Manusia mempunyai sejumlah organ vital yang berperan penting dalam kehidupan. Tapi, tidak semua organ harus tetap ada agar seseorang bisa bertahan hidup.
Dalam kondisi tertentu, beberapa organ harus diangkat karena prosedur medis dan tubuh bisa beradaptasi dengan perubahan tersebut. Meski demikian, hidup tanpa organ tertentu bukan berarti tanpa konsekuensi. Seseorang mungkin perlu beradaptasi, seperti menjalani perubahan pola makan atau mengonsumsi obat.
Manusia Masih Bisa Hidup Tanpa 6 Organ Ini
Berikut beberapa organ yang masih memungkinkan manusia tetap hidup meski telah diangkat.
1. Usus Buntu
Para ilmuwan belum sepenuhnya yakin apa fungsi dari usus buntu pada manusia. Menurut ahli bedah invasif minimal di Rumah Sakit Staten Island Northwell University, Dr Indraneil Mukherjee, pengangkatan kantung kecil tersebut biasanya tidak memiliki efek jangka panjang. Pasien tidak memerlukan obat-obatan dan sering kali pulih dengan cepat.
"Sebagian besar orang dapat melanjutkan aktivitas normal dalam beberapa hari, tanpa perubahan pola makan atau perilaku fisik," katanya, dikutip dari laman NYPost.
2. Kantung Empedu
Kantung kecil ini menyimpan empedu, yang membantu memecah lemak saat tidak sedang makan. Hal ini karena hati terus memproduksi empedu tanpa henti.
"Setelah diangkat, hati hanya meneteskan empedu langsung ke usus kecil," kata Mukherjee.
"Meskipun beberapa orang mungkin mengalami penyesuaian pencernaan awal, tubuh akan segera mengompensasinya dalam beberapa minggu," tambahnya.
Dia menambahkan, kebanyakan orang menjalani kehidupan normal tanpa organ tersebut, tanpa memerlukan obat-obatan khusus.
3. Ginjal
Organ ini berperan dalam menyaring darah, membuang limbah, dan menyeimbangkan cairan tubuh.
"Kita memiliki dua karena suatu alasan, tetapi satu saja sudah cukup bagi sebagian besar dari kita," kata Mukherjee.
Saat sudah kehilangan satu ginjal, pemeriksaan rutin sangatlah penting, namun pengobatan seumur hidup biasanya tak diperlukan.
"Satu ginjal biasanya lebih dari cukup untuk menyaring darah Anda dan menjaga kesehatan Anda," kata Mukherjee.
4. Lambung
Lambung berperan dalam menyimpan serta menghancurkan makanan hingga menghasilkan enzim dan sel khusus lainnya untuk mencerna makanan.
"Jika lambung diangkat sebagian atau seluruhnya akibat kanker, tukak lambung, atau operasi penurunan berat badan, makanan akan langsung masuk ke usus kecil, sehingga proses pencernaan mengalami perubahan yang signifikan," kata Mukherjee.
Dalam kondisi tersebut, konsumsi suplemen seumur hidup, terutama vitamin, sangat penting. Pola makan juga perlu diperhatikan untuk membantu penyerapan nutrisi sekaligus mencegah dumping syndrome, yaitu kondisi ketika makanan yang belum tercerna masuk terlalu cepat ke usus kecil.
"Kehidupan masih bisa dijalani, tetapi membutuhkan kewaspadaan terus-menerus terhadap pola makan dan dukungan medis," katanya.
"Di saat krisis, orang bisa dengan cepat mengalami dehidrasi dan kekurangan gizi, jadi perlu memiliki ambang batas yang rendah untuk mencari pertolongan."
5. Limpa
Limpa menyaring darah, menghilangkan organisme penyebab infeksi, sel darah tua, dan sel abnormal lainnya yang mengalir melalui aliran darah.
Dikutip dari laman Harvard Health, meskipun obat-obatan dapat membantu, pengangkatan limpa (splenektomi) mungkin diperlukan. Terkadang, trauma pada limpa, terutama setelah cedera olahraga dan kecelakaan mobil, menyebabkan pendarahan internal yang dapat menyebabkan splenektomi.
Orang yang tidak memiliki limpa lebih rentan terhadap infeksi tertentu. Jadi, jika pengangkatan limpa tidak mendesak, sejumlah vaksinasi dianjurkan sebelum splenektomi.
6. Kerongkongan
Tabung berotot ini menghubungkan tenggorokan ke perut dan membawa makanan dan cairan untuk dicerna.
"Pengangkatan sering kali memerlukan rekonstruksi bedah yang kompleks, terkadang menggunakan sebagian lambung atau usus untuk membuat jalur baru," jelas Mukherjee.
"Menelan bisa menjadi tantangan, dan diet sering kali perlu dimodifikasi dengan hati-hati."
Manusia masih bisa hidup tanpa kerongkongan, namun seseorang perlu memperhatikan pola makan dengan cermat serta mengatasi masalah pencernaan yang berkelanjutan.
"Untuk sementara, seseorang bahkan mungkin memerlukan selang makan untuk memastikan ia mendapatkan cukup hidrasi dan nutrisi selama proses pemulihan," kata Mukherjee.





