BNPB mencatat 157 rumah rusak berat, 41 rumah rusak sedang, dan 148 rumah rusak ringan.

Hingga Minggu (16/8/2026), aktivitas gempa susulan masih menjadi perhatian karena BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.