SURYA.CO.ID SURABAYA - Taiwan kembali memperkuat promosi pariwisata untuk membidik wisatawan Indonesia, termasuk dari Surabaya dan Jawa Timur, menjelang musim liburan akhir tahun hingga Tahun Baru 2027.
Potensi pasar Surabaya dinilai besar karena menjadi kota terbesar kedua di Indonesia dengan pertumbuhan masyarakat kelas menengah serta pasar wisata dan bisnis yang strategis. Peluang tersebut juga membuka harapan penguatan kembali konektivitas penerbangan langsung Surabaya-Taiwan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah perjalanan wisata luar negeri warga Indonesia sepanjang 2025 mencapai 9,16 juta perjalanan. Melihat besarnya potensi tersebut, Taiwan Tourism Administration membawa 16 institusi dalam rangkaian promosi pariwisata di Indonesia.
Institusi tersebut terdiri dari maskapai penerbangan, agen perjalanan hingga asosiasi pariwisata.
Director General of Taipei Economic and Trade Office (TETO) in Surabaya, David Lin, mengatakan jumlah wisatawan Indonesia yang berkunjung ke Taiwan terus mengalami pertumbuhan.
Saat ini, sekitar 200.000 wisatawan Indonesia tercatat telah berkunjung ke Taiwan.
Baca juga: TETO Surabaya Promosikan Wisata Halal di Taiwan Tourism Workshop 2026
“Pemerintah Taiwan melihat Asia Tenggara sangat penting, juga ingin mengembangkan wisata Taiwan lebih bagus lagi di Asia Tenggara. Jumlah kunjungan wisatawan dari Indonesia juga bertambah. Tahun ini peningkatan kunjungan sampai sembilan persen,” kata David Lin saat ditemui Tribun Jatim Network di Sheraton Surabaya, Rabu (12/8/2026).
Surabaya menjadi salah satu pasar yang mendapat perhatian karena memiliki potensi besar dari sisi pariwisata maupun bisnis.
“Surabaya merupakan pasar penting dengan potensi pariwisata dan bisnis yang kuat,” ujarnya.
Taiwan juga terus mempromosikan berbagai daya tarik wisatanya kepada masyarakat Indonesia. Mulai dari panorama pegunungan dan budaya teh di Alishan, Sun Moon Lake, sumber air panas, kuliner lokal, pasar malam, hingga pengalaman budaya di berbagai wilayah Taiwan.
Selain itu, Taiwan mengandalkan citranya sebagai destinasi yang ramah bagi wisatawan Muslim.
Dalam Global Muslim Travel Index (GMTI) 2026 yang diterbitkan Mastercard dan CrescentRating, Taiwan menempati peringkat ketiga bersama Inggris dalam kategori destinasi non-OIC.
Baca juga: 60 Karya Seni dari Surabaya hingga Taiwan Dipamerkan di SUCH, Angkat Makna Perjuangan
David mengatakan pencapaian tersebut tidak terlepas dari upaya Taiwan menyediakan fasilitas yang mendukung kebutuhan wisatawan Muslim, mulai restoran bersertifikat halal, hotel, tempat wisata hingga ruang salat atau musala di sejumlah destinasi wisata utama dan pusat transportasi.
“Ada beberapa alasan wisatawan Indonesia berkunjung ke Taiwan. Pertama, Taiwan sangat aman bagi wisatawan Indonesia berlibur ke Taiwan. Taiwan juga ramah dengan wisatawan Muslim. Wisata halal juga sangat kami promosikan. Makanan halal dan musala juga mudah ditemukan,” jelas David.
“Kami berharap dapat memberikan pengalaman perjalanan yang lebih mudah, nyaman, dan ramah bagi wisatawan Muslim selama berada di Taiwan,” tambahnya.
Meningkatnya minat wisatawan Indonesia juga mendorong Taiwan melihat peluang untuk kembali membuka penerbangan langsung dari Surabaya menuju Taiwan.
Sebelumnya, rute penerbangan langsung Surabaya-Taiwan pernah tersedia. Namun, pembukaan kembali rute tersebut masih bergantung pada pertimbangan komersial maskapai serta perkembangan permintaan pasar.
Taiwan Tourism Administration akan terus berkoordinasi dengan maskapai penerbangan dan mitra industri untuk mendorong pertumbuhan permintaan perjalanan dari Indonesia.
Pertumbuhan pasar tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu faktor yang memperkuat konektivitas udara antara Taiwan dan Surabaya.
“Kami berharap seiring dengan terus berkembangnya pasar, akan ada lebih banyak peluang untuk memperkuat konektivitas udara antara Taiwan dan Surabaya di masa mendatang,” ucap David.
Director of Taiwan Tourism Information Center in Jakarta, Abe Chou, mengatakan pengembangan pasar Indonesia tidak hanya dilakukan melalui promosi kepada wisatawan.
Taiwan juga berupaya memperkuat hubungan antara pelaku industri pariwisata Indonesia dan Taiwan melalui Taiwan Tourism Workshop. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi pelaku industri kedua negara untuk bertemu sekaligus melakukan business matching.
“Utamanya adalah menjalin hubungan pariwisata antara Indonesia-Taiwan. Kami berbagi informasi dan promosi. Melalui workshop ini, kami ingin memperkenalkan perkembangan terbaru pariwisata Taiwan kepada mitra di Indonesia,” ujar Abe.
Informasi yang diperkenalkan mencakup beragam pengalaman wisata, pariwisata ramah Muslim, perjalanan berkelanjutan hingga produk-produk lokal Taiwan.
Dengan pertumbuhan wisatawan Indonesia yang terus meningkat, Taiwan berharap pasar Indonesia semakin berkembang. Kondisi tersebut sekaligus diharapkan membuka peluang baru untuk memperkuat konektivitas udara, termasuk penerbangan langsung Surabaya-Taiwan.
“Taiwan menawarkan beragam pengalaman wisata dan terus memperkuat daya tariknya sebagai destinasi wisata internasional. Bagi wisatawan Indonesia, daya tarik utama Taiwan adalah keberagaman, kemudahan akses, serta lingkungan yang ramah dan terbuka,” kata Abe.