Update Gempa NTT! Korban Tewas Terus Bertambah Capai Puluhan, Ratusan Rumah Hancur
Laksmi Anindita August 16, 2026 09:44 AM

TRIBUNWOW.COM - Korban meninggal akibat gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), mencapai 47 orang.

Data tersebut disampaikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam pembaruan penanganan bencana pada Sabtu (15/8/2026).

Sebaran korban meninggal tercatat di lima wilayah. Rinciannya, 24 orang di Kabupaten Manggarai, 17 orang di Manggarai Timur, tiga orang di Sikka, satu orang di Ngada, dan satu orang di Ende.

Selain korban meninggal, petugas juga melakukan evakuasi dan memberikan perawatan medis kepada warga yang mengalami luka-luka.

Dampak gempa juga terlihat dari kerusakan bangunan. Hingga Sabtu pukul 17.00 WIB, BNPB mencatat 157 rumah rusak berat, 41 rumah rusak sedang, dan 148 rumah rusak ringan.

Kerusakan turut terjadi pada sejumlah fasilitas umum. Sebanyak 87 fasilitas pendidikan, 18 fasilitas kesehatan, lima tempat ibadah, dan enam kantor dilaporkan terdampak.

BNPB kemudian mengerahkan bantuan pangan dan nonpangan untuk mendukung penanganan warga terdampak.

Sebagian bantuan dikirim melalui gudang logistik BNPB di Kabupaten Flores Timur, NTT. Sementara bantuan dari Jakarta dikirim melalui Baseops TNI AU Halim Perdanakusuma.

Total bantuan yang disiapkan mencapai 50 ribu paket dengan berat sekitar 275 ton. Hingga Sabtu, sebanyak 10.500 paket telah tiba di Baseops TNI AU Halim Perdanakusuma.

Gempa juga dirasakan hingga Kabupaten dan Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, serta Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.

Di Kabupaten dan Kota Bima, kondisi masyarakat dilaporkan secara umum kondusif. BPBD Kota Bima masih melakukan pendataan dan verifikasi di lapangan.

Sementara itu, BPBD Kepulauan Selayar mendirikan pos pengungsian di tiga lokasi, yakni Kecamatan Pasimarannu, Pasilambena, dan Takabonerate.

Gempa utama terjadi pada Sabtu (15/8/2026) pukul 04.58 WIB di wilayah Flores, NTT. Berdasarkan pemutakhiran BMKG, gempa tersebut memiliki magnitudo 7,7 dengan kedalaman 15 kilometer.

Episenter gempa berada di laut, sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo, NTT, pada koordinat 8,41° LS dan 121,39° BT.

BMKG menyebut gempa tersebut dipicu aktivitas Flores Back-Arc Thrust dengan mekanisme sesar naik atau thrust fault.

Gempa tersebut juga memicu tsunami di sejumlah wilayah pesisir. BMKG mencatat kenaikan muka air laut di beberapa lokasi, termasuk Maumere, Flores Timur, Labuan Bajo, dan Maurole. Peringatan dini tsunami kemudian diakhiri pada pukul 07.30 WIB.

Hingga Sabtu siang, BMKG juga mencatat ratusan gempa susulan dengan magnitudo antara 2,5 hingga 6,2. Masyarakat di wilayah terdampak diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.