Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nappisah
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Klaim kenaikan penghasilan pengemudi ojek online (ojol) hingga dua sampai tiga kali lipat belum dirasakan oleh seluruh pengemudi di Jawa Barat.
Ketua Komunitas Ojol Samawana Jabar, Arif Sobarna, mengatakan penghasilan driver sejauh ini masih relatif sama.
“Soal klaim naik itu, untuk keseluruhan penghasilan saat ini masih sama, tidak ada perubahan,” kata Arif, kepada Tribun Jabar, Sabtu (15/8/2026).
Menurut dia, besar kecilnya penghasilan pengemudi tetap bergantung pada kondisi order dari pengguna layanan.
Ketika permintaan sedang ramai, pendapatan driver ikut meningkat. Sebaliknya, saat order sepi, penghasilan juga ikut turun.
Arif mengatakan, dari sisi aturan, sejumlah aplikator memang telah mengikuti arahan pemerintah.
Namun, menurut dia, penerapannya belum sepenuhnya seragam di antara perusahaan aplikasi.
“Secara aturan memang aplikator mengikuti arahan pemerintah, hanya saja beberapa aplikator tidak serta-merta mengikuti aturan tersebut. Contohnya inDrive dan Maxim,” kata Arif.
Arif menilai Gojek masih memberikan sejumlah dukungan kepada mitra meskipun potongan pendapatan telah turun menjadi 8 persen.
“Gojek masih memberikan swadaya bagi mitranya. Sembako, servis murah, internet murah, layanan kantor, layanan satgas, layanan ambulans. Meskipun potongan turun ke 8 persen, mitra masih tetap bisa mendapatkan hal di atas,” ujarnya.
Selain dukungan untuk pengemudi, Arif menyebut aplikator juga masih memberikan sejumlah layanan dan promo bagi konsumen.
“Untuk customer service sendiri, aplikator masih memberikan promo potongan tarif, layanan bantuan CS, dan lainnya,” katanya.
Menurut Arif, kondisi tersebut menunjukkan bahwa penerapan aturan baru mengenai hubungan antara aplikator dan mitra tidak hanya perlu dilihat dari besaran potongan.
Penghasilan yang diterima pengemudi tetap sangat dipengaruhi jumlah order dan skema tarif yang berlaku di masing-masing platform. (*)