APPBIPA Sulteng Siapkan Program BIPA bagi TKA di Kawasan Industri Morowali
Fadhila Amalia August 16, 2026 01:29 PM

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Supriyanto Ucok

TRIBUNPALU.COM, PALU - Pengurus Afiliasi Pengajar dan Pegiat Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (APPBIPA) Cabang Sulawesi Tengah masa bakti 2026–2030 resmi dilantik di Kantor Gubernur Sulteng Jl Sam Ratulangi Kelurahan Besusu Tengah, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu, Sabtu, (15/8/2026).

Dalam pelantikan itu, Asrianti, kembali dipercaya sebagai Ketua APPBIPA Cabang Sulteng sebelumnya, ia telah telah menjabat sebagai ketua pada masa bakti 2021–2026.

Dimasa kepengurusan terbaru ini, Asrianti mengatakan telah menyusun beberapa program, salah satunya memperluas penyelenggaraan program BIPA bagi tenaga kerja asing yang bekerja di berbagai perusahaan di Sulawesi Tengah.

Baca juga: Berani Cup Sigi 2026 Bergulir, Kapolres Sigi Siap Kawal Keamanan Pertandingan

Ia menyebut, sejumlah perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja asing, khususnya di kawasan industri Kabupaten Morowali, telah menyampaikan rencana untuk menyelenggarakan pembelajaran bahasa Indonesia bagi tenaga kerja asing.

Hal itu dinilai menjadi langkah penting dalam membangun komunikasi kerja yang efektif, aman, dan harmonis di lingkungan industri bersifat multibahasa dan multikultural.

Ia juga menekankan bahwa kemampuan berbahasa Indonesia bagi tenaga kerja asing tidak hanya diperlukan untuk melakukan percakapan sehari-hari.

Dalam konteks industri, kemampuan tersebut berkaitan dengan ketepatan menerima dan memberikan instruksi, koordinasi antara tenaga kerja asing dan tenaga kerja Indonesia, pemahaman terhadap prosedur keselamatan dan kesehatan kerja, pelaporan masalah, serta pencegahan kesalahpahaman yang berpotensi menimbulkan konflik.

"Kami mengapresiasi perusahaan-perusahaan di Sulawesi Tengah, khususnya di kawasan industri Morowali, yang telah menunjukkan komitmen untuk menyelenggarakan program BIPA bagi tenaga kerja asing. Ini merupakan langkah maju dalam menempatkan bahasa Indonesia sebagai bahasa komunikasi yang penting di lingkungan kerja," kata Asrianti.

Dalam menjalankan kepengurusan masa bakti 2026–2030, APPBIPA Cabang Sulawesi Tengah menetapkan lima arah utama pengembangan organisasi.

Pertama, memperkuat kelembagaan dan konsolidasi organisasi agar APPBIPA menjadi rumah bersama bagi para pengajar, pegiat, peneliti, mahasiswa, pemerhati bahasa, dan lembaga penyelenggara program BIPA.

Kedua, meningkatkan kompetensi dan profesionalitas pengajar BIPA melalui pelatihan, lokakarya, seminar, diskusi akademik, penelitian, penyusunan bahan ajar, serta pengembangan model pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik pemelajar asing.

Baca juga: Gubernur Anwar Hafid Buka Berani Cup Sigi 2026, 18 Tim Berebut Hadiah Rp100 Juta

Ketiga, memperluas kerja sama dengan pemerintah daerah, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tengah, Dinas Ketenagakerjaan, perguruan tinggi, Unit Penunjang Akademik Bahasa, perusahaan, komunitas, dan mitra internasional.

Keempat, mengintegrasikan kekayaan budaya lokal Sulawesi Tengah ke dalam pembelajaran BIPA.

Bahasa daerah, tradisi lisan, cerita rakyat, kuliner, seni, tenun, situs sejarah, destinasi wisata, dan nilai-nilai kearifan lokal akan menjadi bagian penting dalam materi serta kegiatan pembelajaran.

Kelima, mendorong lahirnya penelitian, publikasi, bahan ajar, model pembelajaran, dan inovasi dalam bidang BIPA, terutama berkaitan dengan kebutuhan mahasiswa asing dan tenaga kerja asing di Sulawesi Tengah.

Asrianti menegaskan bahwa pelantikan pengurus bukanlah akhir dari sebuah proses, melainkan awal dari pekerjaan dan pengabdian yang sesungguhnya.

"Kami tidak ingin pelantikan ini berhenti sebagai kegiatan seremonial. Setelah pelantikan, visi harus diterjemahkan menjadi program, program harus diwujudkan dalam tindakan, dan tindakan harus menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat," pungkasnya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.