Museum Perumusan Naskah Proklamasi di Menteng, Saksi Lahirnya Kemerdekaan RI
GH News August 16, 2026 10:08 AM
Jakarta -

Sebuah rumah di Jakarta menjadi saksi lahirnya naskah Proklamasi Indonesia. Kini, bangunan bekas kediaman Laksamana Tadashi Maeda itu menjadi Museum Perumusan Naskah Proklamasi (munasprok).

Maeda seorang perwira tinggi Angkatan Laut Kekaisaran Jepang. Rumah itu berada di Jalan Imam Bonjol Nomor 1, Jakarta Pusat.

Kini, selain menjadi museum, rumah itu juga telah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya.

Bangunan tersebut didirikan sekitar 1920-an dengan gaya arsitektur Eropa. Di pintu masuk museum, traveler langsung disuguhi ruangan tengah yang cukup luas dan berisi beberapa koleksi penting untuk mengenang sejarah perumusan naskah proklamasi.

Pengunjung bisa masuk dan melihat sejumlah ruangan yang berkaitan dengan kisah perumusan naskah Proklamasi. Traveler dapat memasuki ruangan pertemuan antara Soekarno, Hatta, Ahmad Soebardjo, dan rombongan bersama Laksamana Muda Maeda. Pertemuan itu terjadi pada 16 Agustus 1945 sekitar pukul 22.00 setelah dari Rengasdengklok.

Di ruangan itu terdapat replika meja bundar dan empat sofa yang menggambarkan tempat bertemunya rombongan tokoh proklamasi dengan Laksamana Muda Maeda.

Di situ juga terdapat koleksi tombak milik Maeda. Selain itu, terdapat ruangan perumusan naskah proklamasi yang digambarkan dengan tiga tokoh yakni Soekarno, Mohammad Hatta, dan Ahmad Soebardjo. Saat perumusan, mereka duduk di kursi, dengan menulis rumusan naskah di atas meja panjang.

Salah satu yang paling menarik perhatian adalah ruang perumusan yang dilengkapi patung tokoh Soekarno, Hatta, dan Ahmad Soebardjo yang menggambarkan suasana ketika naskah tersebut dirumuskan.

Terdapat pula saksi kemerdekaan Indonesia lain berupa piano. Piano bersejarah ini digunakan sebagai alas ketika Soekarno dan Hatta menandatangani naskah proklamasi.

Suasana rumah saat itu ramai, sehingga langsung ditandatangani di tempat seadanya yakni di atas piano. Tak jauh dari piano terdapat ruangan Sayuti Melik ketika mengetik naskah proklamasi menggunakan mesin ketiknya.

Di lantai dua ada beberapa ruangan, antara lain terdapat dua kamar mandi yang unik, ruang aktivitas, hingga ruang proklamasi. Di bagian belakang rumah, terdapat bunker yang merupakan bagian asli dari bangunan. Walaupun kecil, bunker di museum ini menjadi tempat persembunyian dari kejaran musuh.

Untuk tiket masuk, pengunjung dewasa (12 tahun ke atas) dikenakan tarif Rp 5.000. Anak-anak dikenakan tiket Rp 3.000, sedangkan wisatawan mancanegara dikenakan tarif Rp 25.000.

Museum ini bisa dikunjungi setiap hari Selasa hingga Minggu. Jam operasional Museum Proklamasi mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB. Dengan bangunan yang memiliki perjalanan sejarah panjang, Museum Naskah Proklamasi bisa jadi destinasi semarak 17 Agustus.

Di sini, traveler bisa menyusuri ruang demi ruang dengan informasi yang lengkap untuk mengetahui sejarah perumusan naskah proklamasi menjelang kemerdekaan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.