Bukan Sekadar Main Gim, Ledakan Talenta Esports Bali dan Tantangan Menata Jalur Menuju PON 2028
Putu Kartika Viktriani August 16, 2026 10:23 AM

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kancah esports di Pulau Dewata kian menunjukkan taringnya dengan antusiasme atlet muda yang melonjak drastis, mengubah hobi digital menjadi arena prestasi profesional. 

Persaingan di tingkat daerah kini semakin ketat menjelang agenda besar pekan olahraga, menuntut pembenahan tata kelola turnamen dan pembinaan mental atlet secara berkelanjutan.

Ketua Umum Pengurus Cabang Esports Indonesia (ESI) Klungkung, I Made Maha Dwija Santya, mengungkapkan bahwa potensi atlet di Bali saat ini sangat melimpah hingga membuat pengurus di kabupaten dan kota harus bekerja ekstra menyaring talenta terbaik.

"Sekarang kita di kabupaten/kota justru kebingungan karena kemampuan mereka terlalu mepet, jadi kita asah terus," kata dia dijumpai Tribun Bali di sela kegiatan Axis Cup 2026 di Living World Mallz Denpasar, Bali, pada Sabtu 15 Agustus 2026 sore.

"Yang kita lihat sekarang tidak hanya sekadar bisa main, tapi bagaimana mereka menjadi atlet yang bisa dijadikan teladan," imbuh Made Maha Dwija Santya.

 

Ia menambahkan, ekosistem di Bali tengah bersiap menghadapi Porprov 2027 sebagai pijakan utama menuju PON 2028.

"Esports yang akan dipertandingkan secara resmi. Sejumlah nomor gim seperti Mobile Legends, Free Fire, PUBG, eFootball, hingga Honor of Kings (HOK) atau gim lokal Lokapala disiapkan," bebernya.

Baca juga: Gempa Flores M7,7 Picu Tsunami, BMKG: Gempa Susulan Bisa Berlangsung 2-3 Minggu

Selain kompetisi resmi pemerintah seperti Porjar dan Piala Gubernur Bali, integrasi dengan turnamen pihak ketiga dinilai penting agar jadwal kompetisi tertata rapi tanpa saling berbenturan.

Pihaknya menekankan bahwa kematangan mekanik permainan tidak akan berarti tanpa adanya etika dan kedisiplinan. 

"Ketika bertanding, kemampuan mekanik hanya sebagian kecil. Yang menentukan kemenangan adalah komunikasi tim, disiplin, dan sportivitas. Sehebat apa pun kalian, kalian akan kalah oleh orang yang disiplin," tutur dia.

Besarnya animo talenta lokal Denpasar dan sekitarnya juga tercermin dalam turnamen komunitas AXIS Cup 2026 yang menyedot lebih dari 500 peserta.

Yang mana kuota pendaftaran ludes hanya dalam kurun waktu lima jam. Head of Youth Marketing PT XL Smart, Rizky Akbar, menilai Pulau Dewata menyimpan potensi strategis untuk melahirkan pemain kelas dunia. 


"Kami melihat potensinya sangat tinggi dan dari Bali ini banyak banget anak muda yang potensial di esports. Harapan kita ke depan Bali bisa menjadi salah satu final series, bahkan siapa tahu atlet untuk World Cup bisa lahir dari Bali," ujar Rizky Akbar.


Dukungan terhadap atmosfer kompetitif di Bali juga diamini oleh Head Operation Bali-Nusra PT XL Smart Telecom Sejahtera, Arief Indra. 


Menurutnya, Denpasar memiliki pertumbuhan komunitas gim yang sangat pesat sehingga membutuhkan panggung kompetisi yang sehat. 


"Komunitas esports di Denpasar berkembang sangat pesat. Kami ingin memberikan wadah agar anak-anak muda ini memiliki jam terbang dan pengalaman kompetisi yang lebih profesional dan kompetitif," kata Arief Indra.


Pergeseran esports menjadi wadah karier produktif turut dirasakan oleh Brand Ambassador EVOS Esports, Nadhifa Salsabila, yang melihat langsung antusiasme pelajar Bali memadati arena perlombaan.


"Sekarang esports bukan cuma sekadar hobi main gim, tapi sudah bisa menghasilkan dan menjadi bidang pekerjaan baru yang menjanjikan bagi anak muda yang berprestasi," ungkap Nadhifa. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.