Muksin Dondo, Warga Pontodon Timur Kotamobagu Korban Drag Race Maut di Upai Meninggal
Rizali Posumah August 16, 2026 11:22 AM

 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Korban jiwa tragedi drag race maut di Jalan A.P. Mokoginta, Kelurahan Upai, Kecamatan Kotamobagu Utara, Kota Kotamobagu, Provinsi Sulawesi Utara bertambah jadi sembilan orang, Minggu 16 Agustus 2026. 

Muksin Dondo, warga Desa Pontodon Timur dikabarkan meninggal pagi ini setelah sebelumnya menjalani perawatan di RSUP Kandou.

Muksin awalnya dirawat di fasilitas kesehatan yang ada di Kota Kotamobagu. 

Ia lantas dirujuk ke RSUP Prof Kandouw Manado karena mengalami cedera yang cukup serius. 

Namun kondisinya kesehatannya kian menurun dan meninggal pada Minggu pagi. 

"Iya, tadi sudah dinyatakan meninggal. Tadi subuh," terang salah seorang keluarga. 

Kini, korban jiwa akibat drag race maut di Upai menjadi sembilan orang. 

Daftar 9 Korban Meninggal Tragedi Drag Race Maut di Upai:

1.Risna Longkun: Perempuan, Desa Bilalang Baru, Kabupaten Bolaang Mongondow

2. Harianti Mokoginta: Perempuan, Bilalang 3, Kabupaten Bolaang Mongondow

3. Lisma Mokoginta: Perempuan, 38 tahun, Bilalang III, Kabupaten Bolaang Mongondow

4. Ali Ponamon: Laki-laki, 65 tahun, Desa Pontodon, Kota Kotamobagu

5. Bio Mokoagow: Perempuan, 74 tahun, Bilalang 3, Kabupaten Bolaang Mongondow

6. Nilawati Mokodongan: Perempuan, Pontodon Induk, Kota Kotamobagu

7. Rugaina Manangin: Perempuan, Bilalang, Kabupaten Bolaang Mongondow

8. Ali YoYang: Laki-laki, Bilalang 4, Kabupaten Bolaang Mongondow

9. Muksin Dondo, Warga Pontodon Timur Kotamobagu

Korban Luka

1.Murdani Pobela : Bilalang Baru, Kabupaten Bolaang Mongondow (luka berat)

2.Arhan Mokoginta : Bilalang 3, Kabupaten Bolaang Mongondow (luka berat)

3.Rapiska Mokodongan : Genggulang (luka berat)

4.Enjelia Lito : Bilalang 3, Kabupaten Bolaang Mongondow (luka berat)

5.Prasetio Mokodongan : Pontodon, Kota Kotamobagu (luka ringan)

6. Nur Almira Pobela : Perempuan, Bilalang Baru, Kabupaten Bolaang Mongondow (luka berat)

7. Hadi Toisi : Pangian Tengah, Kabupaten Bolaang Mongondow (luka berat)

8. Rina Longkun : Bilalang Baru, Kabupaten Bolaang Mongondow (luka berat)

9. Djohar Mokoginta, Laki-laki

Kabar meninggalnya Muksin kembali membawa duka bagi keluarga dan masyarakat, terutama bagi warga Desa Pontodon Timur yang kehilangan salah satu anggota mereka.

Tragedi drag race maut di Upai, Kotamobagu terjadi pada Minggu 9 Agustus sekitar 16.00 Wita. 

Kasus ini hingga kini masih dalam penanganan aparat kepolisian. 

Polda Sulawesi Utara telah menerjunkan tim Traffic Accident Analysis (TAA) bersama Ditlantas Polda Sulut, Polres Kotamobagu dan Korlantas Polri untuk mengungkap secara ilmiah rangkaian kecelakaan tersebut.

Selain pengemudi, kepolisian juga mendalami peran panitia serta mekanisme penyelenggaraan kegiatan. 

Sejumlah pihak telah diperiksa dan proses penyelidikan masih berlangsung.

Kronologi

Minggu sore, 10 Agustus 2026, jalanan A.P. Mokoginta yang melintasi Kelurahan Upai hingga Kelurahan Pontodon, Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara riuh dengan suara mobil yang melaju kencang. 

Turnamen Drag Race skala regional sedang digelar di sana. 

Turnamen ini tercatat diikuti 590 starter kelas sepeda motor dan 337 starter kelas mobil.

Kerumunan warga memadati kiri kanan jalan di ujung garis finis perlombaan.

Batas mereka dengan lintasan drag hanya dipagari rangkaian kayu yang mudah patah jika terkena hantaman keras. 

Perlombaan yang awalnya berlangsung seru tersebut berubah menjadi tragedi, manakala Honda Jazz yang dikendarai Tian Ngantung dari Tim Pangeran 05 McJoe tergelincir setelah berhasil melewati garis finis.

Tian awalnya melaju seperti biasa dalam lintasan balap. 

Tidak terlihat adanya kendala saat mobil melaju menuju garis finis.

Namun, setelah melewati garis finis sekitar 100 meter, sang pengemudi diduga hilang kendali, hingga mobil meluncur liar sejauh 30 meter dan berbelok secara ekstrem lantas menghantam belasan warga yang sedang menonton jalannya perlombaan. 

Bahkan gerobak bakso yang ada di sana juga ikut tersambar hingga porakporanda.

Mobil tersebur terhenti di atas selokan.

Sembilan orang meninggal dunia, sementara yang lain mengalami luka serius. Ada yang patah kaki, cedera rusuk hingga kepala.

WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.