NTT Diguncang Gempa M7,7, Pemprov DKI Siapkan Bantuan untuk Korban Bencana
Dwi Rizki August 16, 2026 11:35 AM

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan bantuan untuk masyarakat yang terdampak gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bantuan tersebut akan disalurkan kepada para korban setelah Pemprov DKI mempelajari kebutuhan di lokasi bencana.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, koordinasi dengan berbagai pihak langsung dilakukan setelah Pemprov DKI menerima informasi mengenai gempa yang melanda wilayah NTT.

“Kemarin kami langsung melakukan koordinasi, dan selalu Pemerintah DKI Jakarta pasti akan berkontribusi memberikan bantuan untuk meringankan saudara-saudara kita yang terkena dampak dari gempa,” kata Pramono di kawasan Sudirman, Jakarta, Minggu (16/8/2026).

Saat ini, Pemprov DKI masih mengidentifikasi kebutuhan masyarakat terdampak dan menentukan bentuk bantuan yang paling tepat. 

Langkah tersebut dilakukan agar bantuan yang diberikan dapat disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

Baca juga: Terekam CCTV, Ini Tampang Maling Tabung Gas di Duren Sawit, Jaktim

“Nanti untuk yang di NTT, di Maumere dan sebagainya, kami sedang mempelajari mana-mana yang kemudian Pemerintah DKI Jakarta bisa ikut andil untuk memberikan bantuan,” ucapnya.

Pramono belum merinci jenis maupun jumlah bantuan yang akan dikirimkan. Waktu pengiriman bantuan ke wilayah terdampak juga masih belum dipastikan.

Menurut Pramono, pemberian bantuan tersebut merupakan bentuk komitmen Pemprov DKI Jakarta untuk membantu masyarakat di daerah yang dilanda bencana, termasuk korban gempa bumi.

Ia mencontohkan bantuan yang sebelumnya diberikan Pemprov DKI kepada daerah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.

Bantuan tersebut disalurkan melalui pemerintah kota maupun kabupaten terkait.

“Kemarin waktu di Aceh, di Sumatera Barat, dan juga Sumatera Utara kami secara khusus memberikan bantuan kepada beberapa kota kabupaten secara langsung,” tutur Pramono.

Sebelumnya, gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 mengguncang kawasan Mbay-Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/8/2026) pagi.

Berdasarkan data sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Sabtu (15/8/2026) pukul 18.48 WIB, sebanyak 47 orang meninggal dunia akibat gempa tersebut.

“Total jumlah korban meninggal dunia mencapai 47 orang. Sebaran korban tersebut teridentifikasi di Kabupaten Manggarai 24 orang, Manggarai Timur 17 orang, Sikka 3 orang, Ngada 1 orang dan Ende 1 orang,” ujar Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan dalam keterangan tertulisnya.

Selain korban jiwa, gempa juga menyebabkan kerusakan pada ratusan rumah. BNPB mencatat 157 rumah mengalami rusak berat, 41 rumah rusak sedang, dan 148 rumah rusak ringan.

Kerusakan turut terjadi pada sejumlah fasilitas umum. Tercatat sebanyak 87 fasilitas pendidikan, 18 fasilitas kesehatan, lima tempat ibadah, enam kantor, serta sejumlah fasilitas umum lainnya mengalami kerusakan.

“Merespons gempa di NTT, BNPB mengirimkan bantuan pangan dan non-pangan ke wilayah bencana. Sejumlah bantuan dikerahkan melalui gudang logistik yang berada di Kabupaten Flores Timur, NTT,” ujarnya. 

Gerak Cepat

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan, jumlah korban meninggal dunia itu berdasarkan data hingga Sabtu pukul 18.48 WIB.

"Berdasarkan data sementara pada Sabtu pukul 18.48 WIB, BNPB merilis total jumlah korban meninggal dunia mencapai 47 orang," kata Berton dalam keterangannya, Sabtu malam.

Korban meninggal dunia tersebar di Kabupaten Manggarai sebanyak 24 orang, Manggarai Timur 17 orang, Sikka tiga orang, Ngada satu orang, dan Ende satu orang.

Baca juga: 17 Orang Dilaporkan Tewas di Manggarai Timur NTT Akibat Gempa Bumi Magnitudo 7,7 Mengguncang Flores

Selain korban meninggal dunia, petugas juga masih mengevakuasi dan memberikan perawatan medis kepada warga yang mengalami luka-luka.

Sementara berdasarkan data sementara hingga Sabtu pukul 17.00 WIB, sebanyak 157 rumah mengalami rusak berat, 41 rumah rusak sedang, dan 148 rumah rusak ringan.

Kerusakan juga terjadi pada sejumlah fasilitas umum.

BNPB mencatat 87 fasilitas pendidikan, 18 fasilitas kesehatan, lima tempat ibadah, dan enam kantor mengalami kerusakan.

Baca juga: Kondisi Terkini Labuan Bajo Usai Diguncang Gempa, Warga Waspada Saat Air Laut Surut

Sejumlah fasilitas umum lainnya juga terdampak.

Menanggapi bencana tersebut, BNPB mengirimkan bantuan pangan dan non-pangan ke sejumlah wilayah terdampak.

Bantuan dikerahkan melalui gudang logistik BNPB di Kabupaten Flores Timur, NTT.

Dari Jakarta, BNPB juga mengirimkan bantuan melalui Baseops TNI AU Halim Perdanakusuma.

Baca juga: NTT Diguncang Gempa M7,7, BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami

"Total bantuan sebanyak 50.000 paket seberat 275 ton, saat ini bantuan yang baru tiba di baseops sebanyak 10.500 paket, yang berasal dari Sekretaris Kabinet," ujarnya.

Guncangan gempa juga dirasakan warga Kabupaten dan Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), serta Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.

Kondisi masyarakat di Kabupaten dan Kota Bima dilaporkan secara umum kondusif.

BPBD Kota Bima masih melakukan pendataan dan verifikasi kondisi di lapangan.

Sementara di Kepulauan Selayar, BPBD setempat mendirikan pos pengungsian di tiga titik, yakni di Kecamatan Pasimarannu, Pasilambena, dan Takabonerate.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.