Diguncang Gempa, Ibu dan Anak di Nggorang Manggarai Barat Selamat dari Tembok Rumah Runtuh
Cristin Adal August 16, 2026 11:47 AM

 

Laporan Reporter TribunFlores.com, Aris Ninu

TRIBUNFLORES.COM, LABUAN BAJO - Emilia Makmur dan anaknya berlari keluar rumah saat gempa mengguncang Desa Nggorang, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pagi. 

Tak lama setelah mereka keluar, tembok rumah yang disiapkan wanita 45 tahun itu untuk masa depan bersama anaknya ambruk. Material bangunan berserakan di dalam rumah dan bagian tembok lainnya mengalami keretakan.

Emilia mengatakan, saat gempa terjadi, dirinya sedang berada di dalam rumah bersama anaknya. Ia mengaku kaget dan panik karena guncangan terasa sangat kuat.

“Saat gempa, saya dan anak langsung lari keluar dari dalam rumah. Kami kaget dan panik karena gempa besar sekali. Baru kali ini kami merasakan gempa sebesar ini,” ujar Emilia saat ditemui TribunFlores.com di Labuan Bajo, Sabtu (15/8/2026).

Baca juga: Hasil Merantau di Bali, Rumah Warga Satar Padut Manggarai Timur Roboh Hitungan Detik Diguncang Gempa

Setelah berada di luar rumah, Emilia melihat bagian tembok rumahnya patah dan ambruk. Ia hanya bisa menyaksikan material bangunan jatuh ke lantai.

Rumah tersebut merupakan tempat tinggal yang dipersiapkan Emilia untuk masa depannya bersama anaknya. Sebagai seorang janda yang memiliki satu anak, Emilia sehari-hari bekerja sebagai petani.

Meski rumahnya mengalami kerusakan, Emilia bersyukur karena dirinya dan anaknya berhasil menyelamatkan diri sebelum tembok ambruk.

“Tidak apa-apa, yang penting kami selamat,” katanya.

Baca juga: 15 Warga Manggarai Meninggal Dunia, 7 Orang Luka Berat Akibat Gempa Bumi

Emilia tidak banyak berbicara setelah kejadian. Sesekali ia melihat ke arah rumahnya yang mengalami kerusakan.

Bagian dalam rumah dipenuhi material tanah dan reruntuhan. Tembok di bagian samping juga terlihat retak akibat guncangan gempa.

Kepala Desa Nggorang Bonifasius Mansur bersama staf desa kemudian mendatangi rumah Emilia. Mereka melihat langsung kondisi rumah warga yang terdampak untuk melakukan pendataan kerusakan.

Desa Nggorang berada di jalur Trans Labuan Bajo-Ruteng, sekitar 10 kilometer sebelum memasuki Kota Labuan Bajo. Wilayah tersebut merupakan kawasan padat penduduk dengan warga yang sebagian besar bekerja sebagai petani dan karyawan sektor swasta.

Bagi Emilia, kerusakan rumah menjadi kehilangan yang harus dihadapi setelah gempa. Namun, di tengah kondisi tersebut, keselamatan dirinya dan anaknya menjadi hal utama.

“Yang penting kami selamat,” ujar Emilia.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.