TRIBUNKALTARA.COM, TANA TIDUNG - Jajaran Polres Tana Tidung, Polda Kaltara, menyiapkan layanan ambulans air gratis, bagi masyarakat yang membutuhkan pertolongan medis dalam kondisi gawat darurat.
Layanan tersebut dikhususkan bagi warga Desa Menjelutung dan Desa Sengkong, Kecamatan Sesayap Hilir, Kabupaten Tana Tidung (KTT), yang membutuhkan akses cepat menuju RSUD Akhmad Berahim di Desa Tideng Pale, Kecamatan Sesayap.
Kapolres Tana Tidung, AKBP Eko Nugroho, mengatakan layanan ini dibuat karena akses transportasi dari kedua desa menuju pusat pelayanan kesehatan masih terbatas.
Terlebih, akses darat dari wilayah tersebut menuju Tideng Pale hingga kini belum dapat digunakan sebagai alternatif perjalanan.
“Ini ada inovasi satu lagi dari saya untuk masyarakat, khusus pasien gawat darurat kita ada ambulans air.
Kalau memang darurat sekali itu gratis,” ujar AKBP Eko Nugroho, kepada TribunKaltara.com, Sabtu (14/8/2026).
Baca juga: Bagaimana Progres Pembentukan Polsubsektor Muruk Rian? Ini Penjelasan Kapolres Tana Tidung
Untuk tahap awal, Polres Tana Tidung menyiapkan satu unit speedboat yang ditempatkan di Polsek Sesayap Hilir.
Namun, layanan tersebut tidak beroperasi sepanjang hari.
Ambulans air hanya digunakan di luar jam operasional speedboat reguler, yakni setelah pukul 14.00 WITA.
“Untuk darurat di luar jam operasional, misalnya sore, beban BBM semuanya nanti Polres yang tanggung.
Tapi khusus pasien gawat darurat,” jelas AKBP Eko Nugroho.
Eko menegaskan, ambulans air tersebut bukan diperuntukkan bagi seluruh pasien yang membutuhkan layanan kesehatan.
Penggunaannya dilakukan secara selektif, dan hanya untuk kondisi yang membutuhkan penanganan medis segera.
“Jadi khusus untuk pasien gawat darurat, insidentil, mungkin kena setrum atau yang membutuhkan penanganan segera.
Jadi selektif prioritas,” kata AKBP Eko Nugroho.
Menurutnya, layanan ini dihadirkan untuk memberikan pertolongan secepat mungkin ketika masyarakat, menghadapi kondisi medis yang tidak dapat menunggu, hingga jadwal transportasi reguler kembali tersedia.
Masyarakat yang membutuhkan ambulans air dalam kondisi darurat dapat menghubungi layanan kepolisian melalui 110.
Setelah menerima laporan, petugas akan menggerakkan speedboat yang disiagakan di Polsek Sesayap Hilir.
“Standby di Polsek, jadi kalau mau pakai telepon saja 110.
Nanti mereka yang akan menggerakkan.
Kapolsek kan perwira pengendalinya,” ujar AKBP Eko Nugroho.
Eko mengatakan, inovasi tersebut berawal dari aspirasi masyarakat yang membutuhkan akses transportasi, untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, khususnya warga di wilayah Menjelutung dan Sengkong.
“Khusus melayani daerah Menjelutung sama Sengkong.
Ini sebenarnya berasal dari permintaan masyarakat, dan di sini belum ada, makanya inovasi itu muncul,” ungkapnya.
Ia menambahkan, layanan ambulans air tersebut untuk sementara baru menjangkau wilayah Sesayap Hilir, dengan satu unit speedboat yang tersedia.
Keterbatasan sarana menjadi salah satu pertimbangan, sehingga layanan tersebut dibuat secara selektif, dengan mengutamakan pasien dalam kondisi gawat darurat.
“Speed-nya kecil, jangkauannya tidak sampai jauh.
Sementara mungkin daerah itu saja karena kami keterbatasan sarana,” katanya.
Eko berharap keberadaan ambulans air tersebut dapat menjadi solusi ketika masyarakat menghadapi kondisi darurat, terutama pada sore hari saat layanan transportasi reguler telah berhenti beroperasi.
“Lebih baik menolong satu nyawa daripada membangun tujuh pagoda.
Tapi ini khusus gawat darurat,” pungkas AKBP Eko Nugroho.
Baca juga: Kapolres Tana Tidung Perintahkan Jajaran Selidiki Lonjakan Harga MinyaKita yang Dijual Rp20.000
(*)
Penulis : Rismayanti