- Badan Komunikasi Pemerintah RI (Bakom RI) merilis video yang menampilkan keseharian Susana, perempuan asal Bogor, Jawa Barat.
Video tersebut diunggah melalui kanal YouTube resmi Bakom RI pada Sabtu (15/8/2026).
Dalam video itu, Susana diceritakan sebagai ibu rumah tangga yang hidup sederhana.
Suaminya bekerja sebagai kuli bangunan dengan penghasilan yang tidak menentu.
Untuk membantu perekonomian keluarga, Susana juga bekerja sebagai penjahit kain majun.
Kain majun merupakan kain perca atau potongan sisa bahan yang dimanfaatkan sebagai lap pembersih.
Dari pekerjaan tersebut, Susana mendapat upah Rp 700 untuk setiap kilogram kain yang selesai dijahit.
Dalam sehari, ia mampu menjahit sekitar 20 kilogram kain majun.
Dengan demikian, Susana rata-rata mendapat penghasilan Rp 14.000 per hari.
Namun, penghasilan tersebut bisa lebih besar pada hari libur.
Sebab, jumlah kain yang dikerjakan bersama para ibu lainnya dapat mencapai 50 kilogram.
Selain menjadi penjahit, Susana juga bekerja di Satuan Pelayanan dan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Nama Susana belakangan menjadi sorotan setelah diperkenalkan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR, Jumat (14/8/2026).
Saat itu, Prabowo menyebut Susana bekerja sebagai pengupas bawang merah dengan upah Rp 700 ribu untuk setiap kilogram bawang yang dikupas.
Namun, pernyataan tersebut berbeda dengan naskah pidato yang diterbitkan Sekretariat Kabinet.
Dalam naskah tersebut disebutkan bahwa Susana mendapat upah Rp 700 per kilogram bawang yang dikupas.
Naskah itu juga tidak menjelaskan keseharian Susana sebagai penjahit maupun pekerja di SPPG, sebagaimana ditampilkan dalam video yang dirilis Bakom RI.